Apa Akibat Revolusi Bumi Terhadap Perubahan Musim?

Oleh: Nika Halida Hashina - 6 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Revolusi bumi disebut juga dengan gerak bumi pada orbitnya untuk mengelilingi matahari.
tirto.id - Matahari sebagai sumber utama energi di galaksi bima sakti sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi. Dalam hal ini, planet-planet diketahui berputar mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Bumi sebagai salah satu planet di galaksi bima sakti turut menjadikan matahari sebagai porosnya. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut juga dengan revolusi bumi.

Bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau 1 tahun untuk mengelilingi matahari. Arah revolusi bumi ini diketahui berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. Revolusi bumi disebut juga dengan gerak bumi pada orbitnya untuk mengelilingi matahari. Orbit atau jalur bumi mengelilingi matahari ini berbentuk elips.

Berbeda dengan revolusi bumi, bidang orbit bumi yang mengelilingi matahari disebut ekliptika. Berdasarkan pengamatan, ditemukan fakta bahwa poros bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika, melainkan miring dengan arah yang sama dan membentuk sudut 23,5 derajat terhadap matahari. Sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Ketika kedua sudut ini condong ke arah matahari, maka pergantian musim di bumi pun terjadi.

Akibat dari revolusi bumi adalah terjadinya perbedaan waktu siang dan malam, gerak semu tahunan matahari, perubahan musim, perubahan kenampakan rasi bintang, dan tahun kabisat.

Perbedaan musim yang dirasakan berbagai negara di wilayah utara dan selatan menjadi salah satunya. Nyatanya, belahan bumi utara dan selatan atau daerah lintang tinggi, mengalami empat musim dengan karakter yang berbeda. Empat musim itu adalah; musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

Musim panas ditandai dengan suhu yang meningkat, sedangkan musim dingin ditandai dengan suhu yang menurun sehingga terjadi salju. Musim semi ditandai dengan mekarnya bunga-bunga, namun pada musim gugur, bunga-bunga dan dedaunan berjatuhan.

Dikutip dari Modul Geografi (2017), berikut adalah rentang waktu pergantian musim yang terjadi karena revolusi bumi.

  • Pada 21 Maret–21 Juni, belahan bumi utara mengalami musim semi, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.
  • Pada 21 Juni–23 September, belahan bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.
  • Pada 23 September–22 Desember, belahan bumi utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.
  • Pada 22 Desember–21 maret, belahan bumi utara mengalami musim dingin, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim panas.


Dalam hal ini, sebagai warga negara Indonesia, kita juga merasakan perubahan dua musim yang kerap kali dirasakan akibat dari revolusi bumi. Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa mengakibatkan negara ini memiliki iklim tropis. Telah diketahui sumbu rotasi membagi dua bagian bumi secara vertikal.

Maka wilayah pada rentang khatulistiwa tentu tidak terlalu mendapatkan perubahan layaknya negara-negara di belahan bumi utara dan selatan. Dengan kata lain, dua musim yang dimiliki Indonesia yaitu, kemarau dan penghujan terjadi akibat wilayah khatulistiwa tidak merasakan pergerakan revolusi bumi yang tidak terlalu signifikan.


Baca juga artikel terkait REVOLUSI BUMI atau tulisan menarik lainnya Nika Halida Hashina
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Nika Halida Hashina
Penulis: Nika Halida Hashina
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight