AP I Akan Segera Rampungkan Pengosongan Lahan Bandara Kulon Progo

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 1 Januari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Warga diminta segera pindah karena cepat atau lambat, bangunan rumah yang saat ini masih berdiri akan diratakan.
tirto.id - PT Angkasa Pura I (AP I) memastikan akan segera menyelesaikan pengosongan lahan untuk pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Percepatan pembangunan dilakukan agar bandara dapat beroperasi April 2019.

"Kami akan membongkar-ratakan apapun yang ada di dalam area rencana bandara sesuai Izin Penetapan Lokasi (IPL), termasuk bangunan hunian yang saat ini masih ditempati warga," kata Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I Sujiastono di Kulon Progo, Senin (1/1/2018).

Hal ini menurutnya harus dipahami warga dan menjadi alasan utama kenapa mereka harus segera pindah lantaran daerah tersebut peruntukannya kini sudah beralih untuk pembangunan bandara, tidak lagi sebagai permukiman.

"Lambat atau cepat akan kami kosongkan. Kami sentuh pada waktu yang tepat, tunggu hari baik. Warga silakan segera ambil uang di pengadilan dan itu bisa dipergunakan bangun rumah atau keperluan lain. Pemerintah daerah juga sudah sediakan rumah susun yang bisa dipakai sampai warga punya rumah," kata Sujiastono.

Namun demikian, ia mengakui proses pembersihan lahan atau land clearing masih menyisakan sekitar 32 bangunan rumah yang sama sekali belum diratakan. Rumah-rumah tersebut milik warga dari Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) yang tidak kunjung merelakan tanahnya dipakai untuk proyek nasional tersebut.

Hingga saat ini warga tetap beraktivitas di rumah masing-masing meski lahan dan bangunan di sekitarnya telah diratakan. Warga menolak keras perintah pengosongan lahan dan bangunan meski Pengadilan Negeri (PN) Wates sudah mengeluarkan putusan ketetapan bahwa ganti rugi aset warga sudah diselesaikan melalui jalur konsinyasi.


"Tahapan pembangunan NYIA tidak berhenti sedikit pun dan progresnya terus berjalan. Pembangunan konstruksi fisik bandara sudah berjalan dan akan semakin dikebut pada 2018 ini yang dinyatakan sebagai tahun konstruksi NYIA. Pekerjaan di lapangan dilakukan secara paralel," kata Sujiastono.

Ia mengatakan penggarapan airside (sisi udara; runway, taxiway, apron) dilakukan sejalan dengan pengerjaan landside (sisi darat; terminal penumpang, perkantoran, kargo). Saat ini tengah dilakukan grading (pengolahan dan perataan) kontur lahan dengan pengurukan dan pemadatan. Sejalan itu, dilakukan juga pemancangan tiang-tiang konstruksi.

"Kami laksanakan pemancangan dan pekerjaan lainnya jalan terus," tandasnya.




Baca juga artikel terkait BANDARA KULON PROGO atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra