Menuju konten utama

Anies Yakin Drainase Vertikal Tuntas Pada Akhir Maret

Instruksi gubernur mengenai drainase vertikal itu sudah berlaku dan harus tuntas di seluruh kantor pemerintah DKI itu per tanggal 31 Maret 2019.

Anies Yakin Drainase Vertikal Tuntas Pada Akhir Maret
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO/Andrey Gromico

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa pembangunan drainase vertikal di seluruh kantor Pemerintah DKI Jakarta akan tuntas pada 31 Maret 2019.

"Instruksi gubernur mengenai drainase vertikal itu sudah berlaku dan harus tuntas di seluruh kantor pemerintah DKI itu per tanggal 31 Maret. Kemudian untuk yang di luar, kami juga melakukan penganjuran dan kami akan siapkan nantinya anggaran," kata Anies saat ditemui di Jakarta Timur pada Selasa (22/1/2019).

Lanjut Anies saat ini anggaran sudah disiapkan dan akan diberikan oleh Dinas Perumahan serta Dinas Perindustrian dan Energi untuk pembangunan di masyarakat.

"Nanti kami akan lakukan secara masif," katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut drainase vertikal di setiap rumah sangat penting. Tujuannya, agar ketika hujan, air yang turun dapat masuk kembali ke tanah, untuk menghindari terjadinya banjir.

"Maka kita bisa mengatakan pada diri kita bahwa 'saya bukan termasuk yang menyumbang air banjir di Jakarta karena air rumah saya dimasukkan ke dalam tanah'. Tapi kalau airnya dialirkan ke luar, maka termasuk penyumbang air untuk banjir," kata Anies.

Sebelumnya, Anies menyebutkan, rencana tersebut telah didiskusikan dengan Presiden Joko Widodo dan harapannya ada sekitar 1,8 juta drainase vertikal yang dibangun.

“Saya kemarin sudah berbicara tentang kantor-kantor pemerintahan pusat, dan nanti kita akan melakukannya juga untuk kantor-kantor dan tempat usaha di seluruh Jakarta,” katanya Kamis (27/12/2018) lalu.

Dengan kebijakan membangun drainase vertikal itu, Anies berharap gedung-gedung milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menyalurkan air hujan ke lokasi lain.

Aturan yang disebut Anies sebagai zero run off itu turut mencakup kantor kelurahan dan kecamatan, hingga sekolah-sekolah negeri.

“Harus nol. Jadi seluruh aliran air hujan harus ditampung di dalam wilayahnya, lahan kita sendiri. Tidak boleh keluar lahan. Itu instruksi barunya,” ujar Anies.

Baca juga artikel terkait ANIES BASWEDAN atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Irwan Syambudi