Anies Klaim Inflasi & Kebutuhan Pangan DKI Selama Ramadan Terjaga

Oleh: Riyan Setiawan - 7 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Anies Baswedan memastikan inflasi dan kebutuhan pangan selama bulan puasa 2021 atau Ramadan 1441 hijriah terjaga.
tirto.id - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan inflasi dan kebutuhan pangan selama bulan Ramadan 1441 hijriah terjaga.

Hal itu dia sampaikan saat memimpin Pertemuan Tingkat Tinggi Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait, di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, Rabu (7/4/2021).

“Kami akan antisipasi [inflasi] jelang Ramadan, di mana dari tahun ke tahun kami menemukan situasi yang hampir sama. Kami harus siapkan agar masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya pasokan kebutuhan pokok yang berjalan lancar, sehingga permintaan terjaga dan harga stabil, serta terjangkau," kata Anies.

Berdasarkan data dari TPID Provinsi DKI Jakarta, inflasi di Provinsi DKI Jakarta relatif terjaga dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tercatat, inflasi Jakarta sebesar 0,06 persen (mtm) atau sebesar 1,11 persen (yoy) pada Maret 2021. Secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan Maret 2021 tercatat sebesar 0,38 persen (ytd) lebih rendah dari periode yang sama pada 2020 yaitu 0,85 persen (ytd).

Sementara kata Anies, berdasarkan paparan dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta BUMD pangan, dipastikan pasokan jelang Ramadan aman. Apabila pasokan bahan pokok aman, maka permintaan akan terjaga bahkan meningkat, sehingga akan menggerakkan perekonomian.

“Dari paparan Bapak dan Ibu, secara kesiapan, kita siap dan stoknya aman. Perlu kita garisbawahi adalah menggerakkan perekonomian dengan menjaga permintaan dari kosumsi rumah tangga. Bila kosumsi rumah tangga bergerak, maka akan berdampak besar pada rute menuju pemulihan dari pandemi," tuturnya.

Pada waktu yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan perbaikan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan masih ada pada triwulan I 2021.

"Beberapa indikator perekonomian menunjukkan perbaikan, peningkatan penjualan online serta otomotif, kenaikan impor barang konsumsi, serta membaiknya indeks keyakinan konsumen dan lowongan pekerjaan,” kata Onny.

Sementara itu, TPID DKI Jakarta terus memantau perkembangan dan pasokan untuk menjaga kestabilan harga pangan di Ibu Kota saat pandemi COVID-19.

Ke depan, kata Onny, TPID DKI akan terus berkomitmen dan konsisten menjalankan langkah dan kebijakan konkret dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui strategi 4K. "Yaitu keterjangkauan harga, pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif," kata dia.


Baca juga artikel terkait RAMADAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight