Menuju konten utama

Anies dan Ma'ruf Amin Bahas BPJS Kesehatan dan Tes Corona di DKI

Wapres Ma'ruf Amin mengaku telah meminta BPJS Kesehatan membayar rumah sakit tepat waktu agar cash flow di tengah pandemi Corona tak terganggu.

Anies dan Ma'ruf Amin Bahas BPJS Kesehatan dan Tes Corona di DKI
Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/4/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjalani rapat virtual bersama Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Kamis (2/2020). Mereka membahas kondisi terkini penanganan COVID-19 di DKI Jakarta.

Dalam rapat, Anies mengusulkan kepada Ma'ruf Amin agar pemerintah pusat meningkatkan pengecekan COVID-19 dari rapid test ke swab test.

"Selama ini kami terima dari gugus tugas nasional adalah rapid test. Nah, kita perlu meningkatkan kemampuan tes swab. Ini yang perlu kita tingkatkan karena akurasinya tinggi," kata Anies kepada Ma'ruf, Kamis (2/2020).

Saat ini, kata dia, Pemprov DKI Jakarta tengah membuat laboratorium swab test agar dapat mendapatkan hasil tes Corona secara cepat.

Anies juga mengklaim telah mengkonsolidasikan sejumlah laboratorium kesehatan di Jakarta untuk meningkatkan kapasitas pengecekan spesimen.

Menurutnya swab test bukan hanya dibutuhkan oleh Pemprov DKI Jakarta saja, tetapi juga butuh diterapkan secara nasional.

"Melihat tren yang ada, trennya makin meningkat, maka harus siap bisa melayani ketika jumlah meningkat siginifikan. Itu yang perlu diantisipasi," ucapnya.

Anies juga bicara terkait kebutuhan pendanaan 70 rumah sakit di DKI yang menangani sekitar 1.300 pasien Corona. Sebagian besar rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 berstatus swasta, sehingga sumber pendanaan dari BPJS Kesehatan.

Ia meminta kepada Ma'ruf untuk mengawal pembayaran BPJS Kesehatan ke rumah sakit tersebut tepat waktu.

"Karena mereka harus bergerak cepat, mengelola cash flow tidak mudah, yang harus ditangani jumlahnya banyak. Memastikan tidak ada keterlambatan agar mau menerima kasus COVID-19," kata dia

Menanggapi hal tersebut, Ma'ruf Amien mengaku telah meminta agar BPJS Kesehatan membayarkan tunggakannya yang sudah jatuh tempo pada rumah sakit. Saat ini, klaim Ma'ruf, sejumlah rumah sakit tersebut tengah mengkalkulasikan jumlah biaya yang harus mereka terima.

"Mudah-mudahan usulan tadi Pak Gubernur supaya rumah sakit bisa memberikan partisipasi maksimal. Mudah-mudahan tunggakan BPJS bisa segera diselesaikan," tuturnya.

"Saya sangat mendukung dan sudah saya sampaikan usulan, kelihatannya ini bagian dari yang jadi prioritas," tambah Ma''ruf.

Baca juga artikel terkait KASUS CORONA DI INDONESIA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali