Anies: Banjir yang Terjadi Enggak Ada Apa-apanya Dibanding Masa BTP

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 2 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, banjir yang di masa pemerintahannya tidak ada apa-apanya dibanding banjir di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2015.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, banjir yang pada akhir April kemarin terjadi di Jakarta tidak ada apa-apanya dengan apa yang terjadi pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang dikenal dengan Ahok pada tahun 2015.

"Pak Basuki pasti berpengalaman terkait dengan banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki. Kalau sekarang itu hanya 1.600 orang yang harus mengungsi, kalau dulu bisa sampai 200 ribu," kata Anies saat ditemui di Jakarta Pusat, pada Kamis (2/5/2019).

Pernyataan tersebut Anies lontarkan sebagai tanggapan atas pernyataan Ahok terkait banjir di Jakarta. Ahok memaparkan masalah banjir yang belum lama terjadi di Jakarta justru terjadi karena pompa-pompa yang tidak digunakan tepat pada waktunya.

Pasalnya, jumlah pompa yang ada, menurut Ahok, sebenarnya sudah cukup untuk menangani masalah banjir di Jakarta.

"Saya nggak tahu, karena tergenang itu mungkin karena ada pompa yang telat [digunakan]," kata Ahok saat ditemui di rumah dinas Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/4/2019).

Anies pun berterima kasih atas pandangan soal banjir yang disampaikan oleh Ahok. Terlebih, kata Anies, dengan posisinya yang sempat menghadapi bencana banjir lebih dari yang Anies hadapi.

"Saya terima kasih [kepada] semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait dengan banjir," ujar Anies.

Anies menjelaskan, banjir yang belum lama terjadi di Jakarta baru terjadi di sebagian belum memasuki ke pusat kota.

"Nah kalau yang pekan lalu itu terjadinya di wilayah-wilayah sebelum masuk ke pusat kota. Jadi memang banjirnya itu di bantaran sungai, karena ada air dari hulu, belum sampai masuk ke wilayah saringan, belum sampe wilayah pompa," kata Anies menanggapi Ahok yang menyatakan permasalahannya terletak di terlambatnya pengaktifan pompa.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, banjir yang terjadi pada tahun 2015 berdampak pada 38 kecamatan, 231.566 jiwa, dan terdapat 41202 pengungsi. Di sisi lain, terdapat terdapat 2 korban jiwa, terdampak pada 285 KK, dan terdapat 2258 Jiwa pengungsi akibat banjir pada tanggal 26 April 2019.


Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight