Angka Positivity Rate Nakes di Jakarta Lebih dari 30 Persen

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 7 Feb 2022 17:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kemenkes menyebut para tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 sebagian besar merupakan gejala ringan.
tirto.id - Angka positivity rate Covid-19 di kalangan tenaga kesehatan yang pada empat rumah sakit di Jakarta tercatat di atas 30 persen.

Positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Data terbaru yang dimiliki Kementerian Kesehatan merupakan hasil skrining dengan tes PCR terhadap 9.161 tenaga kesehatan di rumah sakit vertikal Kemenkes pada periode 30 Januari-5 Februari 2022.


Dari data itu menunjukkan ada empat rumah sakit vertikal Kemenkes di Jakarta yang memiliki angka positivity rate di atas 30 persen. Rumah sakit tersebut yaitu RS Ketergantungan Obat (63%), RSUP Fatmawati (41%), RSPI Sulianti Saroso (40%), dan RS Jantung Harapan Kita (39%).

Menurut Juru Bicara Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi para tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 sebagian besar merupakan gejala ringan.

"Sebagian besar memiliki gejala ringan, dan tidak hanya tenaga kesehatan saja, namun juga ada dari pihak manajemen rumah sakit namun jumlahnya tidak besar," katanya saat dihubungi Tirto pada Senin (7/2/2022).

Nadia juga mengatakan bahwa pihaknya akan selalu menguatkan protokol kesehatan bagi para tenaga kesehatan sehingga potensi penularan dapat diminimalisir.

"Tentunya kami melakukan penguatan protap pencegahan infeksi yang harus dijalankan dengan penuh kepatuhan. Selain itu juga memastikan ketersediaan APD, manajemen sif kerja, pemberian vitamin penambah imunitas tubuh, dan melakukan screening rutin Covid-19 di setiap pekan," jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, mengingatkan bahwa potensi penularan di kalangan tenaga kesehatan harus ditangani dengan serius agar manajemen rumah sakit tetap berjalan optimal. Apalagi saat ini kasus COVID-19 kembali melonjak dan diprediksi terus naik hingga akhir Februari.

"Kami khawatir apabila tenaga kesehatan banyak yang dinyatakan positif COVID-19 akan menyebabkan kekurangan tenaga di lapangan, karena mereka yang positif tentu harus cuti untuk mencegah penularan," katanya.




Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto

DarkLight