Menuju konten utama

Anggota Komisi VIII Sebut Anak Yatim Piatu Nakes Perlu Diutamakan

Anak yatim-piatu dari keluarga nakes yang wafat patut diusulkan dapat prioritas penanganan dari pemerintah.

Anggota Komisi VIII Sebut Anak Yatim Piatu Nakes Perlu Diutamakan
Ilustrasi Indept Yatim Piatu di Tengah Pandemi. tirto.id/Lugas

tirto.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Bidang Sosial dan Agama, Bukhori Yusuf menilai perlu ada keutamaan santunan bagi anak yatim-piatu, terutama anak dari tenaga kesehatan (nakes) yang gugur akibat COVID-19. Mengingat nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan pandemi.

"Saya mengusulkan anak yatim-piatu yang berasal dari nakes yang wafat patut memperoleh prioritas," kata Bukhori, Kamis (28/8/2021).

Kementerian Sosial menyebut per 20 Juli 2021 terdapat 11.045 anak yatim-piatu setelah orang tua mereka meninggal dunia akibat COVID.

Menurut Politikus PKS tersebut, tenaga kesehatan yang gugur sepatutnya memperoleh penghargaan dari pemerintah, salah satunya dengan memuliakan anak-anak yang mereka.

Ia juga mendorong agar Kementerian Sosial untuk segera merampungkan pendataan dengan meminimalisir kesalahan pada pekan depan.

"Saya setuju dengan adanya anggaran khusus, yang tidak membebani anggaran bansos demi membantu anak-anak kita ini," katanya.

Sedangkan jumlah tenaga kesehatan meninggal mencapai 1.967 per 26 Agustus 2021. Sebagian besar nakes itu adalah dokter.

Merespons nasib anak-anak itu, Mensos Tri Rismaharini mengaku tengah menyusun kebijakan. Ia memprediksi terdapat 4 juta anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang akan mendapat bantuan.

"Kami sedang susun ini datanya, meminta data dari pemda dan memasukkan data di lembaga kesejahteraan sosial," ujar Risma.

Menurut prediksi dari KawalMasaDepan, sebuah gerakan inisiatif masyarakat sipil yang fokus galang donasi untuk santunan dan biaya pendidikan anak yatim piatu, setidaknya mencatat estimasi jumlah anak yang kehilangan orang tua karena pandemi mencapai 50.000 anak se-Indonesia.

Angka tersebut bukan data resmi dari Pemerintah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sendiri mengakui bahwa hingga saat ini belum ada data pasti jumlah anak yatim piatu akibat Covid-19 di Indonesia. Komisioner KPAI Retno Listyarti juga bingung, mengapa hingga saat ini Pemerintah tak juga memiliki data itu.

Baca juga artikel terkait PANDEMI COVID-19 atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Zakki Amali