Anggota DEN Minta Jokowi Pecat Jonan Sebab Gagal Kembangkan EBT

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 15 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Sonny, Jonan gagal mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sehingga janji emisi gas rumah kaca tidak tercapai dan neraca perdagangan memburuk karena ketergantungan impor migas belum terselesaikan.
tirto.id - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Sonny Keraf membantah pernyataan bahwa lembaganya tak menghasilkan apa-apa. Menurut Sonny, teguran Presiden Joko Widodo kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan sebaiknya tak dilampiaskan kepada DEN.

Melihat teguran tentang defisit migas yang diyakini menjadi penyebab buruknya neraca perdagangan, Sonny justru menilai Jonan yang sebaiknya dipecat oleh presiden.

Sebab menurutnya, Jonan gagal mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sehingga janji emisi gas rumah kaca tidak tercapai dan neraca perdagangan memburuk karena ketergantungan impor migas belum terselesaikan.

“Tidak benar kalau dikatakan Jonan bahwa DEN tidak menghasilkan apa-apa,” ucap Sonny dalam keterangan tertulis yang diperoleh reporter Tirto pada Senin (15/7/2019).

“Bahkan sebaliknya, presiden harus mencopot Jonan,” tambah Sonny.

Sonny menjelaskan bahwa saat ini DEN setidaknya memiliki empat fungsi yaitu merumuskan kebijakan energi nasional, menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang notabene seharusnya disusun pemerintah, menetapkan kondisi krisis dan darurat energi, serta melaksanakan pengawasan pelaksanaan kebijakan energi lintas sektor.

Sonny mengklaim bahwa semua tugas itu sudah dijalankan oleh lembaganya. Sonny menambahkan bahwa DEN juga sudah membantu penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 34 provinsi.

Di sisi lain, ia justru mengkritik adanya sejumlah usulan implementasi kebijakan DEN yang ditolak Jonan selaku Ketua Harian DEN.

Misalnya menolak pemberlakuan B20 hingga B30 meski akhirnya tetap diminta presiden. Lalu hal lain yang ia soroti juga mencangkup persoalan kebijakan harga EBT yang dinilai memberatkan program itu sehingga sempat terhambat.

“Saat itu saya minta (masalah tarif EBT) agar dibahas lintas sektor dulu di DEN tapi dia mengatakan itu urusan teknis tanggung jawab ESDM,” ucap Sonny.

Sebelumnya pada pelantikan pejabat di Kementerian ESDM pada Jumat (12/7/2019) lalu, Jonan mempertayakan kerja DEN dalam pidatonya. Ia menyebutkan jumlah anggaran yang dikucurkan bagi lembaga itu cukup besar, tetapi ia belum melihat ada output yang telah dikeluarkan oleh DEN.


Baca juga artikel terkait NERACA PERDAGANGAN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight