Andritany Dirisak Suporter, Simon McMenemy: Jadi Kiper Memang Sulit

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 10 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Simon McMenemy merasa Andritany tidak layak mendapat perlakuan tak baik dari suporter.
tirto.id - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy menyesalkan sikap suporter yang meneriaki kiper Andritany Ardhiyasa ketika Indonesia kalah dari Thailand, Selasa (10/9/2019). Dalam laga ini, suporter berkali-kali meneriaki penjaga gawang Persija itu lantaran gawangnya kemasukan gol
tiga kali.

“Andritany adalah tim yang sudah lama bermain timnas dan Persija. Aku rasa dia tidak layak mendapat perlakuan seperti itu,” tutur Simon usai pertandingan.

Dalam pertandingan itu, dua dari tiga gol yang masuk ke gawang Andritany dicetak Supachok Sarachat. Sementara satu lainnya tercipta dari eksekusi tendangan penalti Theerathon Bunmathan.

“Aku rasa kiper adalah posisi paling sulit di lapangan. Dia bisa membuat tiga empat penyelamatan, tapi satu kesalahan saja bisa berujung gol. Dia tak punya pemain yang melapisinya di belakang,”
sambung Simon.

Kekalahan dari Thailand bikin Indonesia tak bergerak dari posisi terbawah klasemen sementara Grup G. Di sisi lain, Thailand meroket ke puncak klasemen dengan torehan empat poin dari dua laga.


Bukan cuma Andritany, Simon menambahkan seluruh pemainnya tadi menghadapi tekanan berat. Apalagi Indonesia datang usai hasil buruk kalah 2-3 dari Malaysia di laga sebelumnya.

Sepanjang babak pertama. Indonesia sebenarnya mengambil pendekatan relatif bagus. Dengan skema 3-4-3, Simon menginstruksikan para pemain tampil dengan garis pertahanan lebih rendah dan melancarkan serangan balik dengan memaksimalkan lebar lapangan. Di babak pertama, tuan
rumah mampu menahan imbang lawan 0-0.

Sayang, pada babak kedua jarak antarlini Indonesia kelewat renggang. Tim tamu memaksimalkan setiap ruang dengan baik dan sukses menghukum Indonesia dengan tiga gol tanpa balas.

“Di babak pertama kami mendominasi tapi kesulitan membawa bola ke sepertiga area lawan. Di babak kedua saya menginstruksikan pemain bisa mencari setiap celah dan pemain mengeksekusinya dengan bagus,” kata pelatih Thailand, Akira Nishino.

Tak cuma pelatih dan suporter, penyesalan juga disampaikan pemain keturunan asal Indonesia, Irfan Bachdim. Kendati kalah, pemakai seragam bernomor punggung 17 ini menilai seluruh pemain telah berjuang sekuat tenaga.

“Pada akhirnya kami harus realistis, kami bukan tim unggulan, kami sudah menunjukkan yang terbaik dan berjuang sampai akhir. Saya percaya dengan tim ini,” ucap Bachdim.


Baca juga artikel terkait KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2022 atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Hard News)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Irwan Syambudi
DarkLight