Anak Luis Enrique Meninggal karena Kanker Tulang, Kenali Gejalanya

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 30 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Anak Luis Enrique meninggal karena kanker tulang, berikut ini gejala, jenis, penyebab dan cara pengobatan kanker tulang.
tirto.id - Luis Enrique, mantan pelatih Barcelona dan tim nasional Spanyol, mengumumkan kepergian putrinya Xana Martinex (9 tahun) di akun pribadinya, Jumat (30/8/2019) dini hari.

Xana meninggal dunia akibat penyakit kanker tulang yang diidapnya selama lima bulan terakhir.

"Putri kami Xana telah berpulang siang ini dalam usia 9 tahun, setelah lima bulan bergulat dengan osteosarcoma," tulis Enrique dalam pernyataan yang diunggah lewat twitter pribadinya, @luisenrique21.


Kanker tulang merupakan jenis kanker yang menyerang tulang. Kondisi ini bisa dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut laman MayoClinic, kanker tulang dapat menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, tetapi umumnya terjadi di tungkai, lengan, dan panggul.

Kanker tulang biasanya jarang terjadi, dari semua penderita kanker, peluang terjadi hanya 1 persen.

Beberapa gejala dan tanda umum saat terjadi kanker tulang, di antaranya:

- Sakit tulang

- Pembengkakan di sekitar daerah yang terkena kanker tulang

- Tulang jadi rapuh dan bisa menyebabkan patah tulang

- Sering merasa kelelahan

- Mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan


Penyebab terjadinya kanker tulang biasanya tidak diketahui, umumnya dikaitkan dengan faktor keturunan, tetapi bisa juga terjadi karena terkena paparan radiasi.

Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah dengan mengangkat dan melakukan pembedahan tulang, meski begitu kemoterapi dan terapi radiasi juga dapat dilakukan. Keputusan operasi, kemoterapi atau terapi radiasi didasarkan pada jenis kanker tulang yang sedang diidap penderita.

Ilustrai Kanker Tulang
Ilustrai Kanker Tulang

Kanker tulang terbagi menjadi beberapa jenis

Berikut pembagiannya seperti dilansir MedicalNewsToday:

1. Osteosarkoma

Osteosarkoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum. Menurut Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude, anak-anak dan remaja berusia 10-19 tahun memiliki risiko tertinggi terkena osteosarkoma, dan itu adalah kanker paling umum ketiga yang terjadi pada remaja di Amerika Serikat.

Penyakit kanker ini menyebabkan pertumbuhan tulang berlebihan, juga meningkatkan risiko osteosarkoma.

2. Chondrosarcoma

Chondrosarcoma biasanya merupakan kanker yang berkembang pada orang dewasa. Dimulai dari tulang rawan, sejenis jaringan ikat yang melapisi sendi, dan kemudian menyebar ke tulang.

Umumnya, kanker jenis ini berkembang di kaki bagian atas, panggul, dan bahu. Tetapi pertumbuhan kanker chondrosarcoma lambat dan paling sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun.

3. Chordoma

Kanker tulang jenis ini adalah kanker tulang belakang yang sangat langka terjadi. Biasanya berkembang di pangkal tulang belakang dan tengkorak orang dewasa yang lebih tua.

Anak-anak dan remaja juga dapat terserang chordoma, biasanya mulai tumbuh di pangkal leher dan tengkorak kepala.

4. Sarkoma Ewing

Kanker tulang sarkoma ewing biasanya berkembang di panggul, dinding dada, tulang kering, atau tulang paha, tetapi kadang berkembang hingga ke jaringan lunak seperti lemak, otot, atau pembuluh darah.

Kanker jenis ini adalah tumor yang paling cepat pertumbuhannya dan bisa menyebar sampai ke organ terjauh di dalam tubuh, seperti paru-paru.

Istilah sarkoma ewing diambil dari nama James R. Ewing, seorang ahli patologi dan onkologi yang menjabarkan kasus pertama sarkoma Ewing pada 1921.

Kanker ini merupakan jenis kanker mematikan kedua dari jenis kanker tulang yang menyerang anak-anak, setelah kanker sarkoma osteogenik. Sebanyak 70 persen pengidapnya adalah anak usia di bawah 20 tahun, didominasi oleh laki-laki dan keturunan kaukasoid (kulit putih).

Saking langkanya, angka kejadian kanker ini di Amerika Serikat hanya 2,1 kasus per satu juta anak per tahun.

Sementara itu, menurut penelitian Teny Tjitra Sari, hanya ada 26 penderita kanker ini yang dirawat di Divisi Hematologi Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo dalam waktu 10 tahun (2000-2010).


Baca juga artikel terkait KANKER TULANG atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight