Anak-Istri Mugabe Masih Hidup Mewah di Atas Derita Rakyat Zimbabwe

Presiden Robert Mugabe beserta istri, Grace Ntombizodwa menghadiri kampanye partai ZANU (PF) di Chinhoyi, Zimbabwe (29/7/2017) REUTERS/Philimon Bulawayo
Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 14 Desember 2017
Dibaca Normal 4 menit
Keluarga mantan diktator Zimbabwe Robert Mugabe bergelimang harta hasil dari praktik monopoli SDA, korupsi, dan nepotisme. Sementara itu, rakyatnya dibiarkan kelaparan, miskin, dan menganggur.
tirto.id - Suatu hari Grace Mugabe diundang dalam kampanye politik di kawasan pribadinya di daerah Mazowe, Harare bagian Utara, Zimbabwe. 2014 masih jadi tahunnya sang suami, Robert Mugabe, yang sudah memegang kekuasaan di Zimbabwe sepanjang lebih dari tiga dekade. Grace gerah karena suaminya dianggap sebagai politisi yang bergelimang harta sementara rakyatnya dibiarkan menderita.

“Kami diberkati karena kami memiliki Baba Mugabe (pangggilan akrab Robert). Dia adalah presiden termiskin di dunia ini. Saya belum pernah melihat dia meminta uang dari siapapun,” ujar Grace, yang ironisnya, dikatakan di hadapan lebih dari 30 vila dan properti pribadinya yang tampak megah dan dibangun dari uang kotor Mugabe serta kroninya di tubuh partai penguasa, ZANU-PF.

Jeffrey Smith, direktur eksekutif kelompok pejuang demokrasi Vanguard Africa, memberitahu Time Money bahwa “Sudah sejak lama Robert Mugabe, keluarganya, dan kroni-kroninya mengkorupsi kas negara dan merampok kekayaan sumber daya alam Zimbabwe yang luar biasa besar untuk memperkaya diri.”

Pada tahun 2011, Wikileaks merilis sebuah komunikasi tertulis via kabel yang berusia satu dekade dan ditulis oleh kedutaan besar Amerika Serikat di ibu kota Zimbabwe Harare. Isinya mengungkapkan bahwa total kekayaan dari aset-aset yang dimiliki Mugabe tidak diketahui secara pasti. Namun jumlahnya diperkirakan melebihi $1 miliar dan sebagian besar diinvestasikan ke luar Zimbabwe, antara lain Swiss, Kepulauan Channel, Bahama, hingga ke Skotlandia.

Baca juga: Game of Thrones ala Mugabe, Soeharto-nya Zimbabwe

Klaim Grace patah seketika. Namun informasi ini tergolong jarang diketahui oleh rakyat Zimbabwe terutama di kalangan pendukung Mugabe. Setiap kata yang keluar dari mulut Grace disambut tepuk tangan meriah. Padahal, menurut Wikileaks, keluarga Mugabe memiliki properti di Hong Kong yang nilainya mencapai lebih dari $5 juta. Aset yang penuh sengketa ini kepemilikannya baru bisa 100 persen sah setelah diperjuangkan lewat pengadilan.

Guardian turut melaporkan bahwa perumahan mewah keluarga Mugabe tersebar hingga ke Malaysia, Singapura, dan kemungkinan Dubai. Sementara di Zimbabwe sendiri Mugabe memiliki enam kawasan perumahan pribadi dan dikelilingi lahan pertanian pribadi yang luas. Nama rumah megah multi-lantai Mugabe adalah The Blue Roof, yang ditaksir senilai lebih dari $9 juta. Di dalamnya terdapat 25 kamar, kolam renang luas, dua danau, ruang makan luas yang mampu menampung 30 tamu, dan sistem keamanan radar seharga jutaan dolar AS.

Grace adalah istri kedua Mugabe yang menikah setelah istri pertama Sally meninggal pada 1992—meski sebenarnya Grace dan Mugabe sudah menjalin hubungan gelap sejak beberapa tahun sebelumnya.

Grace kerap menamani acara politik Mugabe, dan besarnya harta sang suami yang ia habiskan sepanjang hidup terlihat dari pakaian, sepatu, hingga aksesori mewah dan gemerlap yang ia kenakan. Lagi-lagi kondisinya ironis karena di lapangan ia bertemu dengan rakyat Zimbabwe dengan pakaian seadanya.

Baca juga: Cina, Mugabe, dan Kudeta Zimbabwe

Grace yang keranjingan belanja barang-barang mewah sambil jalan-jalan ke luar negeri, terutama Eropa, dijuluki setidaknya tiga nama: Grace Gucci, First Shopper (Pembelanja Utama) dan DisGrace. Sehari-hari mengendarai mobil Rolls Royce Phantom yang hanya diproduksi 18 buah saja, ia pernah diberi hadiah ulang tahun cincin 100 karat seharga $1,35 juta dari Mugabe. Di Paris, menurut Guardian, ia diperkirakan menghabiskan $75.000 untuk belanja—dan bukan sekali-dua kali saja.

Grace membangun dua istana pribadi. Yang pertama ia namai Graceland, pembayarannya diklaim memakai tabungan pribadi, dan kemudian dijual ke mantan Diktator Libya Muammar Khadafi. Sementara yang kedua menghabiskan dana sekitar $26 juta, rampung pada tahun 2007, dan dibayar melalui dana yang dikumpulkan partai ZANU-PF sebagai rasa terima kasih atas pelayanan politik yang telah diberikan Mugabe, demikian laporan Newsvine.

Pada tahun 2010 kabel diplomatik AS kembali dibongkar Wikileaks dan menyatakan bahwa ada elite pejabat pemerintahan Zimbabwe, termasuk Grace, yang mengeruk pendapatan pribadi senilai jutaan dolar dengan cara menggali berlian di tambang Chiadzwa, Zimbabwe bagian Timur. Zimbabwe memang kaya akan tambang, dan praktik di tempat tersebut dinyatakan Wikileaks telah menghasilkan “keuntungan yang luar biasa” untuk Grace dan kroninya.

Kelakuan anak-anak Grace tak jauh berbeda dengan ibunya. Bersama Mugabe, Grace melahirkan Bona Nyepudzayi, Robert Peter Jr. dan Chatunga Bellarmine.

Baca juga: Di Balik Penampilan Glamor Para Pesohor

Berikut gaya hidup keluarga Mugabe sebagaimana direkam media, warganet, maupun diunggah ke akun Instagram: rajin menghamburkan uang di kelab malam bersama teman satu geng, terekam video menuangkan sampanye ke jam tangan Rolex-nya hanya karena iseng, mengenakan sepatu kulit buaya merek Giuseppe Zanotti seharga $14.000, mengendarai mobil Rolls Royces berlapis perak dan jet pribadi, dan mengoleksi baju, aksesori, dan mobil mahal—termasuk Batmobile.

Kelakuan serupa ditunjukkan pula oleh saudara-saudara Mugabe lainnya, yang menurut Esquire laporkan berjuluk “Anak-Anak Kaya Zimbabwe”. Vanessa Chironga adalah putri dari pebisnis dan politisi Philip Chiyangwa yang dilaporkan sebagai sepupu dekat Mugabe. Vanessa gemar pamer properti seperti baju, aksesori, dan kendaraan mewah di akun Instagramnya dan nilai totalnya diperkirakan sebesar $280 juta.

Ia dan tunangannya menikah di Kepulauan Seychelles pada tahun 2015 dan menghabiskan $60.000 dengan mengundang 50 orang tamu saja. Saudara perempuannya, Michelle, adalah pendiri jasa perawatan rambut dan rambut palsu Lady MC Hair. Keduanya kerap berdandan glamor, berfoto bersama, dan mengunggahnya di media sosial, sampai-sampai mereka dijuluki sebagai Kardashian-nya Zimbabwe.


Sementara Itu, Ekonomi Zimbabwe Remuk Redam

Zimbabwe adalah salah satu negara termiskin di Afrika, bahkan dunia, meski memiliki kekayaan alam yang besar—terutama mineral, demikian catatan lembaga South African Development Community. Pengelolaannya yang buruk sebab dikuasai oleh segelintir orang di era Mugabe.

Terutama sejak awal 2000-an, menurut catatan Mail & Guardian, ekonomi Zimbabwe terjun bebas dengan menyebarnya kemiskinan hingga ke pelosok-pelosok dan angka pengangguran mencapai 95 persen. Apalagi keikutsertaan Zimbabwe dalam perang di Kongo pada tahun 1998 membuat negara kehilangan ratusan juta dolar pendapatannya.

Sepanjang periode tahun 2003 hingga 2009 Zimbabwe mengalami hiperinflasi. Ketika itu pemerintah Zimbabwe memilih untuk menangguhkan mata uangnya sendiri. Zimbabwe mengalami 231 juta persen hiperinflasi di tahun 2008, puncak inflasi yang hampir tak pernah terjadi sebelumnya di dunia.

Ekonomi yang perlahan tumbuh sejak 2010-an belum mampu mengeluarkan Zimbabwe dari krisis. Pada pertengahan 2015 pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk mengganti uangnya menjadi dolar AS. Kebijakan ini benar-benar dilaksanakan mulai awal tahun 2016.

Baca juga: Kehidupan Glamor Anniesa Hasibuan, Pemilik First Travel

Kemiskinan dan pengangguran adalah dua penyakit utama rakyat Zimbabwe. Tingkat kemiskinan satu dekade silam hampir mencapai 80 persen sementara tingkat pengangguran pada tahun 2009 dianggap sebagai yang tertinggi di dunia karena lebih dari 90 persen, demikian merujuk laporan The Economist.

Pada tahun 2008, masa di mana rakyat Zimbabwe mulai mengonsolidasikan kekuatan karena sudah muak dengan Mugabe, garis kemiskinan semakin akut di aman gaji seorang bidang hanya $12 sen atau lebih murah dari harga sekaleng minuman soda. Kesenjangan ekonominya begitu dalam. Sementara Mugabe dan keluarganya membuang-buang makanan di istana, banyak rakyat Zimbabwe yang menderita kelaparan massal.

Mugabe lengser pada 21 November 2017 setelah kudeta militer yang cukup tenang karena tak diakhiri dengan perang sipil atau huru-hara berdarah lainnya. Keputusan ini disambut oleh rakyat Zimbabwe yang berharap presiden baru, Emmerson Mnangagwa, mampu mengangkat ekonomi negara.

Baca juga: Biar Utang yang Penting Gaya

Pertanyaannya kemudian, dengan berakhirnya kuasa Mugabe sebagai penghasil utama harta kekayaan keluarga, apakah Grace dan anak-anaknya otomatis menghentikan gaya hidupnya yang super glamor?

Sejumlah pengamat menilai harta kekayaan Mugabe yang dikumpulkannya selama tiga dekade belum akan habis dengan segera, apalagi berkatnya Grace maupun anak dan saudaranya telah memapankan bisnis di mana-mana. Menurut Guardian, dalam kesepakatannya dengan militer yang mengkudeta, Mugabe menerima $10 juta. Selama masa pensiun Mugabe juga tetap digaji sebesar $150.000 per bulan, dan Grace akan menerima setengahnya setelah Mugabe meninggal.

Perkara gaya hidup glamor barangkali bukan masalah, meski harus direm sedikit, sambil menunggu angin politik kembali menguntungkan mereka. Masih banyak yang mengidolakan Mugabe. Grace bisa memanfaatkan ini untuk kepentingan politik (dan belanjanya) di masa depan.

Baca juga artikel terkait ZIMBABWE atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Gaya Hidup)

Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Windu Jusuf
DarkLight