Alphabet Rilis Situs untuk Deteksi Dini Virus Corona Bagi Warga AS

Oleh: Ibnu Azis - 16 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Mereka yang memenuhi persyaratan kelayakan untuk tes akan diarahkan ke pengujian mobile berdasarkan kapasitas dan melakukan nasal swab.
tirto.id - Verily bekerja sama dengan negara bagian California dan otoritas kesehatan federal merilis situs web untuk deteksi dini virus corona COVID-19 bagi warga AS melalui survei screening daring, Senin (16/3/2020). Verily dimiliki oleh Alphabet perusahaan induk Google.

"Dimaksudkan untuk memperluas akses ke penyaringan dan pengujian risiko COVID-19 untuk individu berisiko tinggi di lokasi Bay Area," tulis Verily dikutip laman blog perusahaan.

Mengutip The Verge, situs web Verily sangat terbatas cakupannya lantaran hanya tersedia untuk warga di Bay Area, California, AS. Bahkan, keterbatasan itu tak berhenti sampai di sini.

Verily mewajibkan warga yang ingin melakukan screening harus berusia 18 tahun atau lebih, dapat berbicara bahasa Inggris, merupakan warga negara AS, dan bersedia menandatangani 'formulir' otorisasi.

Sebelum pengguna dapat mengetahui apakah mereka memenuhi syarat untuk tes, mereka harus membuat atau menggunakan akun Google untuk login dan 'menandatangani' otorisasi.

Selama proses pendaftaran, Verily memberi tahu bahwa akan mengumpulkan informasi pribadi pengguna macam nama, alamat, email, nomor telepon, dan informasi kesehatan, yang semuanya dapat digunakan oleh pemerintah dan otoritas kesehatan.

Situs web Verily melakukan proses multi-langkah yang memungkinkan warga California mengisi survei screening daring dan akan mengarahkan pasien yang memenuhi syarat ke pengujian di wilayah San Mateo dan Santa Clara sebagaimana diwartakan CNBC.

"Mereka yang memenuhi persyaratan kelayakan untuk tes akan diarahkan ke pengujian mobile berdasarkan kapasitas dan melakukan nasal swab. Setelah diuji, mereka akan diberitahu hasilnya dalam beberapa hari," tulis Verily.

Verily saat ini menjadi bagian dari Project Baseline, platform teknologi yang mendukung inisiatif penelitian dan komunitas.

Kehadiran Verily selang sehari setelah Presiden AS, Donal Trump, mengklaim bahwa Google sedang mengembangkan situs web serupa, sebagaimana diwartakan The Verge.

Akan tetapi, Google melalui COE-nya, Sundar Pichai, mengatakan pihaknya akan meluncurkan situs web informasi terkait virus corona, bukan seperti yang disangkakan.

"Kami akan meluncurkan versi awal situs web pada Senin malam, 16 Maret [waktu AS], dan kami akan terus meningkatkan dan memperbaruinya dengan lebih banyak sumber daya secara berkelanjutan," tulis Pichai melalui sebuah unggah di Google Blog.


Baca juga artikel terkait WABAH CORONA atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight