Almaz Produk Pertaruhan Wuling: Fitur Melimpah, Cocok di Indonesia?

Infografik Wuling Almaz
Sport Utility Vehicle (SUV) terbaru keluaran Wuling Motors Indonesia, Almaz. tirto.id/Adhi Bhaskara
Oleh: Ign. L. Adhi Bhaskara - 1 Maret 2019
Dibaca Normal 4 menit
Wuling memboyong produk SUV andalannya ke Indonesia. Dibekali fitur melimpah dan harga yang kompetitif, apakah strateginya efektif?
tirto.id - SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) baru saja meluncurkan secara resmi varian Sport Utility Vehicle (SUV) andalannya, Almaz. Dibanderol dengan harga on the road untuk Jakarta sebesar Rp318,8 juta dengan segudang fitur, Wuling berharap banyak pada produk papan atasnya ini.

Di Indonesia, Wuling hanya menghadirkan satu varian Almaz, yakni yang bermesin besin 4-silinder 1.500 cc dengan turbocharger. Mesin ini memiliki tenaga 140 tenaga kuda dan torsi maksimal 250 nm. Wuling mengklaim torsi yang dimiliki mesin berteknologi turbo keluaran Honeywell ini merupakan yang terbesar di kelasnya.

Transmisi yang dimiliki Almaz adalah transmisi otomatis menggunakan teknologi CVT dari Bosch dengan pilihan Eco dan Sport untuk mode berkendaranya. Transmisi ini memiliki opsi simulasi pengoperasian manual dengan delapan tingkat percepatan. Bosch dan Honeywell bukan nama sembarangan. Keduanya dikenal memiliki reputasi baik dalam bidang permesinan.

Dari sisi badan mobil, Almaz yang sudah menyematkan keyless entry dan start-stop engine button ini memiliki panoramic sunroof yang terluas di kelasnya dengan ukuran 0,82 m2. Pengaturan sunroof ini dilakukan melalu panel pengaturan yang terletak berjejer dengan spion tengah. Panel ini juga dapat mengatur lampu kabin serta menyediakan tempat penyimpanan kacamata.

Almaz menggabungkan panel meter cluster digital dan analog. Untuk panel digitalnya, SUV ini memiliki layar multi information display (MID) berwarna yang diklaim memiliki luas 7 inci. Setir dari Almaz juga sudah dipenuhi berbagai macam tombol, mulai dari tombol untuk cruise control hingga kontrol audio dan sambungan telepon.

SUV ini juga menyediakan fitur kamera 3600 yang dapat mempermudah parkir. Ada pula fitur Electric Parking Brake (EPB) dan Automatic Vehicle Holding (AVH) yang mempermudah pengemudi dalam pengereman di kala macet. Adapula fitur Hill Hold Control (HHC) yang dapat membantu menjaga kendaraan agar tidak mundur mendadak ketika berada di tanjakan.

Almaz juga dilengkapi Electronic Stability Control (ESC) serta Emergency Stop Signal (ESS), Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA) sebagai fitur keamanan ketika berkendara, khususnya saat pengendara melakukan manuver mendadak dan pengereman. Untuk kantong udara, terdapat empat airbag di bagian depan dan depan samping kabin kendaraan.


Meski Wuling Motors merupakan pabrikan asal Cina, fitur-fitur Almaz boleh dikatakan sudah menyaingi kelas mobil-mobil buatan Eropa. Namun, Wuling tidak berhenti di sini. Jualan utama Wuling dari Almaz adalah adanya head unit dengan layar sentuh seluas 10,4 inci. Dengan head unit ini, Wuling menyematkan status smart technology SUV pada Almaz.

Inilah yang kemudian membedakan Almaz dengan SUV lain yang beredar di Indonesia, entah itu bikinan Eropa, Amerika, ataupun Jepang. Melalui layar sentuh ini, pengemudi dan penumpang dapat mengatur air conditioning (AC), jendela dan lampu pintu, audio, tekanan ban melalui Tire Pressure Monitoring System (TPMS), sambungan telepon, melihat gambar dari kamera 3600, serta Wulink Link. Fitur yang terakhir adalah fitur mirroring ponsel pintar pada layar head unit berukuran 10, 4 inci tersebut, meski aplikasi yang dapat digunakan terbatas.

Desain interior Almaz cukup rapi dengan ruang kaki yang lega baik di bangku depan ataupun belakang. Mobil ini menggunakan kombinasi panel soft touch dan plastik keras pada bagian pintu dan dashboard-nya. Terdapat pula balutan kulit pada bagian setirnya. Kesannya mewah, meski kemudian ketika panel-panel plastik tersebut dipegang, kesan mobil kelas menengah tetap terasa.

Fitur untuk Pasar Indonesia?

Menurut Danang Wiratmoko yang bertugas pada Product Planning Wuling Indonesia (WI), ada beberapa fitur yang dihilangkan dari platform orisinal Almaz edisi Indonesia, yakni Baojun 530.

Salah satu yang dihilangkan adalah defogger pada kaca bagian belakang mobil dan fitur penghilang embun pada kedua spion samping Almaz. Danang mengatakan, kedua fitur tersebut tidak terlalu dibutuhkan untuk Indonesia yang beriklim tropis.

Sayangnya, dari pengalaman Tirto, fitur defogger di kaca belakang mobil sesungguhnya sangatlah membantu terutama pada musim hujan. Acap kali ketika hujan cukup deras, embun yang muncul pada kaca bagian mobil sulit dihilangkan dengan wiper semata sehingga berpotensi menghalangi pandangan pengemudi ketika menengok ke belakang melalui spion tengah.

Meski tampak futuristik, pengaturan AC melalu panel head unit layar sentuh pun sesungguhnya tidak terlalu praktis, bahkan dapat memberikan distraksi tambahan ketika pengemudi ingin menyesuaikan suhu AC selagi berkendara.


Akan lebih membantu jika tombol pengatur volume audio yang terletak persis di bawah head unit tersebut diganti dengan tombol pengaturan suhu AC. Toh, pada setir juga sudah tersemat tombol pengatur volume audio pada sisi sebelah kanannya.

Fitur cruise control yang ada pada Almaz juga bisa jadi mubazir, apalagi jika SUV ini digunakan di kota-kota Indonesia dengan tingkat kemacetan yang luar biasa. Padahal jika fitur ini dipangkas, harga jual Almaz dapat ditekan sehingga lebih terjangkau bagi para calon pembelinya.

Sebagai contoh, seperti dituliskan Tirto sebelumnya, harga jual Honda HR-V tipe S yang tidak memiliki fitur cruise control lebih murah Rp24 juta jika dibandingkan tipe E yang sudah memiliki fitur ini. Perbedaan harga ini dapat sangat menentukan pilihan pembeli. Dengan hanya satu varian Almaz yang dijual di Indonesia, calon pembeli tidak memiliki pilihan varian dengan harga yang lebih bersahabat.

Pertaruhan Wuling

Bagi Wuling, Almaz memegang peranan penting untuk menyasar kalang pembeli yang sedikit lebih elit dibandingkan produk mereka lainnya. Di hadapan para wartawan pada Rabu (27/2), Direktur Pemasaran Wuling Indonesia (WI) Yin Yi mengatakan Wuling ingin mendongkrak citranya di mata para calon pembeli melalui Almaz.

“Sejujurnya, Almaz adalah produk yang sangat penting untuk kami tahun ini karena dengan adanya Almaz, kita berharap kita dapat memberikan pengalaman yang lebih baik untuk customer dan bisa meningkatkan brand image kita,” jelas Yin Yi melalui penerjemah.

Brand Manager WI Dian Asmahani sendiri tidak menampik biaya promosi yang dikeluarkan Wuling untuk Almaz paling tinggi dibandingkan dengan produk Wuling lainnya. “Karena memang masing-masing produk punya peranan tersendiri. Masing-masing produk punya treatment tersendiri, tergantung dari costumer yang kita mau tuju ... Kedua, tergantung juga dari produknya,” jelasnya, sembari menambahkan sejumlah buzzer juga mereka gunakan dalam strategi promosi mereka.

Dian mengakui, kehadiran Wuling yang masih seumur jagung di Indonesia—kurang dari dua tahun—menjadi tantangan utama bagi penjualan Wuling. Kepercayaan konsumen, menurutnya, masih perlu dibangun agar produk-produk Wuling dapat benar-benar bersaing di pasar Indonesia.



Hal senada disampaikan Yin Yi. Lewat Almaz, demikian Yin Yi, Wuling ingin ‘menggoda’ para calon pembeli melalui pengalaman berkendara yang baik ala Wuling. Ketika masyarakat Indonesia sudah memiliki pengalaman yang baik dengan Wuling, barulah mereka akan fokus pada angka penjualan, sebutnya.

“Harga Almaz adalah harga untuk experience,” jelas Yin Yi. Ia percaya angka penjualan akan tumbuh positif jika pelanggan memiliki pengalaman berkendara yang baik dengan Wuling.

Dian mengatakan, dalam perkembangannya, penerimaan masyarakat terhadap Wuling semakin membaik, tampak dari penjualan total yang mencapai lebih dari 20.000 unit. “Itu yang membuat kami semakin lama semakin percaya diri bahwa karena kita memang berkomitmen, konsumer juga pasti akan menerima kita,” kata Dian.

Sejauh ini, Wuling mengklaim penerimaan konsumen terhadap Almaz sendiri cukup baik. Direktur Penjualan WI Yedi Yunadi Sondi mengatakan Wuling sudah menerima lebih dari 1.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk Almaz sebelum peluncuran resmi. “Saya pikir antusiasmenya cukup bagus, jadi kita mengharapkan yang terbaik,” kata Yedi.

Kini tantangannya terletak pada kapasitas pabrik Wuling yang terletak di Cikarang. Ini diakui oleh Yin Yi. Ia mengatakan berharap kapasitas produksi pabrik dapat ditingkatkan seiring naiknya angka penjualan.

“Kita pasti lakukan yang terbaik, pasti akan ada [penyesuaian] di tengah-tengah, tapi kita akan coba memenuhi permintaan konsumen lebih baik lagi,” terang Dian.

Baca juga artikel terkait MOBIL atau tulisan menarik lainnya Ign. L. Adhi Bhaskara
(tirto.id - Otomotif)

Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara
Editor: Windu Jusuf
DarkLight