Aliran Modal Asing Bisa Capai Rp1,7 T Meski Ada Ricuh Aksi 22 Mei

Oleh: Hendra Friana - 23 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Gubernur BI menyampaikan, net beli asing di pasar SBN mencapai sekitar Rp1,7 triliun dalam dua hari belakangan.
tirto.id - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan bahwa kondisi pasar keuangan, perbankan dan sistem pembayaran tetap stabil meski sempat terjadi kerusuhan aksi 22 Mei usai KPU mengumumkan pemenang Pilpres.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, aliran modal asing (capital inflow) tercatat masih mengalir ke surat berharga negara (SBN).

"Sampai hari ini masyarakat dan pelaku usaha percaya dan yakin ekonomi Indonesia pasca-pengumuman akan tetap baik," ujarnya dalam konferensi pers KSSK di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memaparkan, net beli asing di pasar SBN mencapai sekitar Rp1,7 triliun dalam dua hari belakangan. Masuknya modal asing tersebut, kata Perry, dipicu oleh kepercayaan pasar dan investor asing terhadap perbaikan ekonomi ke depan di Indonesia.

Selain kepercayaan terhadap perekonomian ke depan, imbal hasil SBN saat ini juga disebut menjadi faktor yang menarik inflow.


"Memang kalau yield SBN 10 tahun yang kemarin sekitar 8,05 persen. Pagi ini sudah di bawah 8 persen bahkan menjadi yang 10 tahun itu adalah 7,95 persen jadi ini terjadi seperti itu," imbuhnya.

Sementara itu, tren suku bunga simpanan pada Mei 2019 juga sudah relatif stabil, yakni sebesar 6,04 persen. Banking stability indeks dilaporkan menunjukkan perbaikan, tercermin dari indeks yang turun dari 99,2 menjadi 99,1 meski nilai tukar sempat melemah.

Penarikan uang dari perbankan ke Bank Indonesia juga masih berjalan. Bahkan, kata Perry, aksi 22 Mei lalu ada 13 bank yang masih melakukan penarikan uang. Layanan transaksi seperti kliring yang melalui SKNBI pun berjalan normal dan bahkan di atas rata-rata penarikan harian.

"Aktivitas kliring kemarin itu volume 696 ribu dengan nilai Rp14 triliun, ini lebih tinggi rata-rata harian. Demikian juga nilai besar kemarin juga lebih tinggi dari rata-rata harian Rp577 triliun. Jadi kami katakan aktivitas perbankan berjalan normal dan hari ini semakin normal," ungkapnya.


Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight