Alasan Sultan HB X Tolak Lepas Tanah Kesultanan Jogja untuk Tol

Reporter: Irfan Amin - 20 Apr 2022 08:17 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sri Sultan HB X tak mau melepas kepemilikan tanah untuk proyek jalan tol karena alasan keistimewaan Yogyakarta.
tirto.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X mempersilakan pemerintah untuk menggunakan tanah Kasultanan Yogyakarta atau Sultan Ground untuk jalan tol yang melintas di wilayahnya.

"Silakan pemerintah mau menggunakan, gunakan saja selama masih mau dipakai," kata Sri Sultan HB X kepada awak media, Selasa (19/4/2022).

Meski begitu, Sultan tak mau melepas kepemilikan tanah tersebut karena menjadi salah satu penanda dari keistimewaan Yogyakarta.

"Dan kala saya kira, salah satu dasar kesitimewaan DI adalah Sultan Ground dan Pakualaman Ground. Kalau habis maka istimewanya apa lagi," ujarnya.

Sejumlah lahan Sultan Ground banyak digunakan oleh keperluan nasional, salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Selama mau dipakai silakan, dan seperti UGM dan lainnya masih dipakai silakan saja," ungkapnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan sejumlah proyek jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satunya ruas Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 km yang pengerjaannya sudah dimulai pada 30 Maret 2022.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan pembangunan jalan tol yang melintasi dua provinsi tersebut akan meningkatkan konektivitas Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Jalan Tol Yogyakarta Bawen nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang-Solo, dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta International Airport Kulonprogo yang saat ini masih tahap konstruksi dengan progres 20,21 persen," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (30/3/2022).

Dengan nilai investasi senilai Rp14,26 triliun, Hedy mengatakan pembangunan jalan tol ini harus mampu memberikan dorongan perkembangan ekonomi di DIY dan Jawa Tengah. Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang dibentuk oleh konsorsium pemenang lelang.

"Kepada konsorsium kontraktor untuk melibatkan tenaga kerja lokal dan produk lokal sebanyak mungkin, sehingga dampak ekonominya akan terasa sangat kuat," ujar dia.

Hedy memaparkan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki tantangan yang cukup tinggi yakni menjaga kawasan cagar budaya dan kelestarian lingkungan, trase yang melewati potensi gempa, sungai lahar dingin hingga wilayah mata air.

“Dalam membangun jalan tol ini kita harus cepat, tapi juga tetap harus menjaga kualitas dan mutu," kata dia.


Baca juga artikel terkait TOL YOGYA-BAWEN atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight