Menuju konten utama

Alasan Mengapa Anak di Bawah 1 Tahun Tak Boleh Konsumsi Madu

Memberikan madu pada bayi usia di bawah satu tahun tiak dianjurkan oleh dokter. Mengapa? Berikut ini penjelasannya. 

Alasan Mengapa Anak di Bawah 1 Tahun Tak Boleh Konsumsi Madu
Ilustrasi Madu. foto/istockphoto

tirto.id - Memperkenalkan anak pada berbagai jenis makanan baru adalah hal yang menyenangkan di tahun pertama anak. Namun, tidak semua makanan dapat diberikan salah satunya adalah madu.

Para ahli menyarankan pada orang tua untuk memberikan madu kepada anak jika umurnya telah lebih dari satu tahun.

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Indah Bintaro Robert Soetandio pun mengatakan demikian. “Pemberian madu di bawah satu tahun tidak boleh, ditakutkan ada kontaminasi Clostridium botulinum,” ungkapnya via daring kepada Antara.

Clostridium botulinum di dalam madu dapat menghasilkan neurotoksin yang berbahaya di dalam tubuh anak, yang juga dapat memunculkan kondisi botulisme.

Dilansir dari laman Parents, botulisme adalah kondisi serius yang menyerang saraf tubuh dan dapat berakibat kematian. Anak dengan usia di bawah 6 bulan berada pada risiko tertinggi.

Adapun gejala botulisme adalah sebagai berikut mengutip KidsHealth:

- Konstipasi

- Otot wajah yang melemah sehingga membuat wajah terlihat rata

- Tangisan lemah

- Otot lemah di lengan, kaki, dan leher

- Masalah pernapasan

- Kesulitan menelan dengan banyak air liur

Sementara itu, lesu, nafsu makan memburuh, dehidrasi, pneumonia dan kontrol tubuh yang melemah dapat muncul sebagai gejala botulisme.

Selain pada madu, racun dari bakteri Clostridium botulinum yang menyebabkan botulisme pada bayi tersebut dapat ditemukan pada tanah dan debu. Bakteri tersebut juga dapat menyerang permukaan seperti karpet dan lantai.

Di sisi lain, bakteri ini tidak berbahaya bagi anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa. Hal ini disebabkan sistem pencernaan yang lebih matang dan kuat sehingga dapat memindahkan racun ke seluruh tubuh sebelum menyebabkan kerusakan.

Bayi dengan botulisme memerlukan perawatan di rumah sakit, biasanya di unit perawatan intensif (ICU).

Tim perawatan kesehatan dan dokter mengobati botulisme dengan memberikan antitoksin sesegera mungkin. Bayi yang mendapatkan antitoksin tersebut akan pulih lebih cepat,

Jika toksin memengaruhi otot-otot pernapasan, bayi mungkin perlu menggunakan ventilator selama beberapa minggu hingga kondisi kesehatan mereka lebih stabil.

Apabila memengaruhi otot-otot yang membantu proses menelan makanan, bayi akan dipasang infus untuk mendapatkan makanan.

Untuk mengatasi kondisi ini, ada baiknya memperkenalkan madu kepada anak setelah usia mereka di atas 1 tahun.

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan berbagai makanan olahan yang mengandung madu sehingga kondisi botulisme bisa dihindari.

Baca juga artikel terkait MADU atau tulisan lainnya dari Dinda Silviana Dewi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yandri Daniel Damaledo