Alasan Main Pokemon Go Pakai Perangkat Xiaomi Kena Blokir

Oleh: Ditya Pandu Akhmadi - 2 Oktober 2019
Fitur Game Booster di perangkat Xiaomi diduga Niantic, developer Pokemon Go, sebagai aplikasi pihak ketiga terlarang.
tirto.id - Pokemon Go adalah salah satu game berbasis augmented reality yang cukup populer. Belum lama ini, para pemain Pokemon Go yang menggunakan smartphone Xiaomi dilaporkan di-banned oleh Niantic selaku pengembang. Akun mereka diblokir karena terdeteksi menggunakan aplikasi third party terlarang.

Pengguna smartphone Xiaomi terdampak dilaporkan menerima notifikasi bawah akun mereka ditangguhkan untuk sementara waktu.

Melansir XDA Deveopers, Rabu(2/10/2019), pengguna yang paling banyak kena blokir menggunakan smartphone Redmi 5 dan Note 5 Pro, beberapa di antaranya memakai ponsel Mi 8, Redmi Note 4/7 Pro, dan Mi 9.

Sebagian besar pengguna Xiaomi yang kena blokir adalah mereka yang telah upgrade MIUI ke versi 10.3.2.


Menurut Android Central, pemblokiran ini disebabkan oleh fitur bawaan Xiaomi bernama Game Booster yang berfungsi untuk mengoptimalkan performa smartphone saat memainkan game.

Niantic tampaknya salah mendeteksi fitur Game Booster tersebut sebagai aplikasi pihak ketiga yang dilarang.

Salah satu pengguna Twitter bernama pengguna @AnetUA2 telah menghubungi Xiaomi dan pengembang game Pokemon Go mengenai masalah pemblokiran yang dialami.

Akun tersebut bahkan telah membuat spreadshet di Google Sheet yang berisi daftar pengguna yang diblokir. Saat artikel ini dibuat, lebih dari 500 penggguna mendaftar di sheet tersebut.

Niantic selaku pengembang game Pokemon Go akhirnya angkat bicara. Niantic mengatakan telah melakukan investigasi mengenai pengguna terblokir karena menggunakan fitur Game Turbo di Xiaomi.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai nasib pengguna yang kena blokir. Niantic memang ingin mencegah segala bentuk kecurangan, namun di sisi lain sistemnya masih perlu diperbaiki.


Baca juga artikel terkait POKEMON GO atau tulisan menarik lainnya Ditya Pandu Akhmadi
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Ditya Pandu Akhmadi
Penulis: Ditya Pandu Akhmadi
Editor: Ibnu Azis
DarkLight