Alasan Korea Selatan Berlakukan Wajib Militer pada Warga Laki-laki

Oleh: Maria Ulfa - 4 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Korea Selatan mewajibkan warga negara laki-lakinya yang berusia 18 hingga 28 tahun untuk mengikuti wajib militer selama 2 tahun.
tirto.id - Korea Selatan adalah salah satu dari sedikit negara yang memberlakukan wajib militer kepada warga laki-lakinya.

Kini, setelah 65 tahun berakhirnya perang Korea, bagi setiap warga laki-laki di Korea Selatan yang bertubuh sehat dan berusia antara 18 hingga 28 tahun diwajibkan melaksanakan wajib militer selama kurang lebih 2 tahun, demikian seperti dilansir SBS.Com.

Undang-undang pendaftaran militer sendiri telah mengalami perubahan pada 2018. Di mana usia maksimum seorang laki-laki Korea dapat menunda layanan wajib militer telah dikurangi dua tahun, yang awalnya 30 tahun, kini menjadi 28 tahun, dan mulai berlaku pada 1 Agustus 2018.

Setelah peraturan ini dibuat, laki-laki di Korea Selatan yang berusia lebih dari 28 tahun tidak dapat lagi menunda pendaftaran wajib militernya karena alasan seperti sedang sekolah pascasarjana, saudara kandungnya juga berada di militer, atau sedang menjadi ambassador tertentu.

Selain itu, batasan perjalanan internasional untuk laki-laki menjadi 25-27 tahun saja. Selama itu, mereka hanya diizinkan melakukan lima perjalanan internasional, dengan masing-masing perjalanan maksimal selama 6 bulan, dan total perjalanan tidak boleh melebihi 25 bulan.

Alasan yang mendasari kenapa warga laki-laki di Korea Selatan harus menjalani wajib militer adalah terdapat ancaman berkelanjutan dari Korea Utara terhadap Korea Selatan mengenai serangan senjata nuklir.

Mengingat bahwa konflik Korea di tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukannya perjanjian damai, membuat kedua negara tersebut masih bersitegang, demikian dilansir South China Morning Post.

Wajib militer ini bertujuan untuk mempertimbangkan situasi keamanan di Korea Selatan pasca terpecahnya semenanjung Korea menjadi dua bagian, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan.

Sedangkan, beberapa divisi yang bisa dimasuki untuk pelatihan wajib militer sendiri adalah Angkatan Darat (21 bulan), Angkatan Udara (24 bulan), dan Angkatan Laut (23 bulan).

Selain itu, peserta wajib militer juga bisa memilih bertugas sebagai polisi (21 bulan), atau sebagai pemadam kebakaran (23 bulan), demikian dilansir The Korea Herald.

Akan tetapi, baru-baru ini, presiden Korea Selatan, Moon Jae In memiliki rencana untuk mengurangi durasi wajib militer di Angkatan Darat dari 21 bulan menjadi 18 bulan pada tahun 2022.

Hal tersebut didasari oleh usaha Korea Selatan untuk meredakan ketegangan lintas perbatasan setelah KTT antar-Korea yang dilaksanakan pada April dan Mei 2018 lalu.

Jika rencana ini bisa diterapkan, maka pengurangan durasi tersebut akan berlaku untuk peserta yang masuk wajib militer di Angkatan Darat tahun 2020.


Baca juga artikel terkait WAJIB MILITER atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight