Alasan Kemenhub Pilih Manggarai Jadi Stasiun Sentral Pada 2023

Reporter: Selfie Miftahul Jannah - 10 Jun 2022 12:21 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Stasiun Manggarai dipilih menjadi lokasi pengembangan stasiun sentral lantaran posisinya sangat strategis.
tirto.id - Stasiun Manggarai akan menjadi stasiun sentral, ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2023. Pergerakan kereta mulai dari kereta api (KA) jarak jauh, KRL Jabodetabek, serta KA Bandara akan beroperasi dalam satu gedung stasiun.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, menuturkan Stasiun Manggarai dipilih menjadi lokasi pengembangan stasiun sentral lantaran posisinya sangat strategis. Ditambah peran vital dalam menunjang layanan kereta api di Jakarta.

"Saat ini, Stasiun Manggarai sudah mengemban peran menjadi stasiun hub untuk tujuh persimpangan jalur kereta api yang terdiri dari jalur kereta api yang mengarah ke Jatinegara, arah ke Jakarta Kota, arah ke Tanah Abang, arah ke Bogor, arah ke depo KRL Bukit Duri, arah ke Pusat Gudang Persediaan, serta mengarah ke Balai Yasa Manggarai,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (10/6/2022).

Dia merinci per Mei 2022 proses pengerjaan Stasiun Manggarai sudah mencapai 60,125 persen untuk pembangunan fisik sisi timur. Kemudian untuk mengakomodasi tingginya lalu lintas kereta api dan mengurai bottleneck yang sering terjadi Manggarai akan memiliki 18 jalur aktif saat pengoperasian penuh.

18 jalur aktif itu terdiri dari 8 jalur yang terletak pada lantai dasar dan 10 jalur layang di lantai 2. Kemudian lantai 1 difungsikan sebagai concourse. Pada tahap pengembangan akhir nanti, Stasiun Manggarai juga akan dilengkapi 14 lift dan 14 escalator untuk menunjang pergerakan penumpang.

Selain penambahan jalur, di Stasiun Manggarai juga ada penambahan luasan area terbuka, sebagai tempat bertemu orang yang lalu lalang di stasiun (concourse). Itu dilakukan agar penumpang lebih nyaman untuk melakukan transit dan kegiatan lain di stasiun.

"Kami ingin meyakinkan masyarakat, concourse yang tersedia saat ini masih akan ditambah lagi. Concourse akan menjadi dua kali lebih luas dibandingkan saat ini, sehingga masyarakat akan lebih nyaman saat melakukan transit dan kegiatan lainnya di dalam stasiun," ungkapnya.

Terintegrasi Moda Transportasi Lain

Stasiun Manggarai juga dipersiapkan untuk dapat diintegrasikan dengan moda transportasi lain seperti LRT, Transjakarta, dan transportasi umum lainnya. Dia menjelaskan pengembangan integrasi dan interkoneksi antar moda dilakukan sebagai upaya untuk mengakomodasi pergerakan 1,2 juta penumpang yang diperkirakan akan dilayani oleh Stasiun Manggarai.

Zulfikri menuturkan Stasiun Manggarai akan ditata dan dikembangkan menjadi kawasan bisnis terpadu. Proses tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan pihak lain dan pemerintah daerah.

SO6 Akan Dilakukan Pada November 2022

Perubahan operasional keenam (Switch over) SO6 juga akan dilakukan di Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus menuturkan SO6 akan dilakukan pada November 2022.

"Rangkaian kegiatan switch over (SO) ini diperlukan untuk memastikan operasional Stasiun Manggarai dapat berlangsung meski pembangunan terus berjalan," ucap Rode.

Rode menuturkan pembangunan struktur stasiun terletak pada jalur aktif KA yang tidak boleh terganggu perjalanannya, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan Stasiun Manggarai. Setelah selesai dibangun nanti, kehadiran Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral pertama di Indonesia.

Dia berharap bisa meningkatkan pelayanan jasa angkutan penumpang KRL Jabodetabek dan KA jarak jauh dari dan ke DKI Jakarta. Hal ini mengacu kepada negara-negara lain seperti Thailand dan Malaysia sudah terlebih dahulu memiliki stasiun sentral untuk menata pergerakan kereta api di negaranya.

Baca juga artikel terkait STASIUN MANGGARAI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight