Alan Suryajana Berbagi Pengalaman Trading

Alan Suryajana Berbagi Pengalaman Bekerja dan Bantu Sesama di Era Digital. FOTO/Dok.Istimewa
Alan Suryajana Berbagi Pengalaman Trading
10 Oktober 2021
Tak bisa dimungkiri bahwa teknologi telah mengubah cara pandang kita. Tumbuhnya teknologi di era sekarang juga membantu pekerjaan lebih mudah dan cepat. Oleh sebab itu, penting rasanya untuk menggali peluang untuk bisnis atau pun pekerjaan lewat teknologi. Ini juga yang disarakan oleh Alan Suryajana yang sering bekerja di belakang meja di studio pribadi bernilai lebih dari seratus juta rupiah berhadapan dengan laptop dan memegang gawai.

“Ketika saya baru lulus sebagai sarjana perminyakan dari luar negeri di tahun 2015, saya langsung kembali ke Indonesia dan berharap bisa bekerja di perusahaan perminyakan multinasional sesuai dengan kemampuan akademis saya dan tentunya dengan gaji yang besar,” kata Alan Suryajana kepada media Jumat, 8 Oktober 2021 di Jakarta Utara.

“Tetapi saya tidak mendapatkan pekerjaan idaman itu sampai beberapa bulan kemudian dan menjalani kehidupan sebagai pengangguran, jadi saya banyak membantu usaha orang tua,” katanya. Alan bahkan sempat menjadi penjual HP untuk mendapatkan penghasilan sampingan.

“Saya kemudian menemukan iklan salah satu penyedia trading online forex dari luar. Mulailah mengenal dan mempelajari cara mendapatkan penghasilan dari sini,” kata Alan saat menceritakan awal mula mengenal dunia yang sekarang digelutinya di trading online forex.

Alan mengaku mengasah skill trading lewat indikator dan analisa teknis secara online. “Saya harus menahan rasa lelah, jenuh dan kurang tidur hanya untuk mengamati proses dan hasilnya, menghabiskan waktu berjam-jam menatap kandel merah hijau naik turun silih berganti,” kata Alan. Dia bahkan kerap duduk di depan komputer sampai 15 jam dan akhirnya berhasil mendapatkan puluhan dollar AS.

Alan mengakui sempat bimbang apakah akan melanjutkan atau tidak dengan hal yang baru dikenal ini sementara teman-temannya sudah bekerja pada bidangnya. Tetapi berkat dukungan moral dari keluarga dan orang terdekat, dia tetap berada pada jalurnya.

Resiko tinggi dalam trading bisa dia taklukkan lewat berbagai strategi yang dirancangnya sendiri. “Saya bahkan menjiwainya dengan menyebut strategi yang ada dengan singkatan yang unik seperti CTC (Color to Color), EOA (Eye of Alan Suryajana), sebagai plesetan dari strategi klasik Eye of Angel dan Memecan atau Mental Mentul Cantik,” kata Alan. Namun, ada satu konsep yang dia kembangkan sendiri untuk mencapai konsistensi dalam menghasilkan keuntungan dari trading forex, yaitu aturan kompensasi yang sudah banyak dia share di IG dan YT.

“Siapapun asal mau belajar dan bisa membagi waktu dengan disiplin bisa menjalani trading dan pekerjaan yang ada pada waktu yang bersamaan. Saya belajar dari pengalaman sendiri, trading online itu tidak harus dijalankan dengan menghabiskan waktu seperti saya dulu, cukup 1 -2 per sesi dengan durasi 1 jam per sesinya, karena faktor emosi dan kehilangan fokus, yang bisa berakibat fatal,” kata Alan Suryajana.

Alan Suryajana pun menyampaikan bahwa belajar ilmu trading dari dirinya terbuka untuk siapa saja selama mau belajar dan belajar karena impiannya adalah menciptakan banyak trader mandiri di seluruh Indonesia.

DarkLight