Aktris Uma Thurman Ungkap Pelecehan Seksual Harvey Weinstein

Oleh: Yuliana Ratnasari - 4 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Pemain "Kill Bill", Uma Thurman, mengatakan kepada 'New York Times' bahwa Harvey Weinstein melakukan pelecehan seksual kepadanya.
tirto.id - Aktris Uma Thurman buka suara tentang pengalamannya dilecehkan oleh produser film Harvey Weinstein. Dalam satu wawancara dengan The New York Times, "This is Why Uma Thurman is Angry", ditulis oleh kolumnis Maureen Dowd, Thurman menceritakan soal percobaan pelecehan seksual di suite Weinstein di Hotel Savoy di London pada pertengahan 1990-an.

Weinstein telah dituduh melakukan pelecehan seksual, penyerangan, dan pemerkosaan oleh banyak perempuan. Thurman, bintang film
Pulp Fiction (1994) dan Kill Bill (2003-2004), mengatakan tahun lalu ia akan bercerita tentang pengalamannya mengenai Weinstein saat ia siap melakukannya.

Kepada
New York Times, ia berkata: "Itu seperti 'getokan di kepala.' Ia mendorongku. Ia berusaha sendiri menyorongkan badan ke arahku. Ia mencoba mengekspos dirinya sendiri. Ia bertingkah segala hal tak menyenangkan.

"Kau ditempatkan seperti binatang yang melengos, seperti seekor kadal. Aku melakukan apa pun yang bisa kuperbuat agar situasi kembali pada tempatnya. Sesuai kemauanku, bukan keinginan dia."

Aktris itu juga menekankan bahwa bekas agensinya, Creative Artists Agency, "terhubung" dengan perilaku predator Weinstein. Untuk ini, agensi tersebut telah merilis permintaan maaf.

Thurman juga mengungkapkan sutradara Quentin Tarantino memaksanya mengendarai mobil saat syuting
Kill Bill di Meksiko, yang ia tahu berpotensi mencelakainya.

Ia bersikeras ia tak merasa nyaman mengendarai mobil tersebut dan menyarankan agar pemeran pengganti yang melakukannya. Tetapi keberatannya ditolak.

Tarantino marah besar atas keberatan Thurman. "Aku berjanji bahwa mobil itu dalam keadaan baik," kata Tarantino. "Tancap mobil sampai 65 km/jam atau rambut kau tak berkibar sehingga aku akan memintamu melakukannya lagi," desak Tarantino.

Saat bersiap mengendarai mobil tersebut, Thurman seakan memasuki kotak kematian. Kursi kemudi tak berjalan dengan baik. Jalan yang ditempuhnya pun jalan berpasir serta jalan berkelok. Beberapa detik kemudian, saat menancap mobil tersebut, mobil itu menabrak sebuah pohon. Thurman mengalami cedera permanen. Ia butuh 15 tahun untuk mendapatkan footage video tersebut, ditampilkan pada artikel di New York Times.

Upaya penyerangan seksual Weinstein di London, Thurman berkata kepada
Times, terjadi setelah bertemu di satu kamar hotel di Paris saat Weinstein memakai mantel mandi.

"Aku tak merasa terancam," ia mengingat peristiwa itu. "Aku pikir ia bertingkah super idiosinkratik, seperti pamanmu yang bersikap aneh dan eksentrik."

Mengutip laporan
The Guardian, "Uma Thurman Breaks Silence on Harvey Weinstein," Thurman mengatakan produser itu menginstruksikan untuk mengikutinya menyusuri lorong.

"Aku mengikutinya melalui pintu dan tiba di kamar uap," katanya. "Aku berdiri di sana, mengenakan setelan kulit hitam— sepatu bot, celana, jaket. Aku merasa sangat gerah dan berkata, 'Ini menggelikan, apa yang kau lakukan?' Dan ia sangat gugup, marah, lalu berlari keluar."

Weinstein, yang jadi subyek penyelidikan polisi di New York, Los Angeles, Beverly Hills, dan London, kini menjalani terapi di Arizona. Polisi Inggris yang menyelidiki Weinstein telah menerima dua tuduhan serangan seksual. Ia menolak semua tuduhan berhubungan seksual tanpa konsensual.

Thurman mengatakan pada saat tuduhan serangan seksual di London, ia tinggal bersama seorang teman di Fulham. Esok harinya, katanya, Weinstein mengiriminya sebuket besar mawar.

Bersama temannya, Thurman kembali ke Savoy untuk menghadapi Weinstein. Ia meminta Weinstein untuk menemuinya di bar. Tapi Weinstein menolak, dan meminta Thurman ke kamar lantai atas hotel itu sendirian.

Thurman memperingatkan Weinstein: "Jika kau melakukan hal sama terhadap orang lain, kau akan kehilangan karier, reputasi, dan keluarga kau, aku janji."

Juru bicara Weinstein menolak serangan apa pun terhadap karier Thurman dan berkata bahwa sang produser memuji Thurman "seorang aktris brilian" yang bersamanya telah "menjalin hubungan kerja yang flirtatious dan menyenangkan."

Thurman berkata: "Betapa buruk perasaanku atas apa yang dilakukan Harvey ke semua perempuan setelahku. Aku salah satu alasan mengapa seorang gadis muda memasuki kamarnya sendirian, sepertiku.”

Weinstein tengah mempertimbangkan langkah hukum menyusul tuduhan Thurman di
New York Times. Pengacaranya mengatakan bahwa kliennya "tertegun dan sedih atas tudingan yang dia klaim sebagai tuduhan palsu."


Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Film)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari