Menuju konten utama

Aksi 28 Oktober, Nelayan: Kami Tak Butuh Investor, Tapi Butuh Laut

Perwakilan nelayan menyuarakan permasalahan dan konflik terkait investor yang kerap terjadi saat aksi 28 Oktober.

Aksi 28 Oktober, Nelayan: Kami Tak Butuh Investor, Tapi Butuh Laut
Nelayan tradisional menarik tambang jaring 'ered' di pesisir Pantai Timur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (27/10/2019). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi.

tirto.id - Perwakilan nelayan turut hadir dalam aksi 28 Oktober yang digelar hari ini. Mereka menyuarakan permasalahan dan konflik yang kerap terjadi dalam lingkup terkait keseharian nelayan.

"Kami nelayan tidak butuh investor, kami nelayan butuh laut," tegas Asmania, perempuan nelayan perwakilan dari Pulau Pari, dalam orasinya di depan Gedung Mandiri Syariah, Jakarta Pusat, pada Senin (28/10/2019).

Asmania menegaskan bahwa kelompok nelayan sudah sejahtera tanpa keberadaan investor di kawasan mereka.

"Kami sudah sejahtera dengan laut kami," tegasnya.

Di tengah-tengah orasi, Asmania pun meneteskan air mata. Massa aksi menepuk tangan dan menyemangatinya.

"Hentikan investasi yang terjadi di Pulau Pari," ujar Asmania.

"Bapak presiden yang terhormat, bapak menteri yang terhormat, jangan usik kehidupan nelayan. Kami hanya ingin hidup tenang di tanah kelahiran kami," lanjutnya.

Asmania juga meminta agar pemerintah bisa segera menghentikan kriminalisasi yang terjadi para sejumlah nelayan.

"Di setiap daerah-daerah, tanah kami berkonflik. Kami butuh laut, bukan butuh investor," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait NELAYAN atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Maya Saputri