Akses Warga ke Sanitasi & Air Minum Masih Minim

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 11 April 2019
Sekitar 83 persen penduduk miskin nasional diketahui tidak memiliki sanitasi yang layak yakni kondisi kamar kecil tak terawat dan tak higienis.
tirto.id - Peneliti Perkumpulan Prakarsa, Dwi Rahayu Ningrum mengatakan masih banyak penduduk yang belum dapat mengakses sanitasi, air minum layak, dan bahan bakar memasak layak. Hal ini sesuai dengan indikator kemiskinan multidimensi (IKM).

Data Perkumpulan Prakarsa menunjukkan, sekitar 83 persen penduduk miskin nasional diketahui tidak memiliki sanitasi yang layak.

Sementara itu, sekitar 81 persen penduduk miskin tidak memiliki akses air minum yang layak. Lalu 76 persen penduduk miskin juga didapati tak memiliki bahan bakar memasak yang layak.


"Karakteristiknya ternyata yang paling banyak menyumbang kemiskinan paling tinggi sanitasi, air minum layak, dan bahan bakar memasak," ucap Dwi dalam diskusi bertajuk 'Jelang Debat Pemungkas Pemilihan Presiden 2019', di Madame Delima, Kamis (11/4/2019).

Persoalan sanitasi, menurut Prakarsa, kondisi kamar kecil tak higenis dan kurang terawat. Kemudian, kekurangan bahan bakar memasak, yakni masih masih menggunakan kayu bakar, arang atau minyak tanah. Lalu, soal air minum yang buruk, yakni warga masih mengakses air langsung dari alam.

Menurut riset ini, Kota Gorontalo memiliki masalah sanitasi tertinggi dengan 92 persen penduduknya tergolong miskin pada kategori ini.

Lalu pada air minum layak, Kalimantan Utara menduduki posisi tertinggi dengan 98 persen penduduknya masuk kategori sulit mengakses kategori ini.

Lalu Provinsi Maluku tercatat hampir semua penduduknya mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan bakar untuk memasak.

"100 persen orang Maluku miskin bahan bakar masak. Lalu di Gorontalo tercatat miskin kategori sanitasi," ucap peneliti Prakarsa, Rahmanda M. Thariq.


Baca juga artikel terkait SANITASI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Hard News)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight