Menuju konten utama

Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2023

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 5,3 persen sepanjang 2023.

Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2023
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 5,3 persen sepanjang 2023. Terlebih pada kuartal I-2023 ekonomi domestik berhasil tumbuh di 5,03 persen secara year on year (yoy).

“Kita harap target pembangunan kita, pertumbuhan di akhir tahun politik ini bisa mencapai 5,3 persen. Kami optimis pertumbuhan ekonomi bisa terus dijaga di 2023 dan tentu menjadi momentum pemulihan di 2023,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Lebih lanjut, dia juga yakin perekonomian ke depan akan tetap kuat ditopang oleh beberapa indikator ekonomi yang positif. Mulai dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih di atas 100 dan menunjukkan optimisme masyarakat, yakni sebesar 123,3 di Maret 2023. Kemudian, PMI Manufaktur Indonesia juga naik ke level 52,7 di April 2023 dari sebelumnya 51,9.

“Kita juga berhasil menurunkan inflasi tahunan di angka 4,33 persen pada April atau turun dari 4,97 persen pada Maret. Tentu gerakan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) yang dijalankan bersama BI memberikan hasil positif terutama saat Ramadan dan Idulfitri,” katanya.

Kemudian, dia menuturkan dari sisi eksternal transaksi berjalan masih mencatatkan surplus. Terlihat cadangan devisa mencapai 145,2 miliar dolar AS, dan neraca dagang melanjutkan surplus selama 35 bulan berturut-turut.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen di 2023, dalam jangka pendek pemerintah akan melakukan revisi untuk menjaga Devisa Hasil Ekspor (DHE) tetap berada di dalam negeri.

“Kita memerlukan aturan tersebut karena Amerika Serikat masih meningkatkan suku bunga acuannya. Kalau kita tidak mengambil langkah tersebut, berpotensi terjadi capital flight yang berdampak ke stabilitas rupiah. Sehingga aturan DHE dalam waktu dekat akan segera diluncurkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mengklaim pertumbuhan sebesar 5 persen ini menandakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih stabil. Mengingat sejak kuartal IV-2021 sampai dengan kuartal I-2023 perekonomian dalam negeri berada dalam level 5 persen ke atas.

"Tren pertumbuhan ekonomi tahunan masih tumbuh pada level 5 persen menandakan pertumbuhan ekonomi kita Indonesia masih stabil," jelasnya dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Edy melanjutkan berdasarkan lapangan usaha seluruhnya tumbuh positif pada kuartal I-2023. Terutama pada beberapa lapangan usaha yang berkontribusi besar seperti industri pengolahan (94,43 persen), perdagangan (4,89 persen), dan pertambangan tumbuh moderat (4,92 persen).

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI 2023 atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin