Ahok: Infrastruktur Sebaiknya Dibebankan Pada Perusahaan

Oleh: Rima Suliastini - 20 Mei 2016
Ahok berpendapat jika beban infrastruktur lebih baik ditujukan pada pengusaha, karena hal ini sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Kedepannya, Ahok berencana untuk menerapkan pembangunan trotoar jalan dibangun oleh masing-masing pemilik gedung sekitarnya, seperti di Malaysia.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat jika pembangunan infrastruktur sebaiknya dibebankan pada pengusaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Dan undang-undangnya, setiap perusahaan wajib memberikan tiga persen dari keuntungan karena kerelaan," kata Ahok di Jakarta pada Jumat (20/5/2016).

Sedangkan pemasukan untuk pajak, Ahok berpendapat agar diambil murni untuk pendidikan, kesehatan, tunjangan transportasi yang dikembalikan ke rakyat lagi.

"Kontribusi seperti ini berbeda dengan Corporate Social Responsibility. CSR membagikan keuntungannya setelah dipotong pajak," katanya.

Kedepannya, Ahok berencana untuk menerapkan pembangunan trotoar jalan dibangun oleh masing-masing pemilik gedung sekitarnya, seperti di Malaysia.

"Ini saya lagi mau ciptakan satu konsep bagian kewajiban baru lagi, contoh di Malaysia itu yang bangun trotoar adalah pemilik gedung," kata Ahok.

Gubernur mengatakan untuk membereskan trotoar di Jakarta sepanjang 1.300 kilometer dan kanan kiri menjadi 2.600 kilometer butuh waktu 25 sampai 50 tahun baru selesai.

"Kalau kita menganggarkan dana Rp50 miliar atau Rp100 miliar tiap tahun untuk bangun trotoar. Itu belum lagi yang 25 tahun trotoar yang rusak," kata Ahok.

Baca juga artikel terkait GUBERNUR DKI JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Rima Suliastini
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Rima Suliastini
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight