Adu Strategi Jokowi vs Prabowo di Kampanye Terbuka

Oleh: Gilang Ramadhan - 22 Maret 2019
Dibaca Normal 2 menit
Gelaran kampanye terbuka dinilai tidak akan signifikan dalam meraup suara pemilih. Lastas, bagaimana strategi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019?
tirto.id - Pasangan calon capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan lawannya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai mempersiapkan diri untuk kampanye terbuka pemilihan presiden 2019 yang dimulai, pada Minggu, 24 Maret. Berbagai strategi disiapkan kedua paslon untuk meraup suara masyarakat.

Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai gelaran kampanye terbuka tidak akan signifikan dalam merebut suara masyarakat. Sebab, kata dia, mayoritas pemilih sudah menentukan sikap dalam Pilpres 2019.

"Tidak terlalu berpengaruh karena masyarakat sudah terpolarisasi ke dua kubu," kata Ujang kepada reporter Tirto, Jumat (22/3/2019).

Menurut Ujang, sekitar 87% pemilih sudah punya pilihan dalam Pilpres 2019. Ia mengatakan kampanye terbuka akan fokus pada undecided voters atau swing voters yang berada di angka 13 persen.

Meski begitu, Ujang menilai pendekatan kampanye terbuka tidak terlalu efektif untuk mayoritas swing voters yang merupakan milenial.

"Kaum milenial itu kaum pemegang handphone. Jadi kampanye yang paling pas untuk milenial ya di udara."

Maksimalkan "Serangan" Udara

Hal itu dilihat oleh Partai Perindo sebagai peluang. Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyatakan akan memaksimalkan "serangan" udara dalam masa kampanye terbuka untuk memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Memasuki kampanye terbuka, maka kami maksimalkan melalui udara seperti televisi, radio, media daring, cetak, media sosial karena sudah bebas untuk berkampanye," kata Hary Tanoe usai pembukaan Rakornas Partai Perindo di Jakarta, seperti diberitakan Antara, Selasa (19/3/2019).

Pemilik MNC Group itu mengatakan, timnya juga melakukan kampanye terbuka untuk meyakinkan masyarakat memilih Jokowi-Ma'ruf dan Partai Perindo.

"Kami juga memaksimalkan kampanye pintu ke pintu dengan menggerakkan para calon anggota legislatif di semua tingkatan bersama relawan," ujarnya.


Selain kampanye lewat media, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf bakal mengadakan kampanye rapat umum terbuka pada 24 Maret nanti. Menurut Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy, perkiraan lokasi kampanye dalam satu hari mencapai 80 lokasi.

Lukman menyatakan bahwa seluruh partai pendukung Jokowi-Ma'ruf akan bergerak dan tidak menempel pada Jokowi-Ma'ruf setiap saat. Hal itu karena daerah yang ingin mereka ambil suaranya masih terlalu luas.

"Nanti ada Pak Jokowi, Pak Ma'ruf, ada Ketua Umum partai, ada juru kampanye, caleg-caleg semua disebar. Pak Jokowi rencananya 34 provinsi, lainnya 561 kabupaten," kata Lukman kepada reporter Tirto, Jumat (22/3/2019).

Lukman enggan bicara banyak mengenai survei Litbang Kompas yang menunjukkan angka elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di bawah 50 persen. Ia mengatakan TKN akan bekerja lebih keras pada kampanye terbuka.

Meski begitu, Lukman mengklaim tak ada strategi khusus untuk menaikkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Politikus PKB itu tetap bersikukuh menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf naik dan stabil.

"Kalau saya membacanya enggak turun ya. Stabil ya. Lihat saja eksplorasinya. Jadi jangan salah baca," ucap Lukman menambahkan.

Fokus Naikkan Elektabilitas

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan fokus menaikkan eletabilitas selama masa kampanye terbuka pada 24 Maret-13 April.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan ada dua hal yang akan jadi fokus kampanye Prabowo-Sandiaga. Pertama yakni menyuarakan janji untuk menstabilkan harga bahan pokok serta menaikkan daya beli masyarakat.

Dahnil mengatakan janji tersebut akan disampaikan ke kaum perempuan atau emak-emak yang dianggap merasakan dampak kenaikan harga bahan-bahan pokok itu.

"Kami ingin pastikan stabilitas harga kami hadir dan daya beli masyarakat tinggi," ujar Dahnil, Jumat (22/3/2019).


Dahnil melanjutkan, fokus kedua yakni janji menyediakan lapangan pekerjaan, khususnya kepada anak-anak muda. Saat kampanye terbuka nanti, terutama Sandiaga akan mengkampanyekan program OK OCE.

"Kami siapkan program OK OCE, menasionalisasikan program OK OCE untuk anak-anak muda yang membutuhkan menyalurkan minat bakat mereka sebagai entrepreneur," jelas Dahnil.

Menurut Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean, Prabowo akan mulai kampanye terbuka pada Minggu (24/3/2019) dari Kota Makassar. Kota tersebut dipilih untuk memperkuat kemenangan di wilayah Indonesia timur.

Sementara Sandiaga dijadwalkan berkampanye di Sragen, Jawa Tengah, yang merupakan daerah basis massa pendukung PDIP dan capres petahana Joko Widodo.

"Kami ingin membuktikan dan menunjukkan bahwa di tempat di basisnya Pak Jokowi, di basisnya PDIP ternyata saat ini bukan merah lagi, tapi sudah putih. Kami akan putihkan nanti tanggal 24 Maret," ucap Ferdianand kepada reporter Tirto.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Bayu Septianto & Andrian Pratama Taher
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Abdul Aziz