ADB Beri Pinjaman Bio Farma Rp6,5 T untuk Distribusi & Beli Vaksin

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 31 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
PT Bio Farma memperoleh utang sebesar 450 juta dollar AS dari Asian Development Bank.
tirto.id - Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman senilai 450 juta dolar AS setara Rp6,5 triliun (kurs hari ini Rp14.568/dolar AS) kepada Indonesia. Pinjaman ini akan digunakan untuk membantu PT Bio Farma memperoleh dan mendistribusikan vaksin COVID-19.

“Proyek ini akan membantu memvaksinasi jutaan warga yang rentan baik secara sosial maupun ekonomi dan memiliki risiko tertular yang tinggi serta bagi para pelayan masyarakat yang menyediakan layanan penting,” ucap Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Rabu (31/3/2021).

Pinjaman ini disalurkan melalui proyek bernama Responsive COVID-19 Vaccines for Recovery (RECOVER) yang mendanai pembelian sekitar 65 juta dosis vaksin bagi kelompok prioritas yang diterapkan pemerintah.

Sumber dana proyek RECOVER berasal dari dukungan Asia Pacific Vaccine Access Facility (APVAX) yang totalnya mencapai 9 miliar dolar AS dan khusus ditujukan bagi negara berkembang anggota ADB.

Pengadaan vaksin melalui skema ini nantinya harus mematuhi satu dari tiga kriteria yakni melalui COVID-19 Vaccines Global Access Facility (COVAX); memenuhi syarat prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO); atau mendapat otorisasi dari otoritas regulator yang ketat

Selain RECOVER, ADB telah memberikan sejumlah bantuan lainnya pada pemerintah RI. Salah satunya hibah Asia Pacific Disaster Response Fund senilai 3 juta dolar AS yang disetujui pada April 2020 untuk membantu Kementerian Kesehatan menyalurkan peralatan dan pasokan medis.

Lalu ada juga program COVID-19 Active Response and Expenditure (CARES) senilai 1,5 miliar dolar AS. Dana CARES ditujukan untuk bantuan kesehatan masyarakat, sosial, dan ekonomi yang mendesak dan dibiayai bersama oleh Australia, Jepang, Jerman , dan ADB.



Baca juga artikel terkait VAKSIN atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight