Menuju konten utama

Achmad Purnomo Pasrah Bila Mega Pilih Gibran Maju Pilwalkot Solo

Achmad Purnomo pasrah bila rekomendasi DPP PDIP jatuh kepada Gibran untuk maju pada Pilwalkot Solo.

Achmad Purnomo Pasrah Bila Mega Pilih Gibran Maju Pilwalkot Solo
Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo (ketiga kanan) membagikan Bubur Samin Banjar kepada warga yang mengantre di halaman Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah, Senin (6/5/2019). ANTARA FOTO/Maulana Surya/ama.

tirto.id - Bakal Calon Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo pasrah bila rekomendasi DPP PDIP jatuh kepada putra pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Katanya apapun keputusannya merupakan hak prerogatif ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Silakan saja, tetapi itu kan masih isu. Tetapi saya masih yakin dan optimistis DPC secara bulat memberikan kepercayaan kepada saya dan Teguh Prakoso. Masa itu tidak jadi pertimbangan DPP," ucap Purnomo di Solo, Senin (13/1/2020) seperti dilansir dari Antara.

Jelang ajang Pilwalkot Solo ini, diketahui Achmad Purnomo bersaing dengan Gibran untuk memperoleh rekomendasi sebagai wakil PDIP pada kepesertaan Pilkada 2020. Gibran pun berkali-kali melakukan manuver, salah satunya menyambangi Megawati di kediamannya Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Purnomo saat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta, akhir pekan kemarin memastikan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP terkait siapa yang akan dimajukan dalam Pilkada Surakarta 2020 masih tertunda. Alasannya karena maraknya bencana membuat DPP PDIP menunda mengumumkan rekomendasi untuk Pilkada 2020, termasuk Pilwalkot Solo di dalamnya.

"Banyak daerah yang mengalami bencana. Hal tentang rekomendasi calon ditunda," kata Purnomo

Bahkan, dikatakannya tidak ada pesan khusus dari Megawati Soekarnoputri untuk Kota Solo. Ia mengatakan pesan yang disampaikan baru bersifat umum, yaitu diharapkan pada Pilkada 2020 makin banyak kader PDIP yang menjadi kepala daerah. Purnomo yang mendapatkan rekomendasi dari DPC PDIP Surakarta mengaku sangat berharap mendapatkan rekomendasi dari Megawati. Namun, sayangnya saat Rakenas kemarin dirinya sama sekali tidak diajak mengobrol khusus dengan Megawati.

"Saya sebetulnya berharap dipanggil tetapi tidak ada sama sekali. Daerah lain juga tidak diajak komunikasi secara khusus," katanya.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto yang membuka ruang bagi anak-anak muda untuk maju di Pilkada 2020, termasuk Gibran Rakabuming Raka, Purnomo tidak mau pesimistis. Menurutnya, umur bukanlah menjadi indikator keberhasilan seseorang saat menjadi pemimpin.

"Orang muda belum tentu pikirannya muda, belum tentu visinya diterima. Begitu juga dengan yang tua bisa jadi pikirannya mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Sementara itu, mengenai kemungkinan dirinya dipasangkan dengan Gibran pada Pilwalkot Solo, ia akan menyerahkan keputusan kepada DPC PDIP Surakarta.

"Saya kan petugas partai. Saya ditugaskan oleh DPC (untuk berpasangan) dengan pak Teguh. Kalau hasilnya lain ya saya kembalikan ke DPC yang memberikan tugas kepada saya. Saya tetap tegak lurus partai. Karena kemarin tugas dari DPC kalau lain ya kembalikan ke DPC," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PILWALKOT SOLO 2020

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto