9 Makanan Alami Penurun Darah Tinggi: Pisang Hingga Bawang Putih

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 15 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jenis makanan alami yang bisa turunkan darah tinggi atau hipertensi; sayuran hijau, minyak zaitun, hingga bawang putih.
tirto.id - Penderita darah tinggi atau hipertensi perlu menerapkan pola makan sehat untuk mengurangi berbagai macam risiko penyakit lanjutan yang membahayakan.

Menurut laman Healthline, hipertensi, atau tekanan darah tinggi, mengacu pada tekanan darah terhadap dinding arteri seseorang.

Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung, ginjal, stroke, dan masalah lainnya.

Hipertensi terkadang disebut sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun.

Studi dari Centers for Disease Control and PreventionTrusted Source (CDC) menyatakan, banyak faktor risiko tekanan darah tinggi di luar kendali seseorang, seperti usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan ras.

Namun, ada juga faktor yang bisa dikendalikan, seperti melakukan olahraga dan diet sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat dan alami. Kandungan makanan yang dapat membantu mengontrol tekanan darah adalah yang kaya akan kalium, magnesium, dan serat.

Berikut ini beberapa makanan alami yang mudah diperoleh dan baik dikonsumsi bagi penderita darah tinggi.

1. Sayuran hijau


Kalium membantu ginjal menyingkirkan lebih banyak natrium melalui urine dan dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Sayuran hijau, yang tinggi kalium, di antaranya:
  • selada romaine
  • arugula
  • kubis
  • lobak hijau
  • sejenis sawi
  • bayam
  • bit hijau
Sayuran hijau juga bisa dicampur dengan pisang dan susu kacang untuk jus hijau yang sehat dan manis.


2. Berry

Berry, khususnya blueberry, kaya akan senyawa alami yang disebut flavonoid. Sebuah studi menyebutkan, mengonsumsi senyawa ini dapat mencegah hipertensi dan membantu menurunkan tekanan darah.

Blueberry, raspberry, dan stroberi perlu ditambahkan ke dalam menu sehari-hari seperti memasukkan di sereal pagi hari, atau menyimpan buah beku untuk hidangan penutup yang cepat dan sehat.

3. Pisang

Pisang adalah makanan yang kaya kalium dan lebih baik dikonsumsi daripada suplemen. Iris pisang menjadi sereal atau oatmeal di pagi hari, campur dengan telur rebus untuk sarapan cepat atau makanan ringan.

4. Biji-bijian

Biji-bijian mengandung kalium, magnesium, dan mineral lainnya yang dapat mengurangi tekanan darah. Konsumsi seperempat cangkir bunga matahari, labu, atau biji labu sebagai camilan di antara waktu makan.

5. Bawang putih

Studi NCBI menyebutkan, bawang putih dapat membantu mengurangi hipertensi dengan meningkatkan jumlah oksida nitrat dalam tubuh. Oksida nitrat membantu meningkatkan vasodilatasi, atau pelebaran arteri, untuk mengurangi tekanan darah.

6. Rempah-rempah

Rempah-rempah seperti kemangi, kayu manis, thyme, dan rosemary dipercaya bisa mengurangi hipertensi, masukkan bumbu dan rempah-rempah yang beraroma ke dalam menu sehari-hari untuk hidup yang lebih sehat.

7. Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah contoh lemak sehat dan mengandung polifenol yang merupakan senyawa peradangan, serta dapat membantu mengurangi tekanan darah.

8. Delima

Delima adalah buah sehat yang bisa dinikmati mentah atau sebagai jus. Minum secangkir jus delima sehari sekali selama empat minggu membantu menurunkan tekanan darah dalam jangka pendek.

Namun, selalu pastikan untuk memeriksa kandungan gula dalam jus yang dibeli, karena gula yang ditambahkan dapat mengurangi manfaat kesehatan.

9. Cokelat hitam

Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa makan cokelat hitam dikaitkan dengan risiko rendah penyakit kardiovaskular (CVD). Menurut studi ini, makan hingga 100 gram cokelat hitam per hari bisa menurunkan sakit CVD.

Cokelat hitam mengandung lebih dari 60 persen kakao dan sedikit gula daripada cokelat biasa. Tambahkan cokelat hitam ke yogurt atau bisa memakannya juga dengan buah-buahan, seperti stroberi, blueberry, atau raspberry, sebagai makanan penutup yang sehat.


Baca juga artikel terkait DARAH TINGGI atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight