Menuju konten utama

8.188 Pekerja Migran Tiba di Jatim, 76 di Antaranya Positif Corona

Karantina berlapis dilakukan Pemprov Jatim terhadap pekerja migran yang baru tiba agar terlindungi dan dipastikan sehat dari COVID-19.

8.188 Pekerja Migran Tiba di Jatim, 76 di Antaranya Positif Corona
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) melepas burung saat peresmian Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

tirto.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 8.188 pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri sudah tiba di wilayahnya sejak 28 April 2021 hingga 13 Mei 2021.

“Itu adalah total dari sejak dimulainya karantina pada 28 April 2021 hingga 13 Mei 2021,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (14/5/2021) dilansir dari Antara.

Di periode waktu sama, tercatat 76 orang PMI yang terkonfirmasi positif COVID-19. Khofifah mengatakan hingga saat ini terdapat 359 orang PMI yang masih menjalani masa karantina aktif.

Mantan Menteri Sosial itu memperkirakan sekitar 14 ribu orang PMI asal Jatim dari berbagai negara akan datang hingga Juli 2021. Menurut Khofifah, para PMI tersebut telah habis masa kontrak di tempat kerjanya sehingga tidak boleh tinggal lebih lama di negara lain.

“Karena urusan kepulangan dan karantina telah menjadi tugas Pemprov Jatim maka kami ikut memastikan bahwa mereka yang hasil tes usapnya negatif dapat langsung dijemput oleh petugas daerah asal mereka,” ucapnya.

PMI yang telah dinyatakan negatif, kata Khofifah, akan dikoordinasikan dengan pemprov dan pemda masing-masing serta dilengkapi surat keterangan negatif COVID-19, sekaligus surat jalan. Setibanya di daerah, PMI juga masih harus menjalani masa karantina di sentra selter selama tiga hari.

“Setelah itu, mereka akan menjalani tes usap kedua, diikuti dengan PPKM Mikro selama 14 hari. Ini berlaku baik bagi pekerja migran asal Jatim maupun provinsi luar Jatim,” katanya.

Karantina berlapis harus dilakukan agar semua senantiasa terlindungi dan dipastikan sehat, baik diri sendiri maupun keluarga di kampung.

Baca juga artikel terkait BURUH MIGRAN INDONESIA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto