Menuju konten utama

81 Jemaah Haji RI Wafat di Saudi, Mayoritas karena Kardiovaskular

KKHI Makkah mencatat jemaah meninggal paling banyak setelah puncak haji di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina (Armuzna) karena dipicu kelelahan.

81 Jemaah Haji RI Wafat di Saudi, Mayoritas karena Kardiovaskular
Jamaah calon haji mengikuti prosesi puncak haji di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (7/7/2022). Jutaan umat muslim berkumpul di Padang Arafah untuk mengikuti prosesi haji 1443 H/2022 M yang memasuki fase puncak pada Jumat (8/7). ANTARA FOTO/Handout/Saudi Press Agency/pras/nym.

tirto.id - Jemaah haji asal Indonesia yang wafat di Arab Saudi bertambah menjadi 81 orang. Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mencatat sebagian besar kematian disebabkan oleh kardiovaskular--penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah--.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, Muhammad Imran merinci 45 jemaah meninggal karena kardiovaskular, 15 orang syok atau penyebab lainnya, dan 21 karena penyakit terkait pernapasan.

Imran mencatat jemaah meninggal dunia paling banyak setelah puncak haji di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina (Armuzna) karena dipicu kelelahan.

"[Kematian] karena kelelahan yang cukup tinggi, terutama pada saat Armuzna sehingga menyebabkan jamaah yang punya komorbid terkontrol karena kelelahan harus menjalani perawatan di RS termasuk KKHI," kata Imran di Makkah, Minggu (31/7/2022), dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Imran mengatakan kematian jamaah haji Indonesia karena kelelahan dan dehidrasi. Ia beralasan kardiovaskular bukan hanya karena seseorang punya penyakit komorbid, seperti jantung, diabetes, dan hipertensi. Seseorang tanpa komorbid bisa terkena kardiovaskular karena kelelahan dan juga faktor usia.

Sementara itu, sebanyak 23 jemaah haji Indonesia dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi dan 10 orang dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Baca juga artikel terkait JEMAAH HAJI WAFAT

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan