8 Ciri Alternator Mobil Bermasalah: Bau Terbakar-Aki Tak Berfungsi

Oleh: Mochammad Ade Pamungkas - 2 Juli 2020
Dibaca Normal 2 menit
Ciri-ciri alternator mobil bermasalah: bau terbakar hingga, lampu sorot meredup, hingga kelebihan pasokan listrik.
tirto.id - Alternator merupakan salah satu bagian penting dalam mobil, karena ia membantu untuk menghidupkan kendaraan ketika bepergian.

Alternator berfungsi mengambil energi mekanis, menghasilkan listrik, dan mengirimkannya ke motor yang mengisi ulang baterai.

Arus listrik tersebut menggerakkan komponen elektrik kendaraan seperti lampu luar, lampu interior, dan panel instrumen, demikian dilansir dari Lloyds Automotive Service.

Dikutip dari website Daihatsu, pada dasarnya untuk membangkitkan mesin pada mobil ada tiga bagian, alternator mobil termasuk bagian yang harus diperhatikan. Pasalnya, kebanyakan orang hanya mempedulikan aki.

Padahal tiap komponen mobil ini saling terkait satu dengan yang lain. Misalnya, kerja maksimal yang mampu dilakukan aki karena keadaan alternator yang baik.

Mobil merupakan konsep dari berbagai bagian mesin, dan alternator tersusun atas spesifikasi pendukung.

Tugas yang harus dipahami pemilik mobil adalah bagaimana cara melakukan perawatan. Sebab, bagaimanapun komponen mesin lebih cepat rusak. Kondisi ini yang membuat penggunanya harus memperhatikan jangka waktu service.

Apalagi hal ini juga berkaitan erat dengan keselamatan pengendara. Meski perawatan mobil membutuhkan anggaran tambahan, tetapi ini merupakan bentuk konsekuensi karena telah membeli mobil.

Berikut ini tanda dari kerusakan alternator mobil yang perlu diwaspadai seperti diwartakan laman resmi Daihatsu:

1. Bau terbakar

Alternator mobil adalah salah satu bagian dari pembangkit listrik pada mesin mobil. Ia memiliki kaitan erat dengan berjalan atau tidaknya aki dan inilah alasan mengapa aki tidak mau bekerja maksimal. Langkah yang harus diperhatikan ialah melihat bagian dinamo ampere.

Pada intinya alternator berfungsi dalam proses pengisian setrum saat aki bekerja. Sampai di sini terlihat bagaimana ia termasuk komponen krusial yang membuat pengguna dapat menikmati mobil dengan performa nyaman serta aman.

Ciri kerusakan pertama ditandai oleh bau terbakar dari bagian mesin mobil. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Misalnya, kerja mesin yang terlalu berat, sedangkan aki tidak mau bekerja sesuai perintah.

2. Muncul suara

Tanda berikutnya ialah munculnya suara decitan. Pengendara mobil pasti sudah paham bahwa masalah pada mesin selalu menimbulkan ketidaknyamanan. Apalagi saat mulai timbul decitan yang berasal dari mesin mobil.

Sama seperti pada mesin kendaraan lain. Di mana decitan seringkali diakibatkan oleh terpelintirnya komponen tertentu.

Kondisi tersebut semakin buruk apabila alternator tidak menunjukkan kerja yang bagus. Sehingga ada baiknya ketika mulai terdengar decitan segera ke bengkel mobil terdekat.

Keadaan yang membahayakan pengendara kerap diakibatkan oleh bagian mesin yang tidak mau bekerja dengan baik.


3. Redupnya lampu sorot

Tidak selamanya lampu sorot menjadi indikator dari kerusakan alternator. Namun, ia mampu jadi salah satu peringatan kecil.

Pengendara harus benar-benar memastikan sekecil apa pun kerusakan yang terjadi pada mobil, karena komponen tiap mobil saling terkait.

Hal ini tidak boleh diabaikan, sebab berkaitan erat dengan keselamatan pengendara serta penumpang.

Jangan sampai karena tidak menghiraukan tanda tersebut menjadikan kerusakan mesin semakin parah, dan hal ini akan memberikan dampak yang kurang baik pada kendaraan serta kerusakan merembet ke bagian yang lainnya.

4. Lampu indikator menyala

Ciri ini lebih spesifik, yakni ketika lampu indikator pada bagian dashboard menyala.

Indikator ini langsung merujuk pada kondisi alternator. Jika tidak mampu memperbaikinya sendiri, bawa langsung mobil menuju ke bengkel terdekat.

Bila memungkinkan, pilih bengkel yang cukup besar. Hal ini untuk mengurangi risiko salah prediksi.

Sebab, kerusakan alternator sering dianggap karena kerusakan pada aki. Inilah yang membuat bengkel bukan memperbaiki kondisi alternator tetapi malah mengganti aki. Tentu saja, cara ini menjadi langkah yang sangat keliru.


5. Kondisi baterai

Beberapa sumber menyatakan bahwa kerusakan sistem kerja pada dinamo ampere akan langsung berdampak pada kondisi baterai.

Poin yang kemudian perlu dibedakan adalah bagaimana membedakan kerusakan pada baterai dengan gagalnya sistem alternator.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan ialah menyalakan kendaraan serta memperhatikan kondisi jumper baterai.

Selanjutnya lepas kabel yang terhubung pada jumper. Apabila kendaraan masih dalam keadaan hidup.

Masalah terjadi pada baterai. Sedangkan ketika dicabut perlahan mobil akan mati. Maka, prediksi kerusakan alternator benar adanya.

6. Periksa koneksi

Sebelum membawa mobil ke bengkel, ada baiknya untuk memeriksa masalah pada koneksi. Sistem yang pasti terkait ialah baterai dan alternator itu sendiri.

Apabila sambungan kabel terjadi pengelupasan maka harus fokus pada kabel tersebut. Jika kondisi koneksi baik-baik saja, kemungkinan kerusakan dinamo ampere kian besar.

Tentu saja itu bukan sesuatu yang membahayakan. Tetapi, akan menjadi hal yang membahayakan apabila diabaikan.


7. Tidak berfungsinya aki

Alternator termasuk bagian dari pembangkit listrik yang langsung terhubung pada aki. Ketika ia bermasalah tentu saja elemen yang paling terkena dampak adalah aki itu sendiri. Masalah yang sering terjadi adalah prediksi yang kurang tepat.

Kegagalan fungsi dinamo ampere kerap dibilang karena kerusakan aki. Sehingga penggantian aki dilakukan.

Kondisi ini tentu membuat aki tetap tidak bisa berfungsi secara maksimal. Jadi, lebih baik mengamati indikator lain untuk memastikan bahwa alternator perlu mendapat perawatan lebih.

8. Kelebihan pasokan listrik

Tanda lain yang membuat alternator rusak ialah pasokan dari listrik terlalu berlebih. Banyak sumber menyatakan bahwa tegangan yang harus diterima tidak boleh melebihi 15 volt.

Ketika hal ini terus terjadi kemungkinan besar dinamo ampere rusak kian besar. Alternator mobil lemah tentu saja bukan menjadi hal yang harus dibiarkan begitu saja, namun harus segera diperbaiki karena dapat membahayakan pengendara.

Jadi, mulai sekarang perhatikan mobil yang digunakan sehari-hari dengan baik. Jangan lupa untuk melakukan perawatan mesin secara berkala. Bagaimanapun alternator mobil termasuk komponen penting untuk mesin.


Baca juga artikel terkait TIPS OTOMOTIF atau tulisan menarik lainnya Mochammad Ade Pamungkas
(tirto.id - Otomotif)

Kontributor: Mochammad Ade Pamungkas
Penulis: Mochammad Ade Pamungkas
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight