7 Hal yang Perlu Diperhatikan Pengguna Mobil Saat Menerobos Banjir

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 20 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Saat ingin menerjang banjir, pastikan genangan air tidak lebih tinggi dari lubang masuknya udara ke dalam mobil.
tirto.id - Musim hujan membawa risiko banjir di sebagian wilayah di Indonesia. Hal tersebut mengganggu mobilitas warga di area terdampak. Pengguna mobil pada khususnya akan mengalami kesulitan saat menerjang banjir dengan mobil, terlebih saat genangan tinggi.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengendara mobil saat berkendara melewati banjir:

Memperhatikan ketinggian air

Semakin tinggi genangan air, semakin besar risiko kerusakan yang akan dialami mobil. Pastikan genangan air tidak lebih tinggi dari lubang masuknya udara ke dalam mobil.

Maksimal ketinggian air adalah setengah ban mobil. Ukuran itu aman untuk tetap diterjang karena kemungkinan kecil air akan menyentuh mesin.

Selain itu, cek apakah air menutupi bagian trotoar jalan sepenuhnya, jika tidak maka mobil masih aman untuk berkendara di lokasi tersebut. Pastikan juga mobil dalam performa maksimal saat hendak melewati genangan banjir.

Cari tahu jalu-jalur alternatif menuju tempat yang sering dikunjungi sehingga dapat menempuh jalur tersebut dalam keadaan darurat.

Menjaga jarak aman antar mobil

Kecepatan konstan penting dalam keadaan banjir. Pastikan untuk meminimalisir rem dadakan, dan menjaga jarak aman dengan mobil di depan. Jika terlalu dekat, pelankan laju mobil sampai tercipta jarak aman.

Selain itu, menjaga jarak aman juga untuk mengantisipasi jika ternyata mobil di depan mogok, sehingga pengemudi dapat berbelok untuk menghindar atau mendahului.

Hindari setengah kopling

Lepaskan injakan kopling sepenuhnya saat melewati banjir, supaya plat kopling saling menempel erat dan laju mobil tetap konstan. Terlalu sering menggunakan setengah kopling juga memperbesar risiko kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Baik kopling terbakar maupun kenaikan putaran mesin mendadak sangat merugikan di kala banjir.

Matikan mesin saat kondisi darurat

Terkadang pengemudi bisa salah perhitungan dan tinggi banjir mnejadi lebih dalam dari perkiraan. Saat hal ini terjadi, usahakan tetap tenang dan tidak panik. Coba perhitungkan lagi dan amati apakah mobil masih dapat menembus banjir atau mobil mulai bergeser karena mengapung.

Astra menyarankan agar segera mematikan mesin mobil saat kondisi darurat, yaitu saat air menyentuh ketinggian aliran udara ke dalam mobil atau bahkan kap mesin.

Genangan banjir yang terlalu tinggi dapat menyebabkab water hammer, yaitu lonjakan tekanan atau gelombang yang disebabkan ketika cairan masuk dan pergerakannya menghentikan mesin dengan paksa.

Biaya reparasi akibat water hammer jauh lebih mahal daripada masalah interior mobil terendam. Namun, tetap saja dua-duanya merugikan pengendara dan pemilik mobil dan sebaiknya dihindari.

Keringkan rem

Piringan rem yang basah membuat kinerja cengkeramannya tidak maksimal. Sesudah melewati hujan, banjir, ataupun genangan air, keringkan rem segera. Mengeringkan rem dilakukan dengan cara menginjak pedal rem sedikit dengan pedal gas bersamaan. Lakukan selama 20 detik, kemudian cek apakah performa rem sudah kembali normal. Jika belum, ulangi langah tersebut.

Cek Fluida

Setelah melalui banjir yang menyentuh bagian bawah mesin, terkadang girboks membuat air masuk dan bercampur dengan pelumas. Jika memungkinkan, cek oli mesin, oli transmisi, dan minyak rem. Jika tidak bisa dilakukan sendiri, mintalah pihak bengkel melakukan pengecekan.

Fluida yang terkontaminasi air biasanya berubah warna atau menjadi agak keruh seperti susu. Segera ganti fluida yang terkontaminasi tersebut.

Jika Terendam Air, Jangan Nyalakan Mobil Lagi

Jika mobil sudah terendam air, disarankan untuk tidak menyalakan mobil lagi. Pengguna disarankan untuk segera membawanya ke bengkel resmi agar risiko kerusakan tidak semakin besar, dikutip dari Antara.


Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Otomotif)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora
DarkLight