Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh

50 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Operasi Dihentikan

Reporter: Riyan Setiawan - 21 Jan 2021 19:03 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Selain potongan tubuh korban, 324 kantong yang ditemukan berisi serpihan kecil pesawat 68, serpihan besar pesawat 55, FDR, serta CVR.
tirto.id - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan sebanyak 50 jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara telah teridentifikasi.

"Info dari tim DVI, dari 324 kantong jenazah yang sudah teridentifikasi ada 43 dan menyusul 7 akan segera diumumkan," kata Bagus di Terminal JITC 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/1/2021).

Sepanjang melakukan pencarian selama 13 hari, sebanyak 4.300 personel, 62 kapal laut, dan 15 pesawat diterjunkan. Selain potongan tubuh korban, 324 kantong tersebut berisi serpihan kecil pesawat sebanyak 68, serpihan besar pesawat 55, dan FDR, serta CVR electronic unit.

"Hasil-hasil temuan tersebut yang material sudah kami serahkan ke KNKT dan untuk korban atau bagian tubuh korban sudah kami serahkan kepada DVI," ucapnya.

Setelah melalui pertimbangan taktis, hasil temuan korban, efektifitas, pertemuan dengan keluarga korban, hingga masukan dari unsur-unsur yang ada di lapangan, Bagus mengatakan operasi pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dinyatakan ditutup.

"Maka hari ini, Kamis, 21 januari 2021 pada pukul 16.57 WIB operas SAR terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu secara resmi saya nyatakan ditutup atau penghentian," jelas dia.

Meski operasi telah ditutup, akan tetap dilaksanakan operasi lanjutan yaitu berupa pemantauan dan pemonitoran secara aktif. Jika dikemudian hari ada laporan dari masyarakat yang melihat dan menemukan yang diduga bagian dari korban ataupun pesawat, makan segera laporkan kepada Basarnas.

"Kami akan merespons untuk menindaklanjuti temuan tersebut," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait SRIWIJAYA AIR SJ182 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz

DarkLight