Menuju konten utama
Tips Parenting

5 Rekomendasi Permainan dan Aktivitas untuk Anak Hiperaktif

Ide permainan dan aktivitas untuk anak hiperaktif, dari karate sampai permainan catur.

5 Rekomendasi Permainan dan Aktivitas untuk Anak Hiperaktif
Ilustrasi Anak hiperaktif. foto/istockphoto

tirto.id - Sebagian besar anak-anak selalu penuh dengan semangat maupun energi, dan ini merupakan pertanda bagus.

Jika dibandingkan orang dewasa, anak-anak terutama yang masih kecil, hampir tidak pernah terlihat duduk manis, umumnya mereka ingin bermain sepanjang waktu.

Orang tua memiliki peran penting dalam menudukung aktivitas anak, karena hal ini bagus untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak.

Meski demikian, penting juga untuk mengidentifikasi apakah anak Anda termasuk tipe anak hiperaktif atau bukan.

Dikutip laman Mayo Clinic, hiperaktif atau disebut dengan istilah Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) merupakan kondisi kronis yang mempengaruhi jutaan anak-anak dan sering berlanjut hingga dewasa.

Beberapa tanda umum yang dapat diamati pada anak hiperaktif adalah mereka biasanya mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk.

Anak hiperaktif juga mudah merasa khawatir, frustrasi, marah, dan sedih. Mereka hampir tidak mendengarkan apa yang disampaikan, berbicara terlalu banyak dan biasanya menyela pembicaraan orang lain.

Anak hiperaktif adalah anak yang impulsif, terlalu antusias, dan selalu bersemangat dengan energi yang tidak terbatas. Hiperaktif berhubungan dengan otak.

Namun anak hiperaktif bukanlah 'anak nakal' atau 'gadis nakal'. Mereka hanya membutuhkan sedikit lebih banyak perhatian dan kesabaran untuk membantu menstabilkan dan menyalurkan energi serta proses berpikir mereka dengan cara dan arah yang benar, demikian diwartakan AdditudeMag.

Ada beberapa permainan dan aktivitas menyenangkan yang bisa diberikan kepada anak hiperaktif untuk membantu mereka lebih fokus, belajar, dan tumbuh sebagai orang yang bahagia, percaya diri, dan sadar diri.

Permainan untuk Anak Hiperaktif

Berikut 5 rekomendasi permainan dan aktivitas yang bisa diikuti seperti dilansir situs Times of India:

1. Karate untuk menyalurkan energi

KEJUARAAN KARATE DUNIA KE-12

Para karateka bergaya saat berlatih sebelum bertanding di Kejuaraan Dunia Federasi Karate Shotokan Internasional (SKIF) ke-12 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (26/8). Sebanyak 58 negara mengikuti perhelatan yang berlangsung pada 26-28 Agustus 2016 itu. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/foc/16.

Mempelajari gerakan karate dapat membantu anak hiperaktif belajar bagaimana menyalurkan energinya.

Ini juga meningkatkan daya konsentrasi dan menenangkan pikiran mereka. Selain karate, Anda juga bisa mencoba aktivitas seni bela diri lainnya.

Studi menunjukkan bahwa seni bela diri dapat memperkuat jaringan saraf di otak dan memungkinkan anak-anak dengan ADHD (Attention-deficit/hyperactivity disorder) untuk melatih pengendalian diri.

Ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri anak hiperaktif dan meningkatkan koordinasi pikiran dan tubuh mereka.

2. Olahraga luar ruangan untuk aktivitas

Ilustrasi anak bermain lumpur

Ilustrasi anak bermain lumpur. FOTO/Istockphoto

Bermain olahraga luar ruangan setiap hari adalah cara yang sehat untuk membantu anak Anda yang hiperaktif memanfaatkan dan menyalurkan energinya secara produktif.

Mereka dapat memilih olahraga aktif pilihan mereka seperti sepak bola, bola basket, bola voli, dan bulu tangkis.

Olahraga tim juga akan meningkatkan keterampilan sosial mereka dan mengajari mereka nilai-nilai kunci seputar semangat tim, sportivitas, dan kompetisi.

Jika tidak ada kelompok anak untuk bermain atau orang tuanya sedang sibuk, Anda dapat membantu menanamkan kebiasaan berlari setiap hari.

Ini adalah cara yang bagus untuk menjernihkan pikiran dan meningkatkan stamina dan berolahraga.

3. Musik untuk menenangkan pikiran

Ilustrasi anak bernyanyi

Ilustrasi anak bernyanyi. Getty Images/iStockphoto

Salah satu cara mengatasi anak hiperaktif adalah dengan memberi mereka ruang untuk menggunakan seluruh energinya, seperti dalam olahraga.

Namun, Anda tidak dapat selalu membuat mereka terus berlari dan cepat atau lambat, mereka perlu menanamkan rasa stabilitas.

Musik adalah alat yang hebat untuk menenangkan pikiran anak dan membantu mereka bersantai, terutama setelah aktivitas seperti sepulang sekolah.

Beri anak waktu untuk mengeksplorasi berbagai lagu dan memilih apa yang mereka sukai.

Jika mereka lebih tertarik pada musik, Anda juga dapat mendorong mereka untuk belajar memainkan alat musik atau ikut serta dalam kelompok paduan suara sekolah.

4. Berenang untuk kontrol

anak berenang

Ilustrasi mengajari anak berenang. Getty Images/iStockphoto

Berenang adalah olahraga yang bagus untuk anak-anak hiperaktif. Ini membantu untuk melepaskan kelebihan energi, meningkatkan fokus dan mengurangi impulsif dan kegelisahan pada anak-anak dengan ADHD.

Itu juga dapat meningkatkan harga diri anak Anda.

Fakta menarik, perenang terkenal dan peraih medali emas Olimpiade Michael Phelps didiagnosis menderita ADHD pada usia 9 tahun.

Dia adalah anak nakal yang tidak bisa fokus pada apa pun di sekolah. Belajar berenang membantunya menenangkan pikirannya dan merasa terkendali untuk pertama kalinya.

5. Permainan otak untuk stabilitas

KEJURNAS CATUR 2019

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) GM Utut Adianto menyaksikan peserta kategori Junior F Terbuka U9 Kejurnas Catur ke-48 tahun 2019 di Islamic Center Ambon, Maluku, Minggu (27/10/2019). ANTARA FOTO/izaac mulyawan/ama.

Meskipun Anda mungkin tidak merasa terlalu sulit untuk melibatkan anak dalam olahraga fisik aktif, mengajar anak hiperaktif untuk duduk dan bermain dengan pikiran mereka mungkin memerlukan beberapa pekerjaan ekstra.

Namun, melakukannya benar-benar sepadan dengan usaha. Anda dapat memberikan mereka teka-teki gambar atau bermain game dengan mereka seperti catur, memori, ludo, dan scrabble.

Salah satu keuntungan terbesarnya adalah mereka akan meningkatkan kemampuan berpikir dan daya konsentrasi pikiran.

Dengan latihan teratur dan menikmati permainan, orang tua mungkin melihat peningkatan dalam rentang perhatian dan keterampilan memecahkan masalah anak hiperaktif.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Gaya hidup
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Yantina Debora