490.217 Sekolah Diizinkan Buka, Kemendikbud: Baru 50% yang PTM

Oleh: Irwan Syambudi - 9 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Seperti di DKI Jakarta, tercatat jumlah sekolah yang dibuka masih sangat rendah yakni 6 persen.
tirto.id - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Jumeri mengatakan dari ratusan ribu sekolah yang diizinkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, masih banyak yang belum melakukan karena terdapat sejumlah kendala.

Jumeri dalam dialog yang disiarkan melalui YouTube Kemendikbud Ristek, Kamis (9/9/2021) mengatakan 90 persen daerah kabupaten/kota sudah diizinkan untuk membuka sekolah dan melakukan PTM terbatas.

"Ada 471 kabupaten kota dari 514 jadi kira-kira 92 persen. Kemudian 490.217 ribu sekolah dari 540.000 itu kira-kira 91 persen. Itu yang sudah diperbolehkan untuk membuka pembelajaran tatap muka," kata Jumeri.

Namun tidak semua yang telah diizinkan itu langsung dapat membuka sekolah dan melakukan PTM. Kecepatan kabupaten/kota dalam membuka sekolah kata Jumeri berbeda-beda.

Ia menyebut misalnya di Provinsi Aceh pembukaan sekolah sudah mencapai 81 persen. Sementara di DKI Jakarta jumlah sekolah yang dibuka masih sangat rendah yakni 6 persen.

Sementara untuk kota besar yang sudah membuka paling banyak adalah Kota Batam yakni 44 persen dan Kota Tangerang Selatan dengan 41 persen.

"Jadi kira-kira yang melaksanakan PTM terbatas dari daerah-daerah yang diizinkan itu sudah sekitar 50 persen yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas," kata Jumeri.

Masih banyaknya daerah atau sekolah yang belum buka dan melakukan PTM terbatas ini dikarenakan adanya dinamika di daerah masing-masing. Misalnya kata dia ada daerah yang baru turun level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2 atau 3 sehingga masih perlu persiapan.

"Secara umum yang belum buka itu karena belum diizinkan oleh daerahnya, Satgas COVID-19 setempat. Alasan kedua di antaranya karena sebagian besar tenaga pendidikan belum mendapatkan vaksin, sehingga menjadi hambatan. Kemudian ada sebagian orang tua yang belum mengizinkan karena belum mantap putra-putrinya berangkat ke sekolah," jelasnya.

Selain itu kata Jumeri juga ada sekolah yang menyatakan memang belum siap karena belum mengisi daftar kesiapan PTM terbatas akibat infrastruktur yang belum siap.





Baca juga artikel terkait PEMBELAJARAN TATAP MUKA 2021 atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight