4 Tips Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas di Tengah Pandemi Corona

Oleh: Balqis Fallahnda - 5 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Tips menjaga kesehatan selama musim panas saat pandemi Coronavirus COVID-19: jangan lupa untuk selalu menghidrasi tubuh.
tirto.id - Belahan bumi utara saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki musim panas, dan diperkirakan musim panas kali ini akan menjadi musim panas yang cukup ekstrem.

Jaringan kesehatan global yang didukung oleh World Meteorological Organization (WMO) menyarankan persiapan yang lebih agar orang-orang aman di cuaca panas tanpa meningkatkan risiko penyebaran COVID-19.

Selain menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun, ada beberapa tips menjaga kesehatan ketika cuaca panas di tengah pandemi COVID-19.

Berikut penjelasannya menurut Public Health England:

1. Penuhi kebutuhan cairan

Kebutuhan cairan harus lebih tinggi dari normal saat cuaca panas dan setelah melakukan aktivitas berat, sebab untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat.

Setiap orang berisiko mengalami dehidrasi dalam suhu panas, tetapi bayi, anak-anak, dan lansia merupakan orang yang sangat rentan.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi akan sangat penting bagi orang-orang yang terinfeksi coronavirus.

Khususnya bagi mereka yang sedang dalam pemulihan COVID-19, dan telah keluar dari rumah sakit, biasanya cenderung lebih rentan terhadap risiko stres akibat panas dan dehidrasi, sehingga jika kekurangan cairan bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal mereka.

2. Hindari aktivitas fisik ekstrem

Hindari aktivitas fisik yang dapat menyebabkan kelelahan, karena panas ekstrem juga akan memperpuruk keadaan saat seseorang kelelahan.

Jika tidak dapat menghindari aktivitas luar yang berat, seperti olahraga atau berkebun, tunggu waktu yang lebih dingin misalnya, di awal pagi atau malam.

Anak-anak tidak boleh mengambil bagian dalam aktivitas fisik yang giat pada hari-hari yang sangat panas, seperti ketika suhu di atas 30° C.

Dianjurkan agara melakukan aktivitas biasa saja tanpa perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga.


3. Di rumah

  • Tutup jendela agar tidak terkena matahari langsung, jendela eksternal biasanya sangat efektif.
  • Hindari penggunaan sementara tirai logam dan tirai berwarna gelap, karena akan membuat ruangan terasa lebih panas.
  • Buka jendela ketika udara di luar terasa lebih dingin, misalnya pada malam hari. Selalu coba untuk mendapatkan sirkulasi udara.
  • Matikan pemanas sentral, lampu dan peralatan listrik yang tidak digunakan.
  • Gunakan kipas listrik jika suhu di bawah 35° C, tetapi jangan mengarahkan kipas langsung ke tubuh dan pastikan untuk tetap terhidrasi dengan minum air.
  • Jangan gunakan kipas angin jika ada orang yang tidak sehat dengan gejala COVID-19 di rumah.
  • Pastikan lemari es dan freezer berfungsi dengan baik.
  • Jika memiliki kekhawatiran tentang rumah yang panas dan tidak nyaman yang memengaruhi kesehatan diri sendiri atau anggota keluarga lainnya, maka segera cari bantuan medis.

4. Di luar rumah

  • Kurangi aktifitas di luar rumah, jika memang terpaksa tetap patuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.
  • Selalu bawa botol berisi air kemana pun akan pergi, agar kebutuhan cairan pada tubuh tetap tercukupi.
  • Taman umum, pantai, kolam renang dan taman air memberikan tawaran untuk menyegarkan diri di luar rumah. Klorin, garam, serta radiasi matahari bisa membantu membunuh virus.

Meski ada protokol kesehatan, jarak fisik, dan kebersihan di fasilitas umum atau area umum lainnya sangat sulit diterapkan, karena banyaknya orang yang mengunjungi tempat tersebut. Lebih aman lagi untuk tetap mendinginkan diri di rumah bersama keluarga.


Baca juga artikel terkait PANDEMI CORONA COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight