4 Fakta Typhoon Hagibis, Topan Paling Berbahaya yang Melanda Jepang

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 15 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Topan Hagibis adalah topan bencana, yang dikategorikan sebagai salah satu topan paling berbahaya.
tirto.id - Topan Hagibis melanda Jepang pada Sabtu (12/10/2019) malam hingga Minggu (13/0/2019). Badan meteorologi Jepang mengklasifikasikan topan ini sebagai topan bencana, yang mana merupakan kategori topan paling berbahaya.

Secara statistik, NHK mewartakan, Jepang adalah negara ketiga yang paling sering dilanda topan di Asia, dengan 11 topan mendekat dan dua topan berdampak ke daratan tiap tahunnya. Meskipun Jepang adalah negara yang cukup waspada dengan topan, Hagibis masih memberikan ancaman di daerah tersebut.

Ada 4 hal yang membuat topan Hagibis berbahaya, yaitu ukuran, kekuatan, waktu, dan lokasi.

  • Ukuran
Hagibis dalam proses pembentukannya menyerap sangat banyak awan dengan kecepatan 54 kilometer per jam. Diameter area berangin dari topan ini mencapai 1,4 ribu km atau setara degan separuh panjang kepulauan Jepang.

Karena ukurannya ini, Hagibis disebut akan mendatangkan bencana lebih awal, lebih lama, dan berdampak pada area yang luas.

  • Kekuatan
Pada Kamis (10/10/2019), tekanan pusat Hagibis mencapai 915hPa, menjadikannya topan terkuat selama 2019. Saat berpindah ke ke Kepulauan Mariana Utara, tekanannya berubah menjadi 915hPa dalam waktu 24 jam.

Saat mendarat di Kota Saitama, Sabtu (12/10/2019) pukul 13.00 waktu setempat, Hagibis melaju dengan kecepatan 45 kilometer per jam dengan tekanan pusat 965 hPa dan kekuatan angin di sekitarnya mencapai 130 kilometer per jam, Windy melaporkan.

  • Waktu
Hagibis yang melanda pulau utama Jepang, Pulau Honshu muncul akhir pekan lalu tepat mendekati bulan purnama. Pada saat bulan purnama, tingkat air laut meningkat daripada biasanya. Kombinasi antara gelombang pasang tinggi, ombak besar, dan badai mendatangkan risiko signifikan terhadap banjir saat badai tiba di daratan.

  • Lokasi
Hagibis adalah topan besar kedua yang melanda Tokyo dalam waktu dekat ini. Awal September lalu, Topan Faxai baru saja melanda wilayah tersebut. Kekuatannya tercatat 207 kilometer per jam di prefektur Chiba. Tiga orang dalam peristiwa tersebut meninggal, ratusan rumah masih berusaha memulihkan kerusakan, dan Topan Hagibis kembali meratakan sisanya.

Topan Hagibis dianggap sama kuatnya dnegan topan yang melanda Jepang tahun 1958, yang menyebabkan 1,2 ribu orang meninggal dan menyebabkan kerusakan di Prefektur Tokyo dan Shizouka, sebagaimana diwartakan The Guardian.

Jumlah korban dalam kejadian ini tidak sebanyak itu karena standar keselamatan gedung yang ketat dan sistem peringatan bencana komperehensif telah diterapkan di dunia modern sekarang ini.

Peringatan darurat disertai bunyi alarm keras dikirim ke puluhan juta smartphone di daerah yang terkena dampak. Pada peristiwa Hagibis akhir pekan lalu, 35 orang tewas dan 17 orang belum dapat ditemukan, sedangkan 166 luka-luka.


Baca juga artikel terkait TOPAN HAGIBIS atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight