Menuju konten utama

37 Warga Perumahan Griya Melati Bogor Positif COVID-19

Sebanyak 37 warga yang terserang COVID-19 itu berasal dari 15 rumah di kompleks Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor.

37 Warga Perumahan Griya Melati Bogor Positif COVID-19
Warga melintas di depan mural berisi ajakan melawan corona di Jalan Pahlawan Komarudin RW 03, Cakung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (17/10/20). ANTARA FOTO/Suwandy/hp.

tirto.id - Jumlah warga yang terserang COVID-19 di kompleks Perumahan Griya Melati di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat terus bertambah. Total hingga Jumat (21/5/2021) siang terdapat 37 orang yang dinyatakan positif COVID-19.

"Dari 157 warga di perumahan tersebut yang telah menjalani tes swab PCR, hasilnya sampai hari ini ada 37 kasus positif," kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor, Jumat (21/5/2021) dilansir dari Antara.

Bima Arya menjelaskan 37 warga yang terserang COVID-19 itu berasal dari 15 rumah di kompleks Perumahan Griya Melati.

Guna mencegah penularan virus corona meluas, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor membatasi aktivitas penghuni perumahan tersebut.

"Warga diisolasi, tidak ada aktivitas keluar perumahan," kata Bima Arya.

Satgas Penanganan COVID-19 mendirikan posko dan menurunkan petugas untuk mengawasi aktivitas serta membantu warga di perumahan tersebut memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kebutuhan makanan, obat-obatan, dan logistik lainnya disuplai oleh Satgas. Satgas juga melakukan sterilisasi seperti penyemprotan disinfektan di lingkungan perumahan," kata Bima Arya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim khawatir dengan melonjaknya kasus positif COVID-19 di Kota Bogor bisa membatalkan rencana Pemkot Bogor untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah mulai Juli 2021.

Dedie menegaskan larangan mudik dari pemerintah tujuannya untuk pencegahan penularan COVID-19 agar tidak ada lonjakan kasus positif setelah libur Lebaran, sehingga pada tahun ajaran baru 2021-2022, mulai Juli mendatang, bisa dilaksanakan PTM di sekolah.

Apalagi, kata Dedie para pelajar, mulai dari TK hingga SMA, sudah hampir tiga semester tidak bisa belajar di sekolah.

"Mereka belajar dari rumah dengan pola pembelajaran jarak jauh, tapi tidak semuanya dapat mengikutinya dengan baik," katanya.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto