36 Laporan Mendalam Tirto yang Paling Banyak Dibaca Selama 2018

Oleh: Fahri Salam - 28 Desember 2018
Dibaca Normal 11 menit
Kami memilah puluhan dari ratusan laporan In-Depth Tirto yang populer selama 2018.
tirto.id - Sebagaimana usia Tirto yang baru dua tahun, laporan-laporan mendalam kami masih berupa benih. Selama dua tahun saya bergabung dengan tim In-Depth, demikian nama rubrik tempat kami mengisinya secara rutin tiga kali sepekan (setiap Senin, Rabu, dan Jumat), ada dorongan bagi kami membuat laporan yang tak cuma mendalam dari segi substansi, tapi juga memikat dari sisi penyajian. Tenggat demi tenggat, kami diikat oleh keinginan tak cuma menulis laporan, melainkan cerita.

Sebuah laporan menyampaikan informasi dan pengetahuan. Sebuah cerita memberi kita pengalaman. Laporan menunjukkan sesuatu. Cerita menempatkan kita pada sesuatu. Pada setiap tenggat, kami ingin mengombinasikan keduanya: keinginan tulisan kami mampu menyentuh pikiran dan hati pembaca; menciptakan pemahaman dan simpati.

Ke-36 artikel "paling populer" dari 560 artikel mendalam Tirto selama tahun ini memiliki cahaya sendiri; atau, setidak-tidaknya, menyimpan tujuan yang ingin kami raih dalam pedoman ini: Ia tak hanya aktual dan berkomitmen pada kebenaran dan akurasi, tapi juga kreatif alias berani menghindari klise. Ia mampu menangkap detail dan menggerakkan rasa ingin tahu pembaca. Reportasenya menyimpan upaya gigih. Dan, bila memungkinkan, punya daya kejut dan menghibur pembaca.

Inilah ke-36 artikel itu (nomor satu bikin anda tak terkejut). Selamat membaca.

1. Cerita Pelecehan Seksual di Kampus: Dosen Mesum Jadi Rahasia Umum


Aulia Adam memiliki kesabaran untuk mengumpulkan testimoni dari para mahasiswa yang bersedia menceritakan pengalaman dilecehkan oleh dosen dari tiga kampus, dirilis pada 4 Juli. Isu pelecehan seksual dunia kampus menjadi narasi besar ketika Balairung, sebuah pers kampus di UGM, melansir kasus perkosaan terhadap Agni pada awal November lalu. Kampus maupun kementerian pendidikan tinggi gagal mereformasi diri menciptakan lingkungan akademik yang sehat.

2. Kejanggalan Kronologi Kejadian Mako Brimob

Kerusuhan di rutan cabang Salemba di Mako Brimob, Depok, pada Selasa malam, 8 Mei, membangunkan horor selama tiga hari setelahnya. Kekerasan oleh narapidana teroris menyebabkan 5 personel polisi dan 1 teroris tewas. Kejadian itu mengejutkan, sampai-sampai polisi gagap merespons. Inilah kronologinya, ditulis oleh Mawa Kresna.

3. Mengapa Publik (Terpaksa) Harus Menerima Paket Jokowi-Ma'ruf Amin?
Mengapa Publik (Terpaksa) Harus Menerima Paket Prabowo-Sandiaga?

Esai analisis oleh Teguh Budi Santoso soal politik elite Indonesia yang berputar pada dua patron selama lima tahun ke belakang dan lima tahun ke depan. Di media sosial dan di jalanan, para pendukung kedua kandidat itu menunjukkan semangat yang brutal, memakai politik bahasa pecah-belah, menggamit atribut etnis dan agama sebagai pemukul. Dirilis saat Komisi Pemilihan Umum mengumumkan secara resmi kedua kandidat tersebut, 20 September lalu.

-- Baca juga Tirto Visual Report: Menuju Pilpres 2019 dengan mencermati mesin partai pada Pilkada 2017 dan 2018

Ilustrasi Trah Soeharto. tirto.id/Gery
Ilustrasi trah Soeharto. tirto.id/Gery


4. Gurita Bisnis Keluarga Soeharto

Satu dari delapan laporan redaksi Tirto mengenai harta warisan Soeharto, 10 tahun setelah sang patriark dari Cendana itu meninggal. Mengurut bisnis anak dan cucu Keluarga Cendana, upaya negara menyita aset yayasan, termasuk mengulik riwayat Soeharto lewat tiga biografi dan mengunjungi hagiografinya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

5. Kejanggalan-Kejanggalan Lion Air JT-610 yang Harus Diusut KNKT

Mengumpulkan beragam bahan yang relevan dan tersedia di internet, Aqwam Fiazmi Hanifan mempertanyakan pihak Lion Air tetap menerbangkan pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP, dari Cengkareng ke Pangkal Pinang, Senin pagi, 29 Oktober lalu. Pesawat Boeing 737 Max 8, yang baru berumur 2,4 bulan dan didatangkan dari Seattle pada medio Agustus lalu ini, sempat "bermasalah" sehari sebelumnya dari Denpasar menuju Cangkareng. Pesawat ini jatuh di perairan Tanjung Karawang, menewaskan 189 penumpang dan kru pesawat.

-- Lihat juga Tirtografi untuk narasi visual ini: Lion Air JT-610

6. Horor 2 Menit Gempa dan Tsunami di Kota Palu

Arbi Sumandoyo termasuk segelintir reporter dari Jakarta yang tiba pertama ke Palu sehari setelah ibu kota provinsi Sulawesi Tengah itu diterjang gempa. Bencana itu menimbulkan fenomena likuefaksi di Sigi dan tsunami di pesisir Palu dan Donggala. Menarasikan warga Palu yang selamat hanya dalam hitungan menit saat air laut menggulung, bangunan runtuh, dan lumpur melumat. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, peristiwa pada Jumat sore, 28 September ini menelan 2.101 korban jiwa, 1.373 orang hilang, 4.438 korban luka; mengakibatkan 221.450 pengungsi dan 68.451 rumah rusak; perkiraan kerugian mencapai Rp18,4 triliun.

-- Baca juga: Pahlawan Gempa Palu itu Bernama Edi Setiawan


7. Yang Janggal dari Peristiwa KM Sinar Bangun Tenggelam


Di tengah suasana liburan hari raya Idulfitri, KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, 18 Juni lalu. Cuaca memang buruk saat itu, tapi penyebab utama lain adalah praktik korup administrasi, termasuk tak ada manifes penumpang. Kapal itu tetap berlayar meski kelebihan muatan; perkara buruk yang terus dibiarkan dalam transportasi perairan Danau Toba. Tim SAR hanya berhasil menyelamatkan 21 orang, 3 mayat berhasil diidentifikasi, tapi sedikitnya 164 penumpang hilang dan diyakini tewas. Ditulis Aulia Adam pada 22 Juni.

8. Memetakan Dampak Gempa dan Tsunami Palu via Citra Satelit

Aqwam Fiazmi Hanifan menganalisis apa yang terjadi di Palu sesaat setelah gempa dan tsunami, dengan bantuan pencitraan satelit: fenomena likuefaksi, permukiman yang amblas, tanah longsor di pesisir Palu, dari pergerakan sesar Palu-Koro. Bencana ini benar-benar tak pernah diantisipasi baik oleh pemerintah provinsi Sulawesi Tengah maupun otoritas nasional.

9. Para Konglomerat di Belakang Jokowi dan Prabowo pada Pilpres 2019

Menegaskan bahwa dalam jaringan politik patron di Indonesia, siapa pun presidennya --entah dari kubu Cebong maupun Kampret -- konglomerat adalah pemenangnya. Ditulis oleh Frendy Kurniawan pada 20 September pada hari KPU mengumumkan secara resmi kedua kandidat.

10. Senjakala TVRI: Dijauhi Anak Muda, Digerakkan PNS Berusia Tua

Meski ada semangat pembaruan --dan pelan-pelan mulai terlihat -- oleh orang-orang segar di dewan direksi yang memahami bisnis televisi, tapi lembaga penyiaran publik ini menghadapi problem internal yang kusut-kisut, gemuk, dan lamban; sebuah pekerjaan besar. Ditulis Dieqy Hasbi Widhana pada 2 April lalu.

11. Kesaksian 1 Mei 1995: Peringatan May Day Pertama Melawan Soeharto

Petrus Hariyanto, seorang aktivis, mengisahkan bagaimana kelompok pro-demokrasi merayakan peringatan Hari Buruh 1 Mei 1995 serta respons kekerasan aparat Orde Baru yang diterima dia dan kawan-kawannya, tiga tahun sebelum rezim itu kolaps.

-- Ikuti permainan "mesin waktu" Tirto Visual Report: Reformasi Mei 1998, Apa yang Terjadi 20 Tahun Lalu

12. Setahun Setelah Rizieq Shihab Meninggalkan Indonesia

Arbi Sumandoyo mengunjungi Markas Besar FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, demi melihat suasana dan mendengarkan persepsi anggota ormas tersebut sejak sang patron tak kunjung pulang ke Indonesia. Rizieq pergi ke Mekkah setelah Polri menjeratnya dalam kasus dugaan pornografi pada akhir April 2017. Pada 21 Februari, Rizieq dikabarkan bakal pulang ke Jakarta, yang disambut kegairahan pengikutnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tapi rupanya batal. Pendiri FPI ini berperan penting dalam "Aksi Bela Islam" pada Pilkada Jakarta 2017. Pengaruhnya tetap relevan pada Pilpres 2019 ketika kedua kubu saling memainkan politik "ulama".

13. Kisruh Internal PKS Menjelang Pemilu 2019

Satu dari empat laporan Tirto yang membahas sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera memutuskan mundur sebagai calon legislatif Pemilu 2019. Bagian dari konflik lama antara kubu Anis Matta (di dalamnya termasuk Fahri Hamzah) dan kubu Sohibul Iman, Presiden PKS sekarang. Pada Pilpres 2019, PKS dalam satu gerbong partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ditulis Mawa Kresna pada 18 Juli lalu, sehari setelah penutupan pendaftaran caleg oleh KPU.

14. Bisnis dan Kontroversi Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran

Kampanye menikah tanpa pacaran, atau pacaran dianggap haram, menjadi salah satu kunci sukses gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. Penggagasnya, La Ode Munafar, paham memainkan narasi gerakan ini dengan bumbu agama di media sosial, terutama di Instagram, sebuah pasar potensial bagi usia remaja yang membuat ITP merengkuh 845 ribu pengikut sampai sekarang. Dengan gimmick, poster digital, dan propaganda yang matang, ITP berhasil menangkap usia labil kelas menengah Indonesia. Perebutan pengaruh antara kelompok konservatif dan liberal di Indonesia adalah salah satu medan politik pasca-Reformasi. Laporan ditulis Reja Hidayat dan Nindias Nur Khalika pada 28 Mei.

15. Kasus Mercy vs Honda Beat: Misteri Pria Kekar Pengawal Bos Indaco

Sebuah kasus aneh di Solo: seorang pengusaha bernama Iwan Adranacus menabrak pengendara motor sampai tewas, 22 Agustus lalu. Sempat muncul sentimen etnis di media sosial tapi berhasil diredam, kasus ini kemudian diproses ke pengadilan. Kemungkinan hakim PN Surakarta membuat sidang putusan pada awal Januari 2019. Salah satu kasus kriminal yang jadi perhatian khusus redaksi Tirto; laporan ini ditulis Arbi Sumandoyo & Dipna Videlia Putsanra pada 17 September.

16. Kiprah Bisnis dan Politik Setnov dalam Lingkaran Keluarga Soeharto

Setya Novanto bukan politikus kemarin sore. Ia dibesarkan oleh keluarga Cendana, memulai karier dari bawah, hingga menjadi ketua umum Golkar. Selama 20 tahun, ia menjadi anggota parlemen pusat di Senayan dari Dapil Nusa Tenggara Timur, yang dikenal loyal oleh pemilihnya, membangun bisnis di sana meski banyak yang gagal. Satu dari delapan laporan yang ditulis Mawa Kresna dari reportasenya ke Kupang pada Februari 2018, dirilis pada 29 Maret dan 18 April. Novanto divonis 15 tahun penjara, denda Rp500 juta, dan hak politiknya dicabut selama 5 tahun pada 24 April lalu dalam sidang kasus korupsi e-KTP.

17. Darah Tumpah di Jalan demi Asian Games 2018

Salah satu laporan yang ditulis Dieqy Hasbi Widhana demi "melawan" publikasi media arus utama yang gegap gempita "menyukseskan" Asian Games 2018. Mencermati data "kriminalitas" di wilayah Polda Metro Jaya, Dieqy mengulas "tindak pidana jalanan" yang disebut Kapolri Tito Karnavian sebagai "daya rusak kedua setelah terorisme" bagi Asian Games 2018 telah memberi lisensi bagi otoritas keamanan Indonesia mencabut hak hidup manusia. Dalam "Operasi Cipta Kondisi" menjelang pembukaan Asian Games ke-18 itu, ada 52 penangkapan disertai penembakan; akibatnya, 41 orang terluka dan 11 orang tewas. Gelaran Asian Games di Jakarta dan Palembang berhasil membawa Indonesia menempati peringkat keempat setelah Cina, Jepang, dan Korea Selatan, sekaligus mendongkrak popularitas Jokowi.

18. Liga 1 2018: Lingkaran Setan Pengurus PSSI & Pemilik Klub

Sangat mungkin sudah diprediksi bahwa kompetisi sepakbola Indonesia musim ini tak pernah jenak dari problem lamanya: dari kematian suporter, tudingan Komisi Disiplin PSSI yang tebang pilih menjatuhkan sanksi, hingga pengaturan skor. Problem utama lain adalah rangkap jabatan di tubuh pengurus PSSI, sebagai regulator kompetisi, yang diisi pemilik klub bak lingkaran setan. Contoh jelas: Ketum PSSI Edy Rahmayadi yang jadi pemilik PSMS Medan. Kekacauan ini bahkan merembet prestasi timnas yang nol prestasi. Satu dari 12 laporan Tirto yang mengulik kepemilikan klub-klub kaya hingga "klub-klub pemda" di Liga 1, ditulis oleh Aqwam Fiazmi Hanifan dan Felix Nathaniel, dirilis serial antara 7 Maret hingga 23 Maret.

Ilustrasi pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. tirto.id/Sabit
Ilustrasi pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. tirto.id/Sabit


19. Dari Penjara, Andika Surachman Buka-bukaan soal Aset First Travel

Salah satu kasus penipuan jemaah travel umrah terbesar di Indonesia. Dalam hitungan kami, ada sekitar Rp600-an miliar yang tak bisa dikembalikan secara utuh kepada 63 ribuan jemaah yang gagal berangkat ke Mekkah. Ratusan aset First Travel disita negara, sebagian lagi berpindah tangan ke rekanan bisnis. Salah satu aset itu berupa sebuah restoran di London, yang dibiarkan beroperasi kendati ribuan jemaah berharap uang mereka bisa kembali. Pasangan Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, pemilik First Travel, divonis masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara pada 30 Mei 2018. Laporan ini dikerjakan oleh Reja Hidyat, Wan Ulfa Nur Zuhra (London), Andrian Pratama Taher, dan Felix Nathaniel, berbasis dokumen vonis setebal 1.318 halaman, dirilis pada 13 & 14 September.

20. Kisruh di Tubuh Garuda Indonesia

Kisah maskapai Garuda Indonesia merugi masih permanen. Tahun ini disertai ancaman mogok dari serikat karyawan dan asosiasi pilot Garuda, yang menuding kinerja direksi tak becus mengurusi maskapai pelat merah tersebut. Beban kerugian Garuda selama sembilan bulan pertama 2018 sebesar 110,23 juta dolar AS (PDF). Akhir tahun ini Garuda, yang masih berdarah-darah, bahkan berani mengambil skema bisnis yang aneh lewat Kerja Sama Operasional dengan menggandeng Sriwijaya Air Group, yang berutang pada Garuda. Laporan ini ditulis Arbi Sumandoyo pada 29 Juni.

21. Yang Tidak Dipahami Para Pendukung Dokter Terawan

Dokter Terawan Agus Putranto, yang berpangkat Mayjen dan menjabat Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, jadi pembelaan warganet, bahkan oleh politikus Aburizal Bakrie sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Muasalnya, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI merekomendasikan pemecatan terhadap sang dokter, yang menilai metode cuci otak alias "brainwash"-nya masih prematur. Terawan mengklaim metode "cuci otak" yang dia terapkan telah "menyembuhkan" puluhan ribu pasien hingga mendapatkan pengakuan di Jerman. Laporan ini berupaya memberi pandangan skeptis, perihal esensial dalam jurnalisme, terhadap opini umum dan beragam klaim mengenai pengobatan "brainwash". Ditulis oleh Mawa Kresna pada 9 April.

22. Dusta Menkumham Yasonna dan Presiden Jokowi dalam UU MD3

Premis laporan ini sederhana: Presiden Joko Widodo berkata "kaget" atas pasal-pasal kontroversial dalam UU MD3. Risalah rapat di DPR menunjukkan sebaliknya: Jokowi tahu.

23. Kekuatan Forum RT/RW dalam Pilkada Jakarta 2017

Salah satu laporan perdana 2018, ditulis oleh Reja Hidayat, mengenai bagaimana lawan politik Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama merangkul Forum RT/RW untuk menjatuhkan sang petahana dalam palagan Pilkada Jakarta. Laporan ini jadi perhatian akademisi dari Australia yang ingin tahu kekuatan massa dan agensi dalam kekalahan Ahok pada 2017.

24. Dosa Etik Produsen Susu Formula

Restu Diantina Putri mengulas modus pemberian susu formula kepada bayi bisa terjadi dari "kerja sama tersembunyi" antara produsen susu formula dan dokter atau bidan. Peringatan bagi calon ibu: Berhati-hatilah dengan segala cara rumah sakit yang memberi susu formula kepada bayi anda, di tengah regulasi bak macan ompong menghadapi gergasi industri susu formula. Dirilis pada 23 April.

25. Untung Pakualaman di tengah Nasib Buntung Petani dari Proyek NYIA

Satu dari 227 proyek infrastruktur strategis nasional pemerintahan Jokowi yang menguntungkan elite lokal Yogyakarta: Bagaimana pihak Pakualaman--notabene merepresentasikan jabatan wakil gubernur Yogyakarta--mengklaim lahan bandara baru di Kulon Progo adalah miliknya, berpotensi merugikan negara Rp701 miliar. Ditulis oleh Mawa Kresna pada 27 Agustus dalam seri terbaru membahas para broker dan spekulan tanah bermain di areal sekitar bandara, bank lahan menggiurkan di masa mendatang dalam pusaran konflik agraria di Yogyakarta.

26. Karut Marut Sistem Pendidikan Kedokteran Indonesia

Satu dari empat laporan Tirto yang mengulas nasib kelam retaker pendidikan kedokteran di Indonesia dengan fakta berikut: tiga dokter muda meninggal dan ratusan lain depresi berat karena sistem pendidikan kedokteran yang semrawut. Dirilis pada 2 Juli, reportase oleh Aditya Widya Putri dan Restu Diantina Putri.

27. Bagaimana Tommy Soeharto Membuat Partai Berkarya

Gagal dua kali merebut ketua umum Golkar, Hutomo Mandala Putra percaya diri membangun Berkarya. Berlambang beringin dan warna kuning-oranye persis meniru induknya, Golkar, partai yang mengusung imajinasi atas "kerinduan Orde Baru" ini terbentuk dengan mengakuisisi dua partai gurem: Partai Nasional Republik dan Partai Beringin Karya. Laporan ditulis oleh Reja Hidayat pada 4 April, bagian dari seri laporan Tirto mengulas partai-partai baru pada Pemilu 2019: Perindo, Garuda, dan PSI.

28. 8 Konglomerat Media di Indonesia via Jalur Media TV dan Cetak

Upaya kami menulis media mengulas media: bagaimana delapan konglomerat media terbentuk di era sekarang, menciptakan konvergensi dan infrastruktur mapan, dengan bantuan riset doktoral Ross Tapsell tentang kuasa media di Indonesia. Dalam ekosistem bisnis media online, media lama berbasis cetak terutama yang mengusung tema lifestyle dan olahraga bertumbangan. Kami juga berupaya jujur mengungkap apa yang disebut "media nasional" tetap saja dominan isu Jakarta-sentris. Laporan ditulis oleh Aulia Adam pada 9 Februari.

Ilustrasi bangkai kapal PD II yang dicacah oleh tongkang penjarah di Laut Jawa. tirto.id/Sabit
Ilustrasi bangkai kapal PD II yang dicacah oleh tongkang penjarah di Laut Jawa. tirto.id/Sabit


29. Misteri Raibnya Bangkai Kapal Perang Belanda di Laut Jawa

Seri laporan ambisius mengenai penjarahan kapal Perang Dunia II di Laut Jawa, dirilis antara 18-24 Januari. Berisi 21 artikel utama yang mengungkap sindikat pencurian kapal terbesar yang bergaung sampai ke Den Haag, Canberra, dan London, pusat pemerintahan dari negara-negara yang memiliki kapal karam tersebut sebagai "warisan historis". Kami mendatangi pelabuhan di Jawa Timur dan di Banten untuk mengetahui sindikat ini bekerja: tongkang bercakar melumat bangkai kapal di dasar laut, mengangkat dan mengangkut pelan-pelan ke lokasi pengepulan di pelabuhan, memutilasi bangkai kapal, lalu serpihan besi dan baja dibawa ke pabrik untuk dijual.

Bisnis salvage (pekerjaan bawah air) memang menggiurkan. Modusnya: tongkang bercakar (grab dredger) beroperasi dengan memanfaatkan proyek pembersihan yang dirilis Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai dari Dirjen Hubla. Dari sanalah mereka secara sengaja melenceng dari koordinat yang sudah ditentukan dalam surat perintah kerja, lalu merampok kapal-kapal perang dan bersejarah. Aksi-aksi mereka telah terekam lewat pemberitaan yang muncul di Bangka, Selat Sunda, dan Laut Jawa, kira-kira sejak 2013 hingga 2017.

Dalam operasi perusahaan salvage di Jawa Timur, selama 2014-2017, ia mengantongi laba kotor Rp256 miliar; sebuah perhitungan paling kasar yang kami hitung. Operasi penjarahan ini bahkan melenyapkan kerangka awak kapal, menghancurkan memori kolektif bangsa yang menyulut amarah keluarga korban perang.

Daftar kapal pencakar yang menjarah bangkai kapal bersejarah di perairan Asia Tenggara ini terhubung dalam jejaring perusahaan bernama Fujian Jiada, pemasok grab dregder ke perusahaan salvage di Malaysia dan Indonesia. Seorang peneliti mengatakan upaya perlindungan kapal-kapal bersejarah di perairan Asia Tenggara selalu kalah cepat dari gerak para penjarah.

Salah satu laporan yang menuntut kesabaran sekaligus kepraktisan, menjalin sumber daya antar-divisi: dari tim riset, multimedia, hingga tim IT.

-- Baca juga rangkuman laporan ini dalam Tirto Visual Report: Sindikat Penjarah Bangkai Kapal Perang Dunia II

30. Di Bawah Rezim Rating: Layar Kaca Kita Berisi Adu Cela dan Sinetron

Premis sederhana: Sinetron masih jadi program andalan stasiun TV untuk menarik penonton dan kue iklan. Program hiburan di layar kaca kita bahkan mengenalkan pasar alay, yang kisahnya tak muncul di kamera. Ditulis oleh Aditya Widya Putri dan Joan Aurelia pada 16 April.

31. Dana Otsus Dicabut, Aceh Siap Bangkrut


Satu dari sembilan laporan Tirto yang ditulis Restu Diantina Putri setelah mendatangi Aceh pada pertengahan Juli tahun ini. Dirilis antara 30 Juli dan 20 Agustus, laporan ini mengulas ekonomi Aceh yang kena flu berat, menduduki peringkat satu provinsi paling miskin di Sumatera, menurut Badan Pusat Statistik. Peringatannya: Bila tanpa arah pembangunan dan ekonomi yang jelas, sembilan tahun ke depan Serambi Mekkah terancam bangkrut.

32. Tertutup dan Pilah-Pilah: Upaya Anies Membalikkan Kebiasaan Ahok

Catatan lapangan reporter Hendra Friana selama bertugas di Balai Kota, mengikuti polah pemerintahan Anies Baswedan selama setahun pertama: pemimpin baru itu membalikkan semua kebiasaan pemerintahan Ahok. Dirilis pada 17 Oktober lalu.

33. Mengenal Secara Dekat Muslim Cyber Army

Seorang admin di balik grup MCA menceritakan kepada Arbi Sumandoyo mengenai tugasnya menggalang opini di media sosial untuk melawan "cebongers" alias para pendukung Jokowi dan Ahok. Dirilis pada 2 Maret.

34. Salim Group Memonopoli Air Bersih di Jakarta

Isu relevan tapi rumit soal swastanisasi air di Jakarta. Penelusuran penting kami: konglomerat Salim kembali menguasai saham di Palyja, yang pernah dia tinggalkan pasca-Soeharto turun. Reportase oleh Aqwam Fiazmi Hanifan dan Hendra Friana, dirilis pada 9 Mei.

35. Apa yang Kita Bicarakan Saat Membicarakan Tongkrongan ‘Anak Jaksel’?

Dari keramaian di Twitter, lalu coba ditulis lebih "etnografis", Joan Aurelia sebagai "anak Jaksel" menemui anak-anak berusia 17-an hingga anak tongkrongan '90-an, dengan bahasa gado-gado Indonesia-Inggris, mengisahkan bagaimana tempat-tempat di Jakarta Selatan membentuk mereka. Dirilis pada 10 September.


36. Bom di Gereja Surabaya: ‘Hati Ibu Mana yang Tega Bunuh Anaknya?’

Salah satu narasi yang saya suka tahun ini: Mawa Kresna mengisahkan kematian dari bom bunuh diri, apalagi bom yang diinisiasi oleh satu keluarga, menebas kemanusiaan kita, 13 Mei lalu. Serangan bom terburuk selama 10 tahun terakhir.

Ilustrasi Anak Buruh Migran. tirto.id/Lugas
Ilustrasi Anak Buruh Migran. tirto.id/Lugas


Penghargaan

Kabar baik untuk redaksi tahun ini: Dua laporan Tirto menerima penghargaan.

- Laporan Faisal Reza Irfani pada 11 Juli, "Aksi Penggerebekan LGBT Melemahkan Upaya Mengatasi HIV", terpilih sebagai peraih Anugerah Indonesia tanpa Stigma 2018 untuk kategori tulisan jurnalis; sebuah penghargaan dari Rumah Cemara, organisasi yang memandang pentingnya media terlibat mewujudkan visi “Indonesia tanpa Stigma”, bekerja sama dengan UNAIDS Indonesia, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen Bandung dan Program Studi Jurnalistik Fikom Universitas Padjadjaran, pada 5 Desember di Bandung.

- Laporan Dieqy Hasbi Widhana pada 23 Juli, "Anak Buruh Migran Tak Hanya Perlu Uang, tapi Juga Kasih Sayang", menerima penghargaan kategori wartawan (bersama wartawan Harian Kompas) dalam Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award, diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 7 Desember di Jakarta.


Cerita Sampiran

- Mawa Kresna yang menulis 11 laporan mengenai sindikat jual beli ijazah bodong di Kemenristekdikti, 24-30 November, diancam akan dipidanakan oleh staf khusus menteri.

- Wan Ulfa Nur Zuhra, yang baru kembali dari studi jurnalisme data di Birmingham City University, bergabung dalam tim In-Depth untuk tugas utamanya menangani proyek-proyek liputan kolaborasi. Salah satu liputan dia pada 6 Desember lalu, bekerja sama dengan Tabloid Jubi dari Papua, mengenai media siluman pro-NKRI di Papua yang memakai narasumber fiktif, serta media-media siluman serupa dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh kader PKS. Ini salah satu laporan orisinal mengenai iklim pers yang buruk di Papua.

Ilustrasi pelecehan seksual di kampus. tirto.id/Nadya
Ilustrasi pelecehan seksual di kampus. tirto.id/Nadya


Sorotan Tahun Ini: Isu Pelecehan Seksual

Menjadi salah satu perhatian utama kami, redaksi Tirto pernah menulis penyelidikan polisi, bahkan dari tahap awal proses pengaduan, menyudutkan korban perkosaan, kekerasan, dan pelecehan seksual.

Tahun ini kami menjadikan isu pelecehan seksual di dunia kampus sebagai proyek laporan bertumbuh. Sejak merilis seri perdana pada awal Juli, kami merilis testimoni terbaru kekerasan seksual yang dialami mahasiswi dari Bali, awal November lalu.

Awal Desember lalu, kami juga merilis pelecehan seksual buruh perempuan di kawasan pabrik Cakung.

Baca juga artikel terkait KALEIDOSKOP 2018 atau tulisan menarik lainnya Fahri Salam
(tirto.id - Indepth)


Penulis: Fahri Salam
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight