32 Terduga Teroris Terkait Bom Gereja Katedral Makassar Ditangkap

Reporter: Antara - 16 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
32 terduga teroris ditangkap dan 1 ditembak mati terkait jaringan pelaku pengeboman gereja Katedral Makassar.
tirto.id - Kepolisian sudah menangkap 32 orang terduga teroris terkait bom gereja Katedral Makassar sepanjang bulan ini. Selain itu, satu terduga teroris ditembak mati.

"Jadi sampai hari ini 32 orang telah ditangkap. Sekarang menjalani pemeriksaan intensif oleh tim Densus dibantu tim Polda Sulsel. Mereka kita amankan saat ini berada di kantor. Ada 30 pria dan dua wanita," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, Jumat (16/4/2021).

Ia menambahkan semua terduga teroris itu merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), sebuah organisasi teror yang terafiliasi ISIS. Dari 32 terduga teroris, ada yang baru ditangkap satu orang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan, kemarin. Pada hari sama (15/4), polisi menembak mati MT (49), terduga teroris di Makassar karena melawan dengan senjata tajam jenis parang.

Polisi kemudian menggeledah rumah MT di Makassar dan menemukan senjata mainan atau replika yang dipakai untuk latihan menembak bersama anggota JAD di sebuah lokasi di Pangkel, berjarak sekitar 1 jam perjalanan darat dari Makassar. MT dikenal sebagai instruktur menembak di jaringannya. MT adalah eks narapidana terorisme yang pernah ancam bom Syahrul Yasin Limpo.

"Kemarin dari hasil olah TKP kediaman tersangka, ada empat replika senjata diamankan, satu menyerupai AK47," tambah Zulpan.

Dari rumah MT, polisi juga menyita sejumlah buku dan dokumen terkait jihad, 10 senjata tajam, sampai telepon genggam.

Setelah ditembak mati, jenazah MT telah diserahkan kepada keluarga. Kini sudah dimakamkan. Sedangkan pihak keluarga MT ikut diperiksa terkait aktivitas terduga, bukan terkait pelaku bom bunuh diri.

"Tiga orang, hanya dimintai keterangan karena keluarga yang ada di rumah itu. Tapi,tidak ada kaitan dengan bom bunuh diri Katedral dan bukan target. Itu istri, anak ada juga menantu," tutur dia.


Baca juga artikel terkait TERDUGA TERORIS atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Antara
Editor: Zakki Amali
DarkLight