Menuju konten utama

30 Persen ASN Tidak Bekerja Selama WFH, BKN Harus Apa?

BKN perlu memberikan pelatihan pengetahuan teknologi informasi (IT) untuk para ASN agar kinerja dari pelayanan menjadi lebih optimal.

30 Persen ASN Tidak Bekerja Selama WFH, BKN Harus Apa?
Perwakilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) diambil sumpahnya saat pelantikan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/12/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.

tirto.id - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan fakta mengenai efektif kinerja aparatur sipil negara (ASN) selama work from home (WFH), sekitar 30 persen ASN tidak melakukan pekerjaannya selama pemberlakuan sistem bekerja dari rumah. Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah tidak kaget terkait kabar tersebut.

"Ini bukan hal baru, jadi gini waktu pandemi juga dulu ya Menpan RB juga bahas soal 1,6 juta ASN ini enggak diketahui kerjanya apa. Dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga membuat statement seperti itu ya 30 persen itu menurut saya itu ya tentu ini menunjukan kelemahan BKN sendiri. Ini menyangkut ke pendataan menyangkut pengawasan ini enggak jalan di bawah ya terutama di daerah," katanya kepada Tirto, Selasa (26/7/2022).

Dia menilai pihak BKN perlu memberikan pelatihan untuk para ASN agar kinerja dari pelayanan menjadi lebih optimal. Pelatihan yang diberikan salah satunya terkait dengan pengetahuan teknologi informasi (IT).

"Kalau mereka gaptek ya tinggal keluarkan saja kebijakan agar mereka ini di sekolahkan. Dikasih pendidikan ya pelatihan ini kan tugasnya BKN ya untuk memberikan kebijakan dan mewajibkan ASN yang kategori gaptek itu untuk menambah skill. Itu aja sih, persoalannya kalau pengetahuan tentang IT tentang digitalisasi misalnya mereka enggak ada alatnya," bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan usai adanya temuan tersebut pilihan WFH untuk ASN tentu bukan yang terbaik. Trubus menuturkan sebaiknya ASN tetap bekerja di kantor (WFO) agar kinerjanya bisa terpantau dengan optimal.

“Jadi kebijakan WFH enggak efektif ya akhirnya maunya WFO ini kan tekanan dari kemenkeu yang selalu teriak mengenai banyaknya anggaran untuk birokrasi ya dana alokasi umum kan itu habis untuk birokrasi, masalahnya itu dipake buat jalan-jalan tapi kan BKN enggak bisa ngapa-ngapain kan,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengungkap sekitar 30 persen ASN tidak melakukan pekerjaannya selama pemberlakuan sistem bekerja dari rumah. Temuan tersebut didapatkan dari hasil survei yang dilakukan Google kepada PNS dengan sistem 100 persen WFH pada tiga bulan pertama pandemi.

"Dari data itu saja kita tahu 30 persen ASN nggak ngapa-ngapain," jelas dia dalam Rakornas, dikutip Tirto, Senin (25/7/2022).

Bima menjelaskan, sebanyak 30 persen PNS mengaku bekerja lebih berat selama WFH. Kemudian, 40 persen lainnya mengatakan beban kerja sama saja seperti WFO kemudian 30 persen sisanya memilih untuk tidak menjawab. Adapun kondisi tersebut bisa terjadi karena selama sistem kerja WFH 100 persen ASN mengalami kendala penggunaan teknologi digital.

"Ada yang mengatakan, kami tidak mampu untuk mempelajari digital, sudah tua. Itu mungkin bukan tidak mampu, tapi tidak mau belajar," jelas dia.

Maka dari itu, ia mendorong agar ASN di Indonesia agar dapat meningkatkan ketrampilan digital untuk mendukung pekerjaan.

"Ini trend of logic yang harus kita perhatikan. Karena arahnya akan ke sana," jelas dia.

Baca juga artikel terkait ASN atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin