Menuju konten utama

3 Pos Anggaran COVID-19 Diprediksi Tak Terpakai Semua

Tiga pos anggaran yang tidak terpakai adalah anggaran kesehatan, pos sektoral-pemda, serta pembiayaan korporasi.

3 Pos Anggaran COVID-19 Diprediksi Tak Terpakai Semua
Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto bersiap memberikan keterangan pers tentang perkembangan penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat (18/9/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

tirto.id - Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) memperkirakan sedikitnya ada tiga pos PEN untuk penanganan COVID-19 yang tidak akan terserap seluruhnya hingga akhir tahun 2020. Selanjutnya, pos-pos anggaran yang tidak terpakai itu akan dialihkan ke pos lainnya sehingga realisasi penyerapan anggaran mencapai 100 persen di angka Rp695,2 triliun.

“Potensi penyerapan sampai akhir tahun 2020 anggaran kesehatan dari Rp87,5 triliun diperkirakan realisasinya bisa mencapai Rp80,02 triliun,” ucap Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/9/2020).

Selain anggaran kesehatan, pos sektoral-pemda diperkirakan hanya akan terealisasi Rp71,54 triliun dari total Rp106,11 triliun.

Lalu anggaran pembiayaan korporasi yang isinya adalah suntikan dana bagi BUMN hanya akan terealisasi Rp49,05 triliun dari total Rp53,6 triliun.

Sejumlah anggaran yang tidak habis ini, akan dialihkan ke sejumlah pos yang akhirnya bakal terealisasi lebih dari pagunya. Pertama anggaran perlindungan sosial diprediksi akan terealisasi Rp242,01 triliun dari pagu Rp203,91 triliun.

Anggaran dukungan bagi UMKM juga diperkirakan akan melampaui pagu. Tepatnya terealisasi Rp128,05 triliun dari pagu Rp123,46 triliun. Sementara itu, Airlangga tak memaparkan prediksi realisasi dari pos anggaran insentif dunia usaha.

Selain prediksi realisasi, Airlangga juga memaparkan capaian anggaran PEN saat ini. Realisasinya sudah mencapai Rp254,4 triliun dari total Rp695,2 triliun.

“36,6 persen dari pagu Rp695,2 triliun,” ucap Airlangga.

Rinciannya, anggaran kesehatan baru terealisasi Rp18,45 triliun dari total Rp87,5 triliun. Anggaran perlindungan sosial baru terealisasi Rp134,4 triliun dari Rp203,91 triliun.

Sektoral pemda baru mencapai Rp20,53 triliun dari target Rp106,11 triliun. Untuk insentif dunia usaha baru Rp22,23 triliun dari target Rp120,61 triliun. Untuk dukungan UMKM baru terealisasi Rp58,74 triliun dari total anggaran Rp123,46 triliun. Untuk pembiayaan korporasi, Airlangga tak membacakan realisasinya yang memiliki target Rp53,57 triliun.

Baca juga artikel terkait ANGGARAN COVID-19 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti