Menuju konten utama
Menkopolhukam Wiranto:

253 Orang Selamatkan Diri Usai 5 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo

Menkopolhukam Wiranto menyatakan sekitar 235 masyarakat setempat menyelamatkan diri usai lima pendulang emas tewas di Yahukimo.

253 Orang Selamatkan Diri Usai 5 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo
Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Menkominfo Rudiantara (kiri) melakukan pertemuan dengan forum pemred terkait perkembangan arus informasi Papua di Kantor Kemenkominfo,Jakarta, Selasa (3/9/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz.

tirto.id - Lima pendulang emas ditemukan tewas di Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Selasa (3/9/2019). Menkopolhukam Wiranto menyatakan ratusan masyarakat setempat menyelamatkan diri usai peristiwa tersebut.

“Sebanyak 253 orang sekarang ini melarikan diri ke Tanah Merah, Boven Digoel. Aparat keamanan mulai mengamankan daerah itu supaya tidak terjadi bentrokan yang menimbulkan korban,” ucap dia di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (4/9/2019).

Ia menyatakan sebelum lima korban itu ditemukan, pada 23 September lalu ada penyerangan dari penduduk setempat yakni suku Dani terhadap para pendulang emas ilegal. Namun, Wiranto tak menjelaskan pembuktian 'pekerja ilegal' itu.

"Suku Dani menyerang penambang emas ilegal (yang) sebenarnya datang dari luar daerah," kata Wiranto. Pergolakan Papua dan Papua Barat telah dimulai sejak dua pekan lalu, aparat dan masyarakat jadi korban.

Wiranto mengklaim hingga hari ini di Provinsi Papua ada 4 warga sipil tewas, 15 warga sipil luka-luka, 1 anggota TNI tewas dan 2 Polri luka-luka. Sedangkan di Provinsi Papua Barat nihil korban tewas dan luka ringan dari sisi sipil, namun ada 2 orang TNI-Polri yang luka.

Ia juga menjelaskan bahwa kemarin tersebar isu TNI kembali dikerahkan ke Sentani dan Wamena, tapi bukan pengerahan pasukan lewat udara. Melainkan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). Sebagai mantan Panglima Kostrad, Wiranto menegaskan bahwa dirinya tahu betul ada latihan unit tersebut.

"Di Kostrad dibagi dua, supaya mereka bisa siaga penuh. PPRC wilayah barat dan PPRC wilayah timur. Setiap tahun memang latihan, karena PPRC diharapkan tidak sampai 9 jam Pasukan Lintas Udara Kostrad harus bisa membantu daerah-daerah yang terancam,” kata dia.

Penerjunan pasukan itu masuk akal lantaran PPRC tidak boleh lebih dari sembilan jam untuk datang ke Kodam yang membutuhkan bantuan.

“Maka dikirim pasukan dari Kostrad lewat penerjunan. Kalau pakai kapal laut Nis berhari-hari. Ke Aceh dari Jawa, misalnya, dari Makassar ke Jayapura, itu pun makan waktu sehingga PPRC langsung diterjunkan," jelas Wiranto.

Wiranto menyatakan latihan rutin PPRC tidak berkaitan dengan penambahan pasukan pengamanan di Papua dan Papua Barat. "Jadi ini betul-betul latihan rutin untuk daerah Indonesia bagian timur, (diikuti) 2 Satuan Setingkat Kompi," ucap dia.

Kemudian, lanjut Wiranto, di Manokwari masih berkembang isu demonstrasi susulan, dugaan hasutan serta provokasi agar masyarakat ikut serta turun ke jalan. Ia menegaskan bahwa itu bohong.

"Saya katakan tadi, ini hoaks. Masih ada yang ingin supaya keadaan kacau, maka aparat keamanan dalam masalah ini harus hati-hati," kata dia.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan motif penyerang para pendulang emas ialah spontan.

“Motifnya hanya penyerangan secara spontan terhadap masyarakat yang mendulang emas dan itu dilakukan secara tiba-tiba dengan menggunakan senjata tajam," ujar dia di Mabes Polri, Rabu (4/9/2019).

Ia menyatakan dugaan pembunuhan itu berbeda dengan pembantaian pekerja PT Istaka Karya. "Beda, kalau (penyerangan pekerja PT Istaka Karya, dilakukan oleh) kelompok bersenjata," sambung dia.

Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz