Menuju konten utama
Mardani Ali Sera:

#2019GantiPresiden Bisa Dukung Prabowo Jika Ada Kontrak Politik

Mardani mengatakan gerakan #2019GantiPresiden masih belum solid mendukung Prabowo karena dalam gerakan itu ada pendukung Gatot, Rizal Ramli dan Rizieq Shihab.

#2019GantiPresiden Bisa Dukung Prabowo Jika Ada Kontrak Politik
Massa pendukung tanda pagar #2019GantiPresiden menghadiri deklarasi akbar gerakan #2019GantiPresideni di kawasan Silang Monas, Jakarta, Minggu (6/5/2018). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Inisiator Gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera mengatakan kekuatan pasangan Prabowo-Sandiaga bisa semakin bertambah besar jika telah mendapat dukungan dari gerakan yang diinisiasinya itu.

"Jika disepakati ya, karena ini bukan gerakan politik ya, ini punya masyarakat, masyarakat mau masuk ke Prabowo, tergantung sepakat apa tidak teman-teman di ganti presiden, dan Pak Prabowo-Sandi mau atau tidak melakukan kontrak politik, ini bisa signifikan juga nambah. Begitu," kata Mardani, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Kontrak politik tersebut, menurut Mardani mencakup kebutuhan riil massa gerakan #2019GantiPresiden. "Kami lagi buat, contoh mak-mak gampang, pokoknya kalau Pak Prabowo jadi, harga telur 11 ribu. Gitu lho. Riil. Kalau Pak Prabowo jadi listrik 2.000 ke bawah disubsidi, sekolah gratis sampai ke sepatu, tas, pakaiannya. Mak sih sederhana aja," kata Mardani.

Kontrak semacam ini, menurut Mardani, berfungsi untuk menjembatani elemen-elemen sosial yang ada di dalam gerakan #2019GantiPresiden.

"Teman-teman belum mau masuk karena pendukung ganti presiden ini pendukung Pak Prabowo ada, pendukung Ustaz Abdul Somad ada, pendukung Gatot [Nurmantyo] ada, pendukung Rizal Ramli ada, pendukungnya Habib Rizieq banyak, nah ini belum solid," kata Mardani.

Pernyataan Mardani ini disampaikan guna menanggapi hasil survei tiga lembaga survei politik yang masih menempatkan suara Prabowo-Sandiaga di bawah pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ketiga lembaga survei itu adalah sebagai berikut:

1. LSI Denny JA

Periode: 12-19 Agustus 2018

Metode: wawancara tatap muka dengan multistage random sampling

Responden: 1.200 orang

Hasil:

Jokowi-Ma'ruf: 52,2 persen

Prabowo-Sandi: 29,5 persen

Rahasia/belum menentukan: 18,3 persen

2. Alvara

Periode: 12-18 Agustus 2018

Metode: multistage random sampling

Responden: 1.500 orang berusia 17 tahun ke atas

Margin of error: 2,53 persen

Hasil:

Jokowi-Ma'ruf: 53,5 persen

Prabowo-Sandi: 35,2 persen

Belum menentukan: 11,2 persen

3. Y-Publica

Periode: 13-23 Agustus 2018

Metode: multistage random sampling

Responden: 1.200 orang di 34 provinsi

Margin of error: 2,98

Hasil:

Jokowi-Ma'ruf: 52,7 persen

Prabowo-Sandi: 28,6 persen

Belum menentukan/tidak menjawab: 18,7 persen.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Alexander Haryanto