15 Jenis Kontrasepsi dan Efek Sampingnya: Kondom, IUD Hingga Pil KB

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 11 Oktober 2019
Dibaca Normal 5 menit
Dari ke 15 jenis kontrasepsi ini, menurut Aktivis Perempuan dan Sekretaris PKBI DIY Gama Triono pilihan kontrasepsi yang efektif serta setara untuk laki-laki dan perempuan adalah kondom.
tirto.id - Memilih kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan sering kali menjadi hal yang dilematis. Banyak anggapan bila kita menggunakan kontrasepsi jenis tertentu akan mengakibatkan keputihan, jerawat, tubuh gemuk, munculnya flek hitam hingga beragam mitos lainnya. Padahal ada banyak alternatif atau jenis alat kontrasepsi yang bisa menjadi pilihan Anda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kontrasepsi berarti cara untuk mencegah kehamilan. Motode kontrasepsi sendiri ada dua, yaitu kontrasepsi tradisional (alami) dan kontrasepsi modern. Berikut beberapa jenis alat kontrasepsi dan efek sampingnya,

  • Kontrasepsi tradisional

Kontrasepsi tradisional adalah cara mencegah kehamilan dengan cara alami tanpa adanya intervensi dari luar. Kontrasepsi tradisional ada beberapa jenis, yaitu.

1. Senggama terputus (coitus interruptus)

Senggama terputus atau coitus interruptus adalah salah satu cara alami yang bisa dilakukan.

Caranya dengan menarik penis keluar dari vagina pasangannya lalu berejakulasi diluar vagina dan menjauhkan cairan semen yang keluar dari vagina.

Menurut laman resmi World Health Organization (WHO) mencoba untuk menjaga sperma tidak masuk vagina bisa efektif mencegah kehamilan dan pembuahan hingga 98 persen.

Sayangnya kontrasepsi jenis ini sangat beresiko karena tepat waktu dalam menarik penis dari vagina sebelum ejakulasi bukanlah hal mudah. Sehingga sering kali ejakulasi sudah terjadi dalam vagina baru penis ditarik.

2. Metode kalender

Metode kalender atau metode ritme adalah jenis kontrasepsi dengan memantau pola siklus menstruasi perempuan selama 6 bulan terakhir.

Cara menghitung masa subur perempuan adalah memantau pola siklus menstruasi selama 6 bulan, mengurangi 18 dari panjang siklus terpendek (perkiraan hari subur pertama) dan mengurangi 11 dari panjang siklus terpanjang (diperkirakan hari subur terakhir). Biasanya masa subur adalah hari ke 8 hingga 19 dari masing-masing siklus menstruasi 26 hingga 32 hari.

Anda juga bisa menggunakan aplikasi untuk menghitung masa subur Anda secara otomatis. Dengan metode ini perempuan bisa mengetahui kapan ia mengalami masa subur sehingga sangat tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual saat masa subur. Dilansir dari laman resmi WHO 91 persen perempuan bisa terhindar dari kehamilan tidak direncanakan dengan menggunakan metode ini secara konsisten.

Namun, cara ini bisa tidak efektif bila terjadi ovulasi dadakan selama masa kering atau masa tidak subur. Sebab ovulasi ini bisa menyebabkan kehamilan pada perempuan. Jika Anda memilih menggunakan metode ini ada baiknya Anda menghindari penggunaan obat-obatan seperti anxiolytics, antidepresan, NSAID, atau antibiotik tertentu yang dapat mempengaruhi waktu ovulasi.


  • Kontrasepsi modern

Kontrasepsi modern adalah cara mencegah kehamilan dengan cara yang lebih modern dengan bantuan alat atau adanya intervensi dari luar. Beberapa jenis kontrasepsi modern antara lain.

3. Metode amenore laktasi (LAM)

LAM adalah kontrasepsi sementara untuk ibu yang belum mendapatkan siklus menstruasinya lagi usai masa nifas setelah melahirkan. Syaratnya ibu harus memberikan ASI eksklusif atau ASI penuh saat siang dan malam hari selama bayi berusia kurang dari 6 bulan. Kontrasepsi ini mencegah pelepasan telur dari ovarium (ovulasi).

Namun bagi sebagian perempuan metode ini tidak efektif dan bisa menyebabkan kehamilan terutama jika terjadi ovulasi mendadak karena efek penggunaan obat tertentu. Meskipun menurut WHO metode ini efektif 98 persen mencegah kehamilan dengan penggunaan yang benar dan konsisten.

4. Metode Basal Body Temperature (BBT)

Metode Basal Body Temperature (BBT) adalah metode yang bisa dilakukan perempuan dengan mengukur suhu tubuhnya pada waktu yang sama setiap pagi sebelum turun dari tempat tidur untuk mengamati kenaikan 0,2 hingga 0,5 derajat celsius suhu tubuhnya.

Metode ini bisa mencegah kehamilan dengan menghindari hubungan seks tanpa kondom selama hari-hari masa subur. Metode ini 99 persen efektif jika dilakukan dengan benar dan penggunaan yang konsisten.

Jika BBT telah meningkat dan tetap lebih tinggi selama 3 hari penuh, maka ovulasi telah terjadi dan masa subur telah berlalu. Seks dapat dilanjutkan pada hari ke-4 sampai menstruasi bulanan berikutnya.

5. Metode TwoDay

Metode TwoDay adalah cara yang dilakukan perempuan untuk melacak masa subur mereka dengan mengamati keberadaan lendir serviks (jika ada jenis warna atau konsistensi).

Metode ini mencegah kehamilan dengan menghindari hubungan seks tanpa kondom selama masa subur, menurut WHO metode ini 96 persen mencegah kehamilan asal dilakukan dengan benar dan konsisten.

Namun metode ini sulit digunakan jika seorang perempuan memiliki infeksi vagina atau kondisi lain yang mengubah lendir serviks.

6. Metode Sympto-thermal

Metode Sympto-thermal adalah cara perempuan melacak masa subur mereka dengan mengamati perubahan lendir serviks (tekstur bening), suhu tubuh (sedikit meningkat) dan konsistensi serviks (pelunakan).

Biasanya saat perempuan memasuki masa subur maka cairan yang keluar dari vagina akan berwarna bening dan lebih elastis. Menurut WHO metode ini 98 persen bisa mencegah kehamilan dengan menghindari hubungan seks tanpa kondom selama masa subur.

Namun metode ini harus digunakan dengan hati-hati setelah aborsi dan dalam kondisi yang dapat meningkatkan suhu tubuh.

7. Kondom

Kondom memiliki dua jenis, yaitu kondom laki-laki dan kondom perempuan.

  • Kondom laki-laki
Kondom laki-laki adalah jenis kondom yang digunakan oleh laki-laki dipenisnya. Kondom laki-laki digunakan saat penis sudah ereksi dan sebelum terjadi penetrasi ke vagina.

  • Kondom perempuan
Kondom perempuan adalah jenis kondom yang digunakan oleh perempuan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina. Kondom perempuan ini terdapat seperti bantalan di dalamnya untuk mencegah masuknya sperma ke serviks perempuan. Kondom perempuan ini bisa digunakan satu hingga dua jam sebelum melakukan hubungan seksual.

Menurut WHO kondom laki-laki efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen jika digunakan dengan benar dan konsisten. Kondom laki-laki juga efektif mencegah HIV serta penularan penyakit seksual lainnya. Sedangkan kondom perempuan bisa mencegah kehamilan hingga 90 persen jika digunakan secara benar.

8. Pil KB

Pil KB merupakan salah satu kontrasepsi yang banyak digunakan oleh perempuan Indonesia. Pil KB merupakan jenis kontrasepsi hormonal atau bisa diartikan bahwa dalam pil KB terdapat kandungan hormon.

Melansir laman WHO pil KB ini memiliki dua jenis yaitu pil kombinasi (COCs) yang mengandung hormon estrogen dan progestogen. Pil KB jenis ini mencegah pelepasan sel telor dari ovarium (ovulasi).

Sedangkan jenis lainnya adalah pil KB progestogen-only (POPs) yaitu pil KB yang hanya mengandung hormon progestogen, ini berfungsi mengental lendir serviks untuk menghalangi sperma dan sel telur bertemu serta mencegah ovulasi.

Pil KB ini 99 persen bisa mencegah terjadinya kehamilan tidak direncanakan jika dilakukan dengan benar dan konsisten. Penggunaan pil KB jenis ini biasanya bisa berdampak pada perubahan hormon dan bagi sebagian perempuan bisa menimbulkan timbulnya jerawat.


9. IUD

IUD juga merupakan jenis kontrasepsi yang banyak digunakan perempuan Indonesia. IUD adalah kontrasepsi berbentuk T dan tidak terlalu besar yang dimasukkan ke dalam rahim perempuan. IUD memiliki dua jenis yaitu,
  • IUD hormonal
IUD hormonal adalah jenis IUD yang mengandung hormone progestin. Fungsi dari IUD hormonal ini adalah untuk mencegah sperma membuahi sel telor.
  • IUD tembaga
IUD tembaga adalah jenis IUD yang tidak mengandung hormon. IUD tembaga ini mengandung perangkat plastik fleksibel kecil yang mengandung selongsong tembaga atau kawat yang dimasukkan ke dalam rahim. Komponen tembaga ini merusak sperma dan mencegahnya bertemu sel telur.

Kontrasepsi IUD ini menurut WHO efektif hingga 99 persen untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi ini juga bisa digunakan selama beberapa tahun. Namun jika Anda memilih menggunakan kontrasepsi jenis IUD, ada baiknya Anda rutin untuk memeriksa dan berkonsultasi ke dokter untuk memastikan posisi IUD Anda.

10. Kontrasepsi Suntik

Kontrasepsi jenis suntik ini lebih dikenal dengan istilah KB suntik. KB suntik memiliki dua jenis, yaitu.
  • KB suntik progesteron
KB suntik progesteron adalah suntikan yang mengandung hormon progesteron dan disuntikkan ke dalam otot atau di bawah kulit setiap dua hingga tiga bulan sekali tergantung pada produk yang Anda pilih. Suntikan KB ini berfungsi mengentalkan lendir serviks untuk menghalangi sperma dan sel telur bertemu dan mencegah ovulasi.

KB suntik ini 99 persen efektif mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar dan konsisten. Menurut WHO KB suntik ini berpotensi mengakibatkan penundaan kembali kesuburan perempuan sekitar 1 hingga 4 bulan setelah digunakan dan bisa mengakibatkan menstruasi yang tidak teratur tetapi tidak berbahaya.

  • KB suntik kombinasi

Suntikan bulanan atau kontrasepsi suntik kombinasi (CIC) ini disuntikkan setiap bulan ke dalam otot, mengandung estrogen dan progestogen. Suntikan ini mencegah pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). KB suntik jenis ini 99 efektif mencegah kehamilan bila digunakan secara benar konsisten.

Efek samping dari KB suntuk ini bisa mengakibatkan menstruasi tidak teratur yang umum, tetapi tidak berbahaya.

11. Implan

Implan atau yang lebih dikenal dengan nama KB implan adalah kontrasepsi berbentuk implan batang atau susuk KB atau kapsul kecil yang lentur dan diletakkan di bawah kulit lengan atas. Implan KB ini hanya mengandung hormon progestogen yang memiliki fungsi mengentalkan lendir serviks untuk menghalangi sperma dan sel telur bertemu dan mencegah ovulasi.

Kontrasepsi implan KB ini 99 persen efektif mencegah kehamilan dan dapat digunakan selama 3 hingga 5 tahun tergantung pada merk implan yang digunakan.

Efek samping implan KB ini bisa menyebabkan menstruasi yang tidak teratur tetapi tidak berbahaya.

12. Vasektomi

Vasektomi adalah kontrasepsi yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara sterilisasi. Vasektomi adalah kontrasepsi permanen yang memblokir atau memotong vas deferens tabung yang membawa sperma dari testis.

Vasektomi menjaga sperma keluar bersama cairan semen saat terjadi ejakulasi. Vasektomi 99 persen efektif mencegah kehamilan. Namun evaluasi cairan semen harus dilakukan paling tidak 3 bulan setelah pelaksanaan vasektomi untuk mengetahui apakah masih ada sperma yang disimpan dan ikut keluar bersama cairan semen atau tidak.

Vasektomi tidak memengaruhi kinerja seksual pria, yang terpenting saat memutuskan untuk vasektomi benar-benar merupakan pilihan sukarela dan tanpa paksaan.

13. Tubektomi

Tubektomi adalah kontrasepsi sterilisasi yang dilakukan oleh perempuan dengan cara memblokir atau memotong tuba falopi. Tubektomi bertujuan menghalangi sel telur agar tak bertemu sperma dan terjadi pembuahan.

Tubektomi efektif 99 persen bisa mencegah terjadinya kehamilan tidak direncanakan. Tubektomi tidak memengaruhi kinerja seksual perempuan, yang terpenting saat memutuskan untuk vasektomi benar-benar merupakan pilihan sukarela dan tanpa paksaan.

14. Diafragma

Kontrasepsi diafragma adalah kontrasepsi yang berbentuk kubah serta terbuat dari silikon. Setengah dari bagian kubah tersebut diisi dengan spermisida atau krim yang berfungsi untuk membunuh sperma agar tidak masuk ke vagina. Cara menggunakan alat ini adalah dengan memasukkan diafragma ke dalam vagina serta diletakkan di atas serviks sebelum berhubungan intim.

15. Pil kontrasepsi darurat

Pil kontrasepsi darurat ini adalah obat yang diminum setelah berhubungan seksual. Pil ini bersifat hormonal dan efektif diminum maksimal 72 jam setelah berhubungan seksual. Sayangnya di Indonesia pil kontrasepsi darurat ini hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Dari ke 15 jenis kontrasepsi ini, menurut Aktivis Perempuan dan Sekretaris PKBI DIY Gama Triono pilihan kontrasepsi yang efektif serta setara untuk laki-laki dan perempuan adalah kondom.

"Kondom itu efek samping paling kecil, equal untuk semua karena semua merasakan," ujar Gama.

Selain itu penggunaan kontrasepsi kondom juga efektif untuk mencegah penularan penyakit kelamin seperti HIV dan sipilis.





Baca juga artikel terkait KELUARGA BERENCANA atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight