Kasus Positif Corona

146 Pasien Klaster Secapa Sembuh, 690 Orang Masih Positif COVID-19

Oleh: Andrian Pratama Taher - 23 Juli 2020
Jumlah pasien COVID-19 dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat terus berkurang, meski saat ini masih ada 690 positif Corona.
tirto.id - Jumlah pasien COVID-19 dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat terus berkurang. Berdasarkan laporan per Kamis, (23/7/2020), sekitar 146 pasien lagi berstatus negatif.

Apabila dikurangi total pasien sembuh hari ini dan per kemarin Selasa (21/7/2020) lalu yang mencapai 472 orang, jumlah pasien yang masih positif COVID-19 tercatat sebanyak 690 pasien.

"Jadi dari total 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD pada pagi hari ini sudah berkurang 618 orang menjadi tinggal 690 orang," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigadir Jenderal Nefra Firdaus dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Nefra mengatakan, 12 dari 690 pasien positif masih dirawat di RS Dustira, Bandung. Sementara itu, 678 orang lain yang positif COVID-19 masih dikarantina di Secapa AD dengan status tanpa keluhan.

Di sisi lain, TNI AD masih bekerja sama dengan BIN, Universitas Airlangga untuk uji klinis obat anti COVID-19. Selain itu, proses donor plasma convalesence dari Secapa dan Pusat Pendidikan Polisi Militer tetap berjalan.

Sekitar 1.280 anggota TNI AD di Secapa AD, Kota Bandung terpapar COVID-19. Klaster tersebut diketahui berawal saat 2 anggota TNI AD di tempat tersebut berobat ke RS Dustira. Setelah diketahui kedua anggota tersebut positif, TNI AD langsung memeriksa seluruh anggota dan mendapati 1280 positif dengan setidaknya 30 orang sempat dirawat di rumah sakit.

"Total di rumah sakit ada 30 pada saat itu. Tetapi, semua masuk kategori ringan, tidak ada kategori sedang apalagi berat. Dan per hari ini, masih 17 yang dirawat di Rumah Sakit Dustira dan selebihnya masih ada di Secapa," kata Andika dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).


Baca juga artikel terkait KLASTER SECAPA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight