Menuju konten utama

1.392 Pedagang Pasar di Indonesia Positif Corona, 55 Meninggal

DPP IKAPPI mengatakan sebanyak 1.392 pedagang pasar tradisional di Indonesia terpapar virus Corona.

1.392 Pedagang Pasar di Indonesia Positif Corona, 55 Meninggal
Petugas keamanan berjaga di Pasar Cempaka Putih, Jakarta, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

tirto.id - DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengatakan sebanyak 1.392 pedagang pasar tradisional di Indonesia terpapar virus Corona.

Sementara kasus pedagang pasar yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 55 korban, bertambah 8 orang jika dibandingkan data pekan lalu yaitu 47 pedagang yang meninggal karena COVID-19.

"Kasus tersebut terdapat di 27 provinsi, 97 kabupaten/kota, dan terjadi di 244 pasar," Ketua bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi, Selasa (22/9/2020).

Lantaran ditemukan kasus beberapa pedagang pasar yang positif COVID-19, akibatnya sejumlah pasar terpaksa harus ditutup untuk disemprot disinfektan. Berdasarkan catatan DPP IKAPPI, sudah terdapat 173 pasar yang pernah ditutup karena COVID-19.

Penutupan pasar terakhir terjadi di Pasar Kayen, Pati, Jawa Tengah yang juga tersebar di 27 provinsi dan 97 kabupaten/Kota.

Maka dari itu, DPP IKAPPI mendorong pemerintah daerah bisa lebih fokus pada protokol kesehatan dan memperkuat tes swab atau rapid di seluruh pasar di Indonesia.

Sementara itu, provinsi yang sudah melaksanakan testing, baru Pemda DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Yogyakarta.

"Selebihnya kami masih mendorongnya agar pemerintah lebih peduli," tuturnya.

Selain itu, DPP IKAPPI juga meminta pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan. Pasalnya, selama COVID-19 ini terjadi penurunan omset pedagang sekitar 55 sampai dengan 70 persen di seluruh Indonesia.

"Maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PANDEMI COVID-19 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri