Advertorial

1001 Cara di Rumah Aja Dulu ala Tokopedia

Oleh: Advertorial - 18 Maret 2020
Dibaca Normal 2 menit
Ada titik cerah, di sela riuhnya imbauan berkegiatan dari rumah.
tirto.id - Dengan wajah berselimut mendung, Presiden Joko Widodo mengumumkan sesuatu yang sudah ditunggu oleh banyak orang sejak lama. “Dengan kondisi saat ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujarnya.

Jokowi tidak sendiri dalam upaya mencegah penyebaran virus mematikan. Di seluruh dunia, banyak pemimpin yang mengimbau, bahkan mewajibkan, semua warganya untuk tetap tinggal di rumah.

Di Italia, Perdana Menteri Giuseppe Conte memerintahkan warganya agar berdiam di rumah saja. Selain mencegah penularan virus, tindakan ini dibuat untuk melindungi kelompok yang paling rentan tertular: warga lanjut usia.

Conte menyebut perintah berdiam di rumah itu berarti tak boleh ada kumpul-kumpul di tempat umum. Dan dampaknya terasa betul. Pertandingan sepak bola—olahraga yang sama vitalnya dengan urat nadi bagi orang Italia—ditiadakan. Begitu pula sekolah dan kegiatan kampus yang diliburkan hingga 3 April 2020.

“Juga tak ada lagi kegiatan hiburan malam hari. Kami tidak boleh lagi mengizinkannya karena kegiatan itu bisa jadi medium penularan,” tukas Conte.

Hal serupa juga terjadi di Inggris. Pemerintah mereka menganjurkan untuk tinggal di rumah saja. Alasannya sederhana namun amat penting: melindungi dirimu, teman-temanmu, keluarga, juga komunitas yang lebih luas.

Berdiam di rumah selama setidaknya tujuh hari memang tak mudah. Ada banyak protes di sana-sini. Banyak pula yang memilih cuek dan tetap bepergian serta melakukan kegiatan seperti hari biasa. Di Milan, ada demonstrasi di penjara San Vittore karena keluarga tidak diperbolehkan menjenguk tahanan. Kerusuhan serupa juga terjadi di Napoli dan Roma.

Di Indonesia, imbauan untuk bekerja dari rumah ternyata tidak diikuti oleh semua pemilik usaha. Banyak yang masih mewajibkan pekerjanya untuk pergi ke kantor. Di Jakarta, pembatasan jam operasional transportasi publik menyebabkan penumpukan penumpang. Alih-alih membatasi kerumunan, penumpukan ini justru malah membuat tak ada lagi jaga jarak antar orang.

Apa boleh buat, tindakan untuk bisa berdiam di rumah adalah privilese yang tak dimiliki semua orang. Dan, tentu saja: tuntas membatasi gerak jutaan manusia adalah hal yang sukar, kalau tak mau dibilang nyaris mustahil.

Lantas Mau Apa?

Mengingat berkegiatan di rumah menjadi hal yang susah dielakkan, banyak orang yang ingin berbagi beban. Di media sosial, sejumlah pekerja lepas memberi tips dan mengisahkan pengalaman bekerja dari rumah. Tak sedikit pula yang merekomendasikan bacaan, musik, atau tontonan untuk mengisi waktu senggang.

Lagi-lagi, seperti dibilang pemerintah Inggris, “…tinggal di rumah itu bisa bikin frustrasi.” Ungkapan itu bisa dimaklumi, mengingat Inggris adalah negara dengan industri pariwisata dan hiburan yang jelas-jelas menggantungkan diri pada mobilitas manusia. Untuk menumpas bosan dan rasa jenuh, mereka membikin senarai hal-hal yang bisa dilakukan warga agar lebiih mudah melewati masa-masa berdiam di rumah.

Kegiatan itu antara lain, membaca, menonton film, memasak, hingga olahraga ringan. Tips lain yang disarankan: jangan lupa terus menjaga hubungan dengan teman dan keluarga di luar sana, saling memberi kabar terbaru. “Selain itu, mintalah teman atau keluargamu untuk mengantar barang-barang yang kamu butuhkan. Atau pesan saja online,” tulis situs resmi pemerintah Inggris.

Memesan aneka kebutuhan, termasuk makanan, via online memang adalah solusi jitu. Dengan cara itu, kamu tak perlu antre lama untuk membayar, rebutan barang, dan yang terpenting: kamu bisa menghindari orang-orang di kerumunan. Dengan ini, kamu menuruti imbauan pemerintah, menjaga agar tak tertular (dan menulari) orang lain, serta tetap bisa mengisi waktu dengan hal-hal menyenangkan.

Tokopedia sebagai e-commerce terbesar di Indonesia, menyediakan kemudahan itu bagi kita semua. Rasanya hampir semua barang bisa kita temukan di unicorn yang sudah berdiri sejak 2009 ini. Mulai barang berukuran besar seperti kulkas, makanan basah dan kering, hingga yang mikro seperti sekrup atau paku.
Tokopedia Peduli Sehat
Tokopedia Peduli Sehat. FOTO/Tokopedia

Menanggapi banyaknya kebutuhan produk kesehatan dan barang-barang kebutuhan lain, Tokopedia mengeluarkan berbagai program menarik. Salah satunya adalah Tokopedia Peduli Sehat. Di program ini, ada ragam macam vitamin, hand sanitizer, masker, hingga produk herbal yang bisa dibeli dengan harga mulai Rp10 ribu. Di sini kamu bisa membeli barang-barang yang selama ini langka, seperti masker dan hand sanitizer, dengan harga masuk akal.

Kamu sedang persiapan membeli barang untuk di rumah? Di Tokopedia, ada banyak pilihan yang bisa dibeli dari harga Rp20 ribu. Kebutuhan bayi? Ada. Sembako? Lengkap. Makanan kering? Banyak. Buah dan sayur? Hadir. Lauk pauk? Tinggal pilih mau cakalang suwir Manado, hingga rendang ala Minang. Semua ada. Tinggal bayar barang yang kamu mau dan tunggu pesananmu tiba di depan rumahmu.

Selain punya harga terjangkau, berbagai macam persediaan rumah ini juga terjamin ketersediaannya dengan harga yang stabil, dan bebas ongkos kirim sepuasnya. Tak hanya itu, bagi para pengguna baru, ada program cashback 20 persen hingga Rp30 ribu. Ada pula cashback hingga Rp300 ribu untuk produk-produk kebersihan rumah.
Imbauan untuk berkegiatan dari rumah sejatinya adalah hal yang perlu dilakukan demi kebaikan bersama. Dengan segala kemudahan dan ribuan jenis barang di Tokopedia, berdiam di rumah tetap terasa nyaman dan tak akan terasa menjemukan. Yuk, #DiRumahAjaDulu
DarkLight